BALITA DAN ANAK
10 April 2020

Tanda-tanda Anak Mengalami Mata Minus

Perhatikan tanda-tandanya sejak dini ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Seorang anak membutuhkan banyak kemampuan untuk mendukung keberhasilannya di sekolah. Visual yang baik adalah salah satunya.

Membaca, menulis, mengerjakan soal di papan tulis, dan menggunakan komputer adalah beberapa tugas visual yang dilakukan siswa setiap harinya di kelas. Untuk itulah, organ mata sangat penting bagi keberlangsungan saat pembelajaran.

Miopia atau yang disebut juga dengan rabun jauh adalah penyebab paling umum gangguan penglihatan pada anak.

Dalam beberapa tahun terakhir, prevalensinya tumbuh pada tingkat yang mengkhawatirkan. Secara global, penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2000, sekitar 25 persen populasi dunia rabun jauh.

Pada 2050, 50 persen dari populasi dunia, total hampir 5 miliar akan rabun, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di Journal Ophthalmology.

Keterampilan Penglihatan untuk Keberhasilan di Sekolah

Tanda-tanda Anak Mengalami Mata Minus 3.jpg

Foto: freepik.com

Penglihatan lebih dari sekadar kemampuan untuk melihat dengan jelas, tapi juga kemampuan dalam memahami dan menanggapi apa yang dilihat.

Ada banyak keterampilan visual dasar selain melihat dengan jelas yang penting untuk mendukung keberhasilan akademik.

Nah, Moms, tiap anak harus memiliki beberapa keterampilan penglihatan di bawah ini untuk membaca supaya bisa belajar secara efektif.

  1. Ketajaman visual: Kemampuan melihat dengan jelas pada jarak jauh untuk melihat papan tulis, pada jarak menengah untuk komputer, dan dari dekat untuk membaca buku.
  2. Pemfokusan mata: Kemampuan secara cepat dan akurat mempertahankan penglihatan yang jelas ketika jarak dari objek berubah.
  3. Pelacakan mata: Kemampuan untuk menjaga mata pada sasaran ketika melihat dari satu objek ke objek lain, menggerakkan mata di sepanjang halaman yang dicetak atau mengikuti objek bergerak seperti bola yang dilemparkan.
  4. Eye teaming: Kemampuan untuk mengoordinasikan dan menggunakan kedua mata bersamaan ketika menggerakkan mata di sepanjang halaman yang dicetak, dan untuk dapat menilai jarak dan melihat kedalaman untuk pekerjaan kelas dan olahraga.
  5. Koordinasi mata-tangan: Kemampuan dalam memanfaatkan informasi visual untuk memantau dan mengarahkan tangan ketika melakukan aktivitas.
  6. Persepsi visual: Kemampuan untuk mengatur gambar pada halaman yang dicetak menjadi huruf, kata, dan ide serta untuk memahami dan mengingat apa yang dibaca.
  7. Pengenalan: Kemampuan untuk membedakan antara huruf-huruf seperti "b" dan "d".
  8. Pemahaman: Kemampuan "menggambarkan" dalam benak apa yang terjadi dalam cerita yang dibaca.
  9. Retensi: Kemampuan mengingat dan mengingat detail dari apa yang dibaca.

Jika salah satu dari keterampilan visual ini kurang atau tidak berfungsi dengan baik, seorang anak harus bekerja lebih keras untuk belajar secara efektif.

Maka, Moms dan Dads serta guru di sekolah perlu waspada terhadap gejala yang mungkin mengindikasikan seorang anak memiliki masalah penglihatan.

Baca Juga: Mata Gempi Minus dan Silinder, Bolehkah Anak Pakai Lensa Kontak?

Tanda-tanda Anak Mengalami Mata Minus

Tanda-tanda Anak Mengalami Mata Minus 2.jpeg

Foto: pexels.com

Rabun jauh (miopia) adalah kondisi penglihatan di mana anak tidak dapat melihat objek jauh. Ini terjadi ketika bentuk mata menyebabkan sinar cahaya menekuk (membiaskan) secara tidak benar, memfokuskan gambar di depan retina, bukan pada retina.

Seorang anak mungkin tidak memberitahu Moms dan Dads bahwa dia memiliki masalah penglihatan karena mereka mungkin berpikir tidak ada yang salah dengan penglihatannya.

Ada beberapa tanda-tanda anak mengalami mata minus yang bisa Dads dan Moms perhatikan, di antaranya:

  1. Keluhan ketidaknyamanan dan kelelahan yang dialami.
  2. Sering menggosok mata atau berkedip.
  3. Kebutuhan untuk menyipitkan mata atau menutup sebagian untuk melihat dengan jelas.
  4. Buram melihat benda yang jauh.
  5. Menghindari membaca dan kegiatan dekat lainnya.
  6. Sering sakit kepala karena kelelahan mata.
  7. Menutupi satu mata.
  8. Mendekatkan bahan bacaan ke wajah.
  9. Kesulitan mengingat apa yang dia baca.

Tidak diobati dan tidak terdeteksi tanda-tanda anak mengalami mata minus dapat menimbulkan beberapa gejala yang sama seperti dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), seperti hiperaktif dan distraktibilitas.

Karena kesamaan ini, anak-anak yang memunculkan gejala-gejala ini harus memiliki pemeriksaan penglihatan yang komprehensif dengan dokter mata untuk menghindari kesalahan diagnosis.

Baca Juga: Selain Kacamata, Ini 7 Cara Menghilangkan Mata Minus Lainnya

Kapan Waktu yang Tepat untuk Tes Mata?

Tanda-tanda Anak Mengalami Mata Minus 1.jpg

Foto: freepik.com

Setidaknya anak harus mendapatkan pemeriksaan mata saat umur 6 bulan, 3 tahun, setiap tahun, atau lebih sering jika memang ada masalah spesifik yang direkomendasikan oleh dokter optometry mereka.

Sayangnya, orang tua dan pendidik sering salah berasumsi bahwa jika seorang anak lulus tes baca di sekolah, tidak ada masalah penglihatan.

Tergantung pada tingkat miopia anak, ada berbagai treatment yang diperlukan. Misalnya dengan kacamata, lensa kontak atau operasi refraktif.

Menurut Journal Myopia, orang yang mengalami rabun jauh dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok, yakni mereka yang memiliki miopia derajat rendah sampai sedang (0 hingga −6 dioptres) dan mereka yang memiliki miopia tinggi atau patologis (lebih besar dari 6 dioptres).

Baca Juga: Adakah Pengobatan Mata Minus pada Anak? Ini Kata Ahli!

Moms, itulah tanda-tanda anak mengalami mata minus yang patut Moms dan Dads perhatikan. Pada kenyataannya, keterampilan penglihatan yang dibutuhkan untuk keberhasilan membaca dan belajar jauh lebih kompleks.

Perubahan penglihatan dapat terjadi tanpa anak atau Moms sadari. Semakin dini masalah penglihatan terdeteksi dan diobati, semakin besar kemungkinan perawatan akan berhasil.

Bila diperlukan, dokter dapat meresepkan perawatan seperti kacamata, lensa kontak, dan / atau terapi penglihatan untuk memperbaiki masalah penglihatan.

Hal yang paling penting, tetap perhatikan Si Kecil supaya mata minus bisa cepat terdeteksi ya, Moms.

Artikel Terkait