PROGRAM HAMIL
17 Oktober 2019

Serba-serbi Mengenai Folic Acid yang Biasa Diresepkan Saat Program Hamil

Mengonsumsi folic acid dapat melindungi bayi dari cacat lahir
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Bagi Moms yang sudah pernah menjalani program hamil atau kehamilan, pasti sudah terbiasa mendengar folic acid.

Ya, folic acid memang biasa diresepkan Dokter sebagai suplemen dalam menjaga kesehatan kandungan.

Namun sebenarnya, folic acid lebih baik dikonsumsi sejak sebelum program hamil untuk mendapatkan manfaat maksimal bagi kesehatan bayi.

Baca Juga: 10 Kesalahan Yang Umum Terjadi Saat Program Hamil

“Kami ingin menekankan pentingnya mengonsumsi multivitamin setiap hari, saat sebelum dan selama kehamilan,” ungkap Direktur National Folic Acid Campaign saat March of Dimes di White Plains, New York, Janis Biermann, seperti dikutip dari webmd.com.

Yuk kenali lebih dalam folic acid program hamil berikut ini.

1. Mengenal Folic Acid

1 Mengenal Folic Acid.jpg

Foto: healthline.com

Folic acid merupakan sejenis folat atau vitamin B yang krusial bagi kesehatan, terutama untuk Moms yang sedang berusaha hamil atau sedang hamil.

Folic acid dapat ditemui secara alami pada sayuran hijau, kacang-kacangan, dan orange juice. Selain dalam bentuk makanan, folic acid juga dapat ditemui dalam bentuk sintetis dan pil vitamin.

Menu sarapan yang diperkaya dengan sereal, makanan yang mengandung biji-bijian, dan juga pil vitamin merupakan bentuk sintetis folic acid.

Baca Juga: Sedang Program Hamil? Yuk Ikut Senam Yoga

Bentuk sintetis ini lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan bentuk alami.

Selain itu, sebagian besar Moms juga tidak mendapatkan asupan folic acid yang cukup hanya dari makanan, sehingga biasanya perlu mendapatkan tambahan pil vitamin atau suplemen folic acid untuk memaksimalkan asupannya.

2. Folic Acid Program Hamil

2 Folic Acid Program Hamil.jpg

Foto: bodyhealthylife.com

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hampir 70% dari semua cacat tabung saraf (cacat lahir pada otak dan tulang belakang) dapat dicegah jika setiap wanita subur mengonsumsi folic acid setiap hari.

Untuk itu, sangat penting mengonsumsi folic acid program hamil karena tabung saraf menutup 24-28 hari setelah pembuahan.

“Pada saat wanita menemukan bahwa sedang hamil, tabung saraf mungkin sudah tertutup,” ungkap Kepala Bagian Epidemiologi Pediatrik di National Institutes of Child Health serta Human Development di National Institutes of Health, James L. Mills, M.D., seperti dikutip dari parents.com.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Stres Saat Menjalani Program Hamil

Folic acid program hamil juga dapat membantu mengurangi risiko beberapa masalah kesehatan lainnya, seperti spina bifida (penyebab utama kelumpuhan pada anak) dan anencephaly (bayi lahir dengan otak dan tengkorak yang belum terbentuk sempurna).

Penelitian dari UC Davis juga menemukan bahwa Moms yang mengonsumsi folic acid berisiko lebih kecil memiliki anak dengan masalah autism spectrum disorder (ASD).

Selain sebelum hamil, folic acid juga disarankan tetap dikonsumsi beberapa waktu saat kehamilan untuk memaksimalkan perkembangan plasenta dan janin.

3. Asupan Folic Acid

3 Asupan Folic Acid.jpg

Foto: hellomagazine.com

Folic acid program hamil ada baiknya dikonsumsi setidaknya 400 mikrogram dalam bentuk sintetis setiap hari.

Sedangkan wanita yang sedang dalam masa kehamilan dapat mengonsumsi 600 mikrogram folic acid setiap hari.

Tubuh menyerap folic acid lebih baik jika dalam bentuk vitamin dibandingkan dalam bentuk makanan, sehingga asupan folic acid dalam bentuk suplemen atau multivitamin tetap dianjurkan pada Moms yang sedang program hamil maupun sedang dalam kehamilan.

Sebagian besar vitamin pra-kehamilan mengandung 800-1.000 mikrogram per tablet, sehingga dengan mengonsumsi folic acid program hamil dalam bentuk pil dirasa mencukupi.

Artikel Terkait