KESEHATAN
28 Desember 2019

5 Jenis Cek Darah yang Penting Dilakukan Setiap Tahun

Rutin cek darah merupakan kebiasaan yang baik, karena dengan begitu Anda dapat mencegah penyakit serius!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Heni
Disunting oleh Heni

Dengan rutin melakukan jenis cek darah berikut sebagai bagian dari tes kesehatan atau medical checkup, hasil normal adalah sesuatu yang memang dikejar. Namun, kadang ada saja yang menyarankan untuk melakukan berbagai tes, sementara Anda ragu apakah tes tersebut dibutuhkan atau tidak.

Untuk itu, Soyona Rafatjah, MD, dokter bersertifikat dari University of Michigan AS membuatkan daftarnya untuk kita:

Jenis Cek Darah Tahunan

1. Tes Panel Tiroid Luas

Rutin Cek Darah Penting 02 tiroid freepik com.jpg

Foto: freepik.com

Fungsinya menentukan status tiroid (yaitu hipotiroid, eutiroid, atau hipertiroid), dan membantu diagnosis gangguan fungsi tiroid.

Ada dua tes yang akan dilakukan. Pertama, TSHs yang merupakan pemeriksaan untuk mengukur konsentrasi thyroid-stimulating hormone (TSH) dalam darah.

Kedua adalah tes Free T4 (FT4) yang merupakan pemeriksaan untuk mengukur konsentrasi tiroksin (T4) dalam bentuk bebas (tidak terikat dengan protein) dalam darah.

Baca juga: 4 Jenis Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hipotiroid

2. Tes Nutrisi Esensial: Zat Besi/Ferritin, Vitamin D, Vitamin B12, Magnesium

Zat besi, vitamin D, vitamin B12, dan magnesium sangat penting untuk memelihara fungsi tubuh secara optimal. Sayangnya, tes ini jarang diikutsertakan dalam tes darah rutin.

Banyak orang kekurangan nutrisi ini karena berbagai alasan. Jadi, sangat penting untuk memeriksa kondisi nutrisi tubuh. Dengan mengetahuinya, kita bisa menentukan langkah yang akan diambil dan seputar konsumsi yang dibutuhkan.

3. Panel Metabolik Lengkap dan Hitung Darah Lengkap

Rutin Cek Darah Penting 03 ambil darah freepik com.jpg

Foto: freepik.com

Ini adalah dua tes darah standar dalam jenis cek darah tahunan. Keduanya menawarkan banyak informasi, yaitu memahami status elektrolit dan hidrasi seseorang, fungsi ginjal, fungsi hati, dan kadar sel darah. Status itu akan menginformasikan apakah kita mengalami infeksi akut atau kronis, memiliki anemia, atau bermasalah dengan pembekuan darah.

Baca juga: Macam-Macam Infeksi Saluran Kemih, Bisa Berpengaruh ke Ginjal!

4. Penanda Metabolik: Hemoglobin A1c, Glukosa Puasa dan Insulin, Panel Lipid

Rutin Cek Darah Penting 04 tabung darah freepik com.jpg

Foto: freepik.com

Hemoglobin A1c (A1c) adalah tes yang digunakan untuk mengetahui rata-rata kadar glukosa dalam darah selama dua atau tiga bulan ini. Tes ini sangat penting sebagai penanda kondisi metabolisme serta memahami bagaimana seseorang memproses zat gizi yang mereka makan.

Untuk pasien dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi, bisa dijalankan Panel Lipid yang lebih luas. Ini dapat membantu menentukan dengan lebih baik apakah ada peningkatan risiko penyakit jantung dari kadar kolesterol. Banyak orang diberitahu bahwa mereka memiliki kadar kolesterol tinggi padahal sebenarnya tidak berisiko terkena jantung koroner.

5. Penanda Inflamasi: hsCRP, Homocysteine

Tes inflamasi spesial digunakan untuk mengetahui peradangan dalam tubuh. Tes ini ukan bagian dari jenis cek darah rutin tetapi bisa menjadi tambahan berguna untuk mengetahui kondisi tubuh Anda.

Tes hsCRP (high-sensitivity C-reactive protein) adalah penanda peradangan yang dapat menunjukkan status peradangan umum di tubuh Anda. Asal tahu saja, peningkatan hsCRP ringan berhubungan dengan peningkatan risiko kejadian jantung atau depresi. Tinggi dan rendah hasilnya bisa memberikan informasi apakah terjadi peradangan yang harus segera diatasi.

Baca juga: Begini Cara Mengatasi Depresi Tanpa Obat

(HEN/DIN)

Artikel Terkait