3-12 BULAN
15 November 2019

Urin Bayi Kemerahan? Belum Tentu Darah, Moms

Warna kemerahan pada urin bayi bisa menjadi indikasi bayi mengalami dehidrasi.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Jika Moms melihat ada noda merah atau agak orange di popok bayi, mungkin Moms akan langsung panik dan berpikir bahwa urin bayi kemerahan disebabkan oleh darah.

Padahal hal tersebut belum tentu seperti yang Moms takutkan lho dan merupakan hal umum yang dialami oleh bayi baru lahir.

Cari tahu info selengkapnya tentang urin bayi kemerahan di bawah ini, Moms.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Tak Boleh Menahan Pipis Terlalu Lama

Popok Kemerahan

1 Popok Kemerahan.jpg

Foto: momtricks.com

Dikutip dari jurnal Disease in Childhood, munculnya urin bayi kemerahan atau orange pada popoknya bisa terjadi karena urate crystals.

Meski terlihat mengkhawatirkan untuk melihat warna urin kemerahan menyerupai bercak darah pada popok bayi, kondisi ini merupakan hal yang umum ditemui pada bayi baru lahir.

Dikutip dari verywellfamily.com, sebuah studi menemukan bahwa masalah urate crystals ditemukan pada 64% kasus urin bayi kemerahan yang baru lahir.

Urate crystals atau yang biasa disebut sebagai bercak batu bata merupakan kombinasi kalsium dan urate (garam yang berasal dari asam urat), zat yang normal ditemui pada urin bayi.

Meski umum ditemui pada urin bayi baru lahir, namun warna urin bayi kemerahan ini tidak selalu muncul setiap bayi buang air kecil, hanya pada beberapa waktu saja.

Baca Juga: Perbandingan Buang Air Besar: Bayi Minum ASI Eksklusif VS Susu Formula

Penyebab Urate Crystals

2 Penyebab Urate Crystals.jpg

Foto: webmd.com

Urate crystals biasa terjadi pada beberapa hari pertama kehidupan bayi, terutama saat bayi masih kehilangan berat badan ketika menyusui.

Penurunan berat badan ini mencapai puncaknya di hari ke-tiga dan ke-empat kehidupan bayi.

“Bayi baru lahir dengan ASI eksklusif akan mengalami penurunan berat badan saat menunggu susu Moms untuk keluar. Saat berat badan turun, bayi juga kehilangan berat air dan rentan mengalami dehidrasi. Saat bayi kehilangan air, konsentrasi urin bayi akan semakin meningkat. Semakin terkonsentrat, maka akan berubah menjadi kristal dan membuat warna urin merah/orange di popok bayi,” ungkap dokter anak asal Orlando, Gregory Gordon MD, seperti dikutip dari gregorygordonmd.com.

Hidrasi Bayi

3 Hidrasi Bayi.jpg

Foto: chekyang.com

Urate crystals yang berlangsung selama lebih dari tiga hari dapat menjadi tanda dehidrasi atau indikasi bahwa bayi tidak mendapatkan cukup susu.

Moms dapat berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli laktasi untuk membantu mengatasi masalah produksi ASI Moms agar bayi mendapatkan nutrisi yang lengkap dari ASI.

Sangat jarang kasus urate crystals yang merubah warna urin bayi jadi kemerahan, terutama yang dialami saat beberapa minggu kehidupan bayi ini menandakan kondisi serius, seperti disfungsi ginjal atau gangguan metabolik lain yang mengakibatkan hyperuricemia (tingginya kadar asam urat dalam darah).

“Selama bayi tidak mengalami dehidrasi, urate crystals pada urin bayi tidak menimbulkan masalah serius,” ungkap Dokter anak Jo Ann Rohyans, seperti dikutip dari babycenter.com.

Beberapa tanda bayi dehidrasi yang dapat memicu warna urin bayi menjadi kemerahan, antara lain: berkurangnya air liur, bibir kering, popok bayi kering selama enam jam lamanya, hingga bayi lesu.

Nah, Moms, jadi jika Moms melihat tanda-tanda ini, ada baiknya segera membawa Si Kecil untuk berkonsultasi dengan Dokter, ya!

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil di Malam Hari, Hati-Hati, Penyakit Nokturia Mengintai Kita

(GS/DIN)

Artikel Terkait