PARENTING
2 Juni 2019

Sebaiknya Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Melakukan Stimulasi pada Anak

Sebaiknya perhatikan hal ini sebelum Moms melakukannya
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Sebagai orang tua, rasanya penting untuk meluangkan waktu beraktivitas bersama anak. Aktivitas tersebut bisa dengan bermain atau berolahraga dengan anak. Kesibukan akan pekerjaan kadang membuat orang tua lupa bahwa anak juga membutuhkan waktu berkualitas bersama orang tuanya.

Siapa sangka bahwa aktivitas bersama anak bisa memengaruhi tumbuh dan kembangnya ke depannya. Tugas membesarkan anak menjadi tanggung jawab orang tua, bukan hanya menjadi kewajiban seorang Ibu melainkan juga Ayah. Aktivitas bermain atau berolahraga bisa menjadi stimulasi terbaik untuk melatih kemampuan motorik kasar anak lho Moms.

Kemampuan motorik kasar adalah kemampuan yang mencakup keterampilan sebagian atau seluruh anggota tubuh, yang meliputi kemampuan untuk tengkurap, mengangkat leher, duduk, berjalan, berlari, hingga menendang. Keterampilan koordinasi motorik kasar dipengaruhi oleh usia, perkembangan fisik anak, serta kesehatannya.

Baca Juga: Cara Stimulasi Bayi dalam Kandungan

Bagaimana Menilai Kemampuan Motorik Kasar Anak?

motorik anak

Seorang early childhood practitioner bernama Carmelia Riyadhni mengungkapkan tentang tahapan perkembangan motorik kasar pada anak, dilihat dari usianya. Hal ini menjadi acuan Moms untuk menilai kemampuan motorik kasar anak, yaitu:

● Usia 2-5 bulan: bayi bisa berguling.

● Usia 5-7 bulan: bayi bisa duduk tanpa bantuan.

● Usia 7-8 bulan: bayi bisa berdiri tapi sambil berpegangan.

● Usia 10-14 bulan: bayi bisa berdiri sendiri tanpa berpegangan.

● Usia 11-15 bulan: bayi bisa berjalan stabil.

Tahapan di atas dapat berbeda pada setiap anak. Namun, untuk mencegah hal terhambatnya kemampuan motorik kasar anak, orang tua bisa memberikan stimulasi sejak dini. Stimulasi diberikan sesuai dengan usia anak.

“Bayi perlu belajar menciptakan sebuah gerakan yang dilakukan secara sadar untuk kemampuan hidupnya, misalnya menguatkan otot kaki supaya kuat berjalan atau menjaga keseimbangan sehingga tidak terjatuh. Dengan memperbanyak stimulasi pada bayi maka mampu mengasah kemampuannya lebih baik,” ujar Carmelia saat bincang-bincang pada Kulwap Orami Community, Selasa (5/3) lalu.

Baca Juga: Cara Menstimulasi Indra Bayi Saat Mandi dengan Menyenangkan

Stimulasi Motorik yang Menyenangkan

motorik anak

Stimulasi untuk merangsang kemampuan motorik anak harus dilakukan dengan cara-cara yang menyenangkan. Anggap saja seperti bermain sambil belajar.

Nah, ada beberapa hal yang diperhatikan orang tua sebelum melatih stimulasi motorik kasar pada anak, menurut Carmelia yang juga merupakan co-founder Rumah Dandelion ini. Yaitu sebagai berikut:

● Percaya diri. Ya, sebagai orang tua, Moms harus percaya pada kemampuan diri sendiri untuk bermain dengan anak. Hal ini dapat dibantu dengan mempelajari tahapan perkembangan motorik anak sehingga orang tua memahami permainan apa saja yang sesuai dengan usia anak. Tak ada salahnya dengan memperkaya informasi dan pengalaman dengan mengunjungi pusat pendidikan dan kegiatan keluarga.

● Observasi kemampuan anak. Maksudnya adalah, Moms harus memerhatikan perilaku dan kondisi anak ketika bermain. Hal ini penting karena bisa untuk memantau perkembangan kemampuan motorik anak. Jika nantinya membutuhkan bantuan, Moms dapat mendiskusikan dengan ahli melalui screening tumbuh kembang anak.

● Antusias itu penting. Ya, lakukan stimulasi sebagai hal yang menyenangkan. Ketika orang tua antusias untuk bermain, maka hal tersebut secara tidak langsung akan menular pada anak. Tapi, jangan lupa untuk memerhatikan jam bermain anak, hindari sesaat setelah minum susu atau setelah makan.

Baca Juga: 5 Cara Stimulasi Kemampuan Indra Bayi

Dengan memerhatikan hal di atas, pastinya stimulasi kemampuan motorik anak akan semakin lancar. Rasa khawatir pada kondisi anak itu wajar terjadi, apalagi jika anak masih berusia kecil.

Namun, tak perlu takut anak terjatuh atau terluka saat bermain, yang penting orang tua selalu mengawasi dengan baik. Kemampuan motorik yang berkembang optimal dapat berdampak baik bagi kehidupannya di masa yang akan mendatang.

Artikel Terkait