2-3 TAHUN
4 April 2020

Ini 3 Perbedaan Antara Sinus dan Pilek

Ternyata sinusitis dan pilek merupakan penyakit yang berbeda
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Hampir setiap anak pasti pernah terserang penyakit pilek yang membuat anak rewel sepanjang hari.

Terserang penyakit pilek pastilah tidak nyaman bagi setiap penderitanya. Hidung tersumbat, kepala terasa berat, serta hidung terus mengeluarkan cairan.

Situs Johns Hopkins Hospital menjelaskan gejala flu pada anak antara lain demam tinggi, badan linu, dan batuk.

Kebanyakan anak mengalami sakit flu selama kurang lebih satu minggu.

Namun, tahukah Moms bahwa penyakit sinusitis juga memiliki gejala yang hampir sama dengan pilek?

Baca Juga: Perlukah Memiliki Nebulizer untuk Anak Batuk Pilek?

Perbedaan Sinusitis dan Pilek

Jangan sampai Moms salah diagnosa dan memberikan penanganan yang salah atas sakit anak.

Coba simak artikel berikut ini untuk mengetahui perbedaan sinusitis dan pilek pada anak.   

1. Virus dan Perkembangannya

Ini 3 Perbedaan Antara Sinus dan Pilek 1.jpg

Foto: parents.com

Perbedaan sinusitis dan pilek yang pertama adalah penyebaran dan perkembangan virus dalam tubuh.

Pilek dapat terjadi pada anak karena adanya virus yang masuk dalam tubuh anak.

Penyebarannya dapat melalui udara dan air liur. Biasanya anak dapat tertular virus influenza lewat lingkungan sekitar, seperti sekolah atau lingkungan rumah.

Sedangkan penyakit sinusitis dapat terjadi karena adanya perkembangan virus pilek dan flu yang berkembang menjadi bakteri dalam tubuh anak.

“Hanya sekitar dua sampai enam persen sakit demam dan pilek biasa yang kemudian berkembang menjadi bakteri dan membuat infeksi pada sinus. Penyakit ini memerlukan antibiotik sebagai obatnya,” jelas Neil Bhattacharyya, MD, Profesor Telinga, Hidung, dan Tenggorokan di Harvard Medical School, seperti yang dikutip pada laman Health.  

Baca Juga: 5 Perbedaan Gejala Pilek dan Alergi pada Balita, Jangan Tertukar!

2. Durasi Pilek dan Sinusitis

Ini 3 Perbedaan Antara Sinus dan Pilek 2.jpg

Foto: pediatrixmd.com

Perbedaan sinusitis dan pilek lainnya dapat dilihat dari panjangnya durasi keluarnya cairan dari hidung anak.

Jika pada sakit pilek biasa, anak akan mulai mengeluarkan cairan bening dan cair selama dua sampai tiga hari pertama.

Setelah tiga hari, biasanya anak akan mulai merasa lebih baik dan tekstur cairan yang keluar dari hidung pun mulai mengental.

Berbeda dengan sinusitis, jika anak menderita sinusitis. Kondisi hidung mengeluarkan cairan akan lebih lama dari pilek biasa.

Bahkan bisa lebih dari sepuluh hari. Untuk penyakit sinus yang kronis, durasi penyembuhannya bisa sampai tiga bulan.

Terjadinya demam pada penderita sinus menandakan adanya infeksi bakteri.

3. Pengobatan Pilek dan Sinusitis

Ini 3 Perbedaan Antara Sinus dan Pilek 3.jpg

Foto: insider.com

Perbedaan sinusitis dan pilek yang perlu menjadi perhatian adalah penanganan dan pengobatannya.

Ini penting karena beda penyakit, beda juga pengobatan yang diperlukan. Untuk sakit pilek biasa, anak hanya perlu diberikan obat tanpa resep antibiotik.

Ini jelas karena sakit pilek diakibatkan oleh virus, sehingga penggunaan antibiotik tidak diperlukan dalam pengobatannya.

Beda lagi dengan sinusitis, anak dengan sakit sinusitis yang berlangsung hingga lebih dari 10 hari memerlukan antibiotik untuk membantu tubuh melawan bakteri yang mengakibatkan infeksi sinus.

“Mayoritas pasien diminta untuk menunggu hingga 10 hari sebelum diberikan resep antibiotik. Biasanya gejala sinus yang berlangsung kurang dari 10 hari diakibatkan oleh virus dan belum memerlukan antibiotik,” ucap dr. Philip Chen, MD, Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan seperti yang dikutip dalam situs Health.

Baca Juga: Ini Bedanya Pilek, Flu, dan Pneumonia, Jangan sampai Tertukar ya!

Itulah beberapa perbedaan sinusitis dan pilek pada anak yang perlu diketahui oleh Moms. Pastikan anak mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

Artikel Terkait