KEHAMILAN
21 Mei 2020

Waspada, Moms, Ini 3 Risiko Makan Telur Saat Hamil

Telur penuh dengan protein serta nutrisi, namun amankah untuk ibu hamil mengonsumsinya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Dina Vionetta

Moms saat hamil mungkin berpikir dengan sangat hati-hati tentang apa yang harus dimakan, dan untuk alasan yang baik pula. Karena, apa yang Moms masukkan ke dalam sistem pencernaan merupakan sumber utama nutrisi untuk Si Kecil dalam kandungan. Protein, zat besi, dan kolin utamanya penting untuk perkembangannya.

Baca Juga:4 Bahaya Ibu Hamil Kelebihan Makan Telur Asin

Sehingga, jika Moms ingin mendapatkan nutrisi kehamilan sebagai awal yang baik, pastikan menambahkan beberapa makanan super seperti telur salah satunya. Telur merupakan makanan sehat yang dipertimbangkan bagi beberapa ibu hamil karena mengandung semua nutrisi penting termasuk protein, lemak, dan mineral.

Risiko Makan Telur Saat Hamil

Sementara telur merupakan sumber nutrisi yang kaya bagi ibu hamil, namun nada juga risiko makan telur saat hamil , yaitu :

1. Bakteri Salmonella

Ilustrasi ibu hamil muntah

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut artikel dari U.S Department of Health and Human Services, risiko makan telur saat hamil adalah risiko keracunan karena bakteri salmonella, bila telur tidak dimasak benar-benar matang. Karena bakteri salmonella biasanya berada di telur mentah atau setengah matang.

Keracunan makanan akibat bakteri salmonella bisa menyebabkan efek serius termasuk demam tinggi, muntah, diare, dehidrasi, dan sakit perut. Terkadang, itu juga dapat menyebabkan keguguran atau persalinan prematur.

Baca Juga:Panduan Pola Makan untuk Balita dengan Alergi Telur

2. Risiko Alergi

Ilustrasi ibu hamil terkena alergi

Foto: Orami Photo Stocks

Risiko makan telur saat hamil lainnya adalah kecenderungan alergi. Karena perubahan hormon kehamilan tak jarang juga menjadikan Moms mengalami reaksi alergi bahkan untuk telur. Reaksi alergi karena makan telur saat hamil bisa seperti ruam kulit, gatal-gatal, dan hidung tersumbat.

3. Kolestrol Tinggi

Kondisi Kolesterol Tinggi Saat Hamil.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Terakhir, risiko makan telur saat hamil lainnya adalah kecenderungan penumpukan kolesterol. Hal ini terjadi karena Moms mengonsumsi kuning telur yang memiliki kadar kolesterol tinggi.

Risiko makan telur saat hamil pun tetap mengintai bila sudah dimasak sekalipun apabila Moms tidak langsung memakannya bahkan jika disimpan di lemari es karena bisa mengandung bakteri yang menyebabkan penyakit yang disebut listeriosis, yang dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, atau kelahiran premature.

Baca Juga:Amankah Ibu Hamil Makan Telur Ikan?

Bila ingin menghindari risiko makan telur saat hamil, maka Moms bisa memasak dan menyiapkannya sesuai arah dari Food and Drugs Administration berikut ini:

  • Rebus telur setidaknya selama lima hingga tujuh menit agar matang dengan benar.
  • Jika Moms lebih suka menggoreng telur, gorenglah sehingga putih menjadi padat dan tidak lagi tembus cahaya.
  • Moms pun dapat menambahkan rasa dan tekstur baru dengan menggunakan rempah-rempah dan sayuran daripada memakannya secara sederhana.

Meskipun ada risiko makan telur saat hamil, Moms tetap dapat memasukkannya selama mengikuti langkah pencegahan di atas. Tapi ingat, ini adalah tambahan yang bagus untuk list makanan saat hamil kecuali Anda alergi terhadapnya. Tak lupa, sebelum mengonsumsinya ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan.

Artikel Terkait