NEWBORN
8 Februari 2019

Sebelum Disuapkan, MPASI Tidak Boleh Ditiup, Mitos atau Fakta?

Bahkan terkadang kebiasaan yang terkesan sangat sepele pun bisa membahayakan buah hati Moms.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Merawat bayi memang bukan pekerjaan mudah. Bahkan terkadang kebiasaan yang terkesan sangat sepele pun bisa membahayakan buah hati Moms.

Salah satu contohnya seperti setiap kali Moms meniup MPASI Si Kecil. Tindakan tersebut memungkinkan MPASI yang dikonsumsi Si Kecil terkontaminasi bakteri berbahaya. Kedengarannya aneh, bukan?

Hindari Meniup Makanan Panas, Khususnya MPASI Bayi

Moms mungkin berpikir, mana mungkin meniupnya bisa menyebabkan MPASI terpapar bakteri.

Perlu Moms ketahui bahwa saat bayi lahir tubuhnya belum terpapar bakteri Streptococcus, bakteri yang menyebabkan lubang pada gigi, penyebab utama kerusakan gigi.

Dr. Art Nowak, DMD, mantan pimpinan American Board of Pediatric Dentistry, mengatakan bahwa terkontaminasi bakteri tersebut membuat bayi berisiko mengalami gigi berlubang, bahkan sebelum Moms melihat tanda-tanda gigi pertamanya akan tumbuh.

Lebih lanjut Dr. Nowak menjelaskan bahwa saat gigi pertama bayi tumbuh, bakteri Streptococcus mulai mengembangkan plak. Entah itu dari ASI atau susu formula, aktivitas bakteri dimulai di dalam plak yang terbentuk. Dalam waktu singkat, aktivitas tersebut mulai menciptakan asam dan memulai seluruh proses kerusakan gigi.

Dokter spesialis gigi anak Jane Soxman, DDS, mengatakan bahwa gigi anak-anak paling rentan terhadap bakteri saat mereka baru mulai berkembang.

Sementara itu, Dr Paul Bacchia selaku penasihat kesehatan mulut DHSV, menjelaskan bahwa orang tua dengan kerusakan gigi memiliki kemungkinan terbesar mentransfer bakteri Streptococcus mutan pada buah hatinya.

Baca Juga : Siap Memperkenalkan MPASI Pada Si Kecil Dengan 6 Cara Ini

Peran Streptococcus Mutan Terhadap Kerusakan Gigi Anak

Salah satu penelitian di Australia yang dilakukan oleh Townsend G dkk., menemukan bahwa kebanyakan bayi dan balita terpapar bakteri Streptococcus dari ibu mereka.

Bakteri menyebar saat orang tua berbagi air liur dengan cara meniup makanan buah hati mereka, makan dari sendok yang sama, dan bahkan mencium bayi mereka (cium mulut).

Penelitian yang dilakukan oleh Davey dkk., pada tahun 1980-an juga mengidentifikasikan bahwa ibu merupakan sumber utama kolonisasi bakteri di dalam mulut bayi.

Bukan hanya itu, penelitian juga menunjukkan anak-anak yang terpapar Streptococcus mutan di awal kehidupan memiliki risiko gigi berlubang yang lebih besar di masa kecil.

Salah satu penelitian yang menyebutkan hal tersebut adalah “The earlier the colonization by mutans streptococci, the higher the caries prevalence at 4 years of age” yang dilakukan oleh Kohler dkk., terhadap 78 anak di Swedia.

Penelitian dimulai saat anak-anak tersebut berusia 15 bulan dan berlanjut sampai mereka berusia 4 tahun.

Hasilnya 89% anak-anak yang terpapar Streptococcus mutan pada usia 2 tahun, cenderung mengalami gigi berlubang saat berusia 4 tahun. Sementara anak-anak yang terpapar saat berusia 3-4 tahun, hanya 36% yang mengalami gigi berlubang pada usia 4 tahun.

Pentingnya Melakukan Tindakan Pencegahan

Dengan tujuan menghindarkan Si Kecil dari paparan bakteri Streptococcus mutan, penting untuk mencoba dan menghindari berbagi air liur dengan Si Kecil. Alih-alih meniup MPASI, Moms bisa membiarkannya dingin beberapa saat sebelum waktu makan Si Kecil.

Namun, Dr. Soxman mengatakan bahwa perlu dilakukan tindakan pencegahan lainnya yang bisa lebih membantu. Moms bisa menyeka mulut Si Kecil sesering Moms mengganti popoknya. Pastikan Moms membersihkan lidah, pipi, dan gigi Si Kecil. Dengan begitu, koloni bakteri tidak akan terbentuk.

Dengan adanya penjelasan di atas, bisa dikatakan bahwa larangan meniup MPASI bayi memang merupakan fakta. Hal terpenting, jangan lupa selalu jaga kebersihan mulut Si Kecil ya, Moms. Termasuk mengajarkan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut serta rutin berkonsultasi dengan dokter gigi saat gigi Si Kecil sudah tumbuh.

(RGW)

Artikel Terkait