BAYI
31 Maret 2020

4 Aspek Perkembangan Bayi 4 Bulan, Catat ya Moms!

Wajib tahu juga tand aperkembangan Si Kecil terlambat ya Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Indah
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sebagai orang tua, amat penting untuk selalu memantau perkembangan anak setiap hari. Bahkan setiap bulan, orang tua juga mesti memantau perkembangan anak apakah sudah sesuai dengan ceklis milestone yang harus dipenuhi oleh anak atau belum.

Tumbuh kembang yang optimal amat penting guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan tahapan usianya. Adanya keterlambatan atau terlalu cepat terkadang juga terjadi.

Namun, jika terjadi keterlambatan perkembangan yang terlalu jauh, sebagai orang tua harus waspada, karena bisa jadi terjadi masalah gangguan perkembangan pada anak seperti autisme, retardasi mental, disleksia, atau bahkan low muscle tone.

Baca Juga: 5 Jenis Keterlambatan Perkembangan yang Mungkin Dialami Anak

Tahapan Perkembangan Bayi 4 Bulan

Dilansir dari Centre of Disease Control and Prevention (CDC), pada usia 4 bulan seorang anak biasanya mampu melakukan hal-hal di bawah ini:

1. Aspek Sosial Kemandirian

knapa bayi tersenyum saat tidur hero banner magz (1510x849)

Photo: Orami Photo Stock

  • Tersenyum secara spontan, terutama pada orang
  • Suka sekali bermain dengan orang dan mungkin menangis ketika berhenti bermain
  • Meniru beberapa gerakan dan ekspresi wajah, seperti tersenyum atau cemberut

2. Aspek Bahasa

Ternyata Bubbling Adalah Cara Bayi Berbicara Lho -3.jpg

Photo: Orami Photo Stock

  • Mulai mengoceh
  • Mengoceh dengan ekspresi dan meniru suara yang dia dengar
  • Menangis dengan cara yang berbeda untuk mengekspresikan lapar, sakit, atau lelah

3. Aspek Kognitif

10 Inspirasi Nama Bayi Perempuan dari Afrika, Cantik!.jpg

Photo: Orami Photo Stock

  • Membiarkan Moms tahu dia sedang bahagia atau sedih
  • Merespon kasih sayang
  • Meraih mainan dengan satu tangan
  • Menggunakan tangan dan mata secara bersamaan, misalnya memegang mainan sambil melihatnya
  • Mata mengikuti gerakan benda
  • Menatap wajah dengan sangat dekat
  • Mengenai orang atau benda dari jarah jauh

Baca Juga: Kapan Anak Disebut Mengalami Keterlambatan Perkembangan?

4. Aspek Motorik

Pada Usia Berapa Bayi Boleh Tidur Tengkurap.jpg

Photo: Orami Photo Stocks

  • Kepala tegak tanpa dipegangi
  • Mendorong kaki dan tangan saat berada di atas permukaan keras
  • Mungkin sudah mulai bisa kembali telentang dari posisi tengkurap
  • Dapat memegang mainan, menggoncang dan mengayunnya
  • Memasukkan tangan ke mulut
  • Saat tengkurap, dia mendorong siku

Tanda Perkembangan Bayi 4 Bulan Terlambat

perkembangan bayi 4 bulan

Dilansir dari Raising Children, orang tua mesti waspada jika ketika memasuki usia 4 bulan, seorang anak tidak mampu melakukan hal-hal berikut ini:

  • Menangis sangat sering dan terlalu lama serta hal ini membuat Moms khawatir
  • Tidak membuat kontak mata atau tidak memperhatikan wajah orang lain
  • Mata juling hampir sepanjang waktu
  • Tidak mengeluarkan suara dan bahkan tidak merespon suara sama sekali
  • Tidak mengangkat kepalanya dan tidak mampu menopang kepalanya sendiri
  • Tidak berusaha meraih dan memegang mainan
  • Gerakan tangan nampak kaku dan bahkan belum mulai menyadari keberadaan tangannya sendiri

Baca Juga: Kenali Tanda Keterlambatan Perkembangan Fisik Bayi 0-12 Bulan

Jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda waspada di atas, yang Moms perlu ingat adalah tidak boleh panik. Khawatir boleh, karena itu tandanya Moms dibekali dengan pengetahuan cukup tentang perkembangan anak.

Selain itu, yang perlu Moms lakukan adalah memberikan stimulasi lebih intensif kepada anak. Ada kalanya, keterlambatan perkembangan pada anak ini dikarenakan kurangnya stimulasi yang diberikan oleh orang tua kepada anak.

Misalnya anak usia 4 bulan belum tengkurap, orang tua bisa memberikan stimulasi seperti tummy time, menggulingkan bayi, mengajarkan anak tengkurap, dan lain sebagainya.

Jika setelah diberikan stimulasi yang cukup anak mulai menunjukkan adanya perubahan, Moms tidak perlu khawatir dan lanjutkan stimulasi yang diberikan pada anak.

Namun, jika sudah diberikan stimulasi tapi tidak ada perkembangan pada anak sama sekali, serta kesenjangan kemampuan anak sangat jauh dibandingkan dengan perkembangan anak yang lain, maka sebagai orang tua, sebaiknya konsultasikan kondisi anak kepada psikolog/dokter anak untuk diberikan rujukan ke spesialis tumbuh kembang agar anak bisa didiagnosa dengan segera sehingga lebih mudah untuk memperbaiki perkembangannya.

Artikel Terkait