BALITA DAN ANAK
1 Juli 2020

Sisi Negatif Mainan Elektronik untuk Balita

Mainan elektronik bisa berefek buruk jika tidak digunakan dengan tepat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Setiap hal memiliki plus dan minus. Mainan elektronik mungkin memiliki sejumlah manfaat untuk balita. Namun, ada pula sisi negatif mainan elektronik untuk balita yang perlu Moms waspadai.

Ada banyak jenis mainan elektronik untuk balita di pasaran, mulai dari mobil-mobilan yang bisa bergerak dengan kekuatan baterai sampai laptop mainan.

Meski perusahaan terus menerus meluncurkan mainan elektronik baru yang menjanjikan stimulasi kecerdasan bagi Si Kecil, jangan mudah terbujuk, Moms. Sebab, mainan yang cocok untuk anak usia 0-3 tahun adalah yang sederhana dan tidak memerlukan baterai.

“Mainan terbaik untuk balita adalah permainan tak berstruktur, kreatif, dan interaktif karena membantu merangsang keterampilan kognitif dan bahasa Si Kecil,” kata Catherine Workman, MD, seorang ahli perkembangan anak di Amerika Serikat.

Baca Juga: 4 Ide Permainan Konstruktif dan Manfaatnya untuk Balita

3 Sisi Negatif Mainan Elektronik untuk Balita

Berikut sisi negatif mainan elektronik untuk balita:

1. Mainan dengan Layar Mengurangi Interaksi Tatap Muka

touchscreen, sisi negatif mainan elektronik untuk balita.jpg

Foto: StockSnap from Pixabay

Akademi Dokter Anak Amerika (AAP) tidak menyarankan penggunaan mainan elektronik dengan layar pada periode usia ini. Sebab, mainan tersebut bisa mengganggu interaksi dengan orang dewasa yang diperlukan untuk mendorong perkembangan otak Si Kecil.

“Penelitian menunjukkan bahwa interaksi tatap muka lebih efektif untuk merangsang kemampuan sosial dan perkembangan bahasa daripada mainan dengan layar,” jelas Workman.

Baca Juga: Permainan yang Merangsang Calistung pada Anak

2. Anak Jadi Kurang Aktif dan Imajinatif

imajinatif, sisi negatif mainan elektronik untuk balita.jpg

Foto: positiveparentingsolutions.com

Menurut situs web lubulona, mainan tanpa lampu maupun suara bisa memengaruhi keterampilan bahasa secara positif. Anak-anak jadi berpura-pura membuat mainan tersebut bisa berbicara. Saat memainkan dua boneka, Si Kecil membuat mereka bercakap-cakap.

Kalau benda tersebut sudah mengeluarkan suara, kemungkinan besar Si Kecil jadi tidak aktif secara verbal dan imajinatif saat bermain.

Sependapat, situs web Zero to Three menuliskan bahwa semakin banyak yang bisa dilakukan mainan, semakin sedikit yang perlu Si Kecil lakukan. Jika Si Kecil duduk dan menonton mainan melakukan pertunjukan, itu namanya hiburan, bukan edukasi.

“Dengan kata lain, mainan yang paling berguna adalah yang memerlukan paling banyak aksi oleh Si Kecil. Semakin banyak Si Kecil harus menggunakan pikiran dan tubuh mereka untuk membuat sesuatu bekerja, semakin banyak yang mereka pelajari,” tulis situs web tersebut.

Baca Juga: 10 Ide Mainan Anak 1 Tahun yang Bisa Dibuat di Rumah

3. Anak Tidak Belajar Sebab-Akibat

sebab akibat, sisi negatif mainan elektronik untuk balita.jpg

Foto: secondhandapp.com

Mainan tersebut juga bisa membingungkan bagi Si Kecil yang sedang belajar sebab-akibat. Jika mainan tiba-tiba mengeluarkan suara musik atau tidak jelas tombol mana yang menyebabkan lampu mainan menyala, Si Kecil tidak belajar aksi mana (sebab) yang menghasilkan cahaya dan musik (akibat).

Banyak mainan mengklaim bisa membuat Si Kecil lebih pintar. Padahal, hal tersebut belum terbukti. Justru alat pembelajaran terbaik adalah barang-barang rumah tangga yang aman digunakan anak-anak seperti mangkuk plastik untuk diisi air atau pasir, tumpukan bantal untuk dipanjat, atau baju lama untuk bermain peran.

Bagaimanapun, bukan berarti mainan elektronik tidak boleh sama sekali diberikan kepada Si Kecil, Moms. Pilih mainan yang tepat dan dampingi anak agar bisa menggunakannya dengan bijak untuk meminimalisasi sisi negatif mainan elektronik untuk balita.

Artikel Terkait