COVID-19
14 Oktober 2020

Swab Test Gratis di Puskesmas? Ini Ketentuannya!

Hal ini dijelaskan oleh Doni Monardo, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Amelia Puteri

Keperluan untuk swab test semakin meningkat sebagai salah satu cara skrining COVID-19 yang lebih akurat dibandingkan jenis tes lain. Tetapi bagi banyak orang, melakukan swab test cukup menghabiskan biaya yang tidak murah.

Tahukah Moms, bahwa Moms kini bisa melakukan swab test gratis di Puskesmas? Hal ini disampaikan oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo.

Ada beberapa kriteria dan persyaratan yang perlu disimak untuk mendapatkan swab test gratis. Cari tahu penjelasannya berikut ini.

Baca Juga: Daftar Lokasi Swab Test di Jakarta, Tarif Mulai dari Rp875 Ribu!

Kriteria Melakukan Swab Test Gratis di Puskesmas

swab test gratis-1

Foto: Orami Photo Stock

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Doni Monardo, menjelaskan dalam rilisan di situs resmi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Doni mengatakan pemeriksaan uji spesimen melalui Tes Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) gratis bagi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien positif COVID-19.

Menurut Doni, pemerintah pusat telah memberikan reagen ke berbagai daerah untuk melakukan uji sampel spesimen virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Sehingga, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas dapat memberikan pelayanan dan penanganan COVID-19 gratis berbasis data.

“Untuk yang di Puskesmas seharusnya gratis (tidak dipungut biaya), karena reagen itu diberikan dari pusat, dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Satgas COVID-19. Kemudian juga Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota juga ada yang menyelenggarakan (pengadaan) reagen sendiri,” jelas Doni pada Jumat (9/10).

Selain itu, Doni meminta agar ada yang melapor apabila masih ada pihak yang memberikan beban biaya bagi masyarakat untuk melakukan tracing, dari kontak erat salah satu pasien COVID-19 dengan Swab PCR.

“Kalau toh mungkin masih ada pungutan-pungutan, mohon kami bisa diinformasikan, sehingga kami bisa mencari solusinya,” tegas Doni.

Lebih lanjut, Doni menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat terbebani untuk melakukan pemeriksaan spesimen, sehingga solusi terbaik akan selalu diupayakan dalam rangka memutus rantai penularan COVID-19.

“Sejauh ini, mereka yang kontak erat dilakukan tracing itu seharusnya gratis. Tidak boleh ada pungutan sebesar apapun. Seharusnya gratis,” imbuhnya.

Baca Juga: 5 Layanan Swab Test di Rumah, Cek Di Sini!

Kapasitas Laboratorium di Daerah Terus Ditingkatkan

swab test gratis-2

Foto: Orami Photo Stock

Sebelumnya, Doni yang juga menjabat sebagai Kepala BNPB menjelaskan bahwa selain memberikan reagen kepada beberapa daerah, Pemerintah Pusat melalui Satgas Penanganan COVID-19 dan Kemenkes juga telah dan akan terus menyalurkan mesin PCR dan laboratorium.

Hal ini dilakukan, guna percepatan dan pemerataan uji spesimen berbasis reagen.

Dijelaskan Doni, awalnya Pemerintah Indonesia hanya punya 1 laboratorium yang berfungsi yakni Balitbankes Kemenkes.

Kemudian seiring perkembangannya, laboratorium diperbanyak hingga 374 unit, dan tersebar di sejumah daerah dengan kapasitas dari uji sampel mencapai rata-rata di atas 35 ribu spesimen.

“Sekarang ini, sudah ada 374 laboratorium. Suatu angka yang sangat besar. Demikian juga kemampuan testing per hari yang semula per hari 2.000 kemudian meningkat 10.000, 20.000, 30.000, nah sekarang sudah rata-rata di atas 35.000,” jelas Doni.

Di sisi lain, Doni mengakui bahwa jumlah uji spesimen itu juga belum merata di seluruh Indonesia. Sehingga, kondisi ini masih menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai kriteria untuk bisa swab test gratis di Puskesmas.

Baca Juga: Biaya Drive Thru Rapid Test COVID-19 di DKI Jakarta

Artikel Terkait