KEHAMILAN
28 Juli 2020

Mengenal Virus Zika Dalam Kehamilan, Ini Gejala dan Cara Penularannya

Virus zika dalam kehamilan patut diwaspadai karena berdampak pada janin
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Seperti yang dilansir dari March of Dimes, Zika merupakan virus yang menyebabkan masalah serius selama kehamilan dan dapat menular kepada janin dalam kandungan.

Moms perlu mengetahui bahwa virus Zika dalam kehamilan dapat menyebabkan bayi cacat lahir atau disebut dengan mikrosefali dan masalah otak lainnya.

Dilansir dari health.govt.nz, beberapa negara terutama Brazil, mengalami peningkatan jumlah bayi yang terlahir cacat yang disebabkan oleh penularan virus Zika saat mereka masih berada dalam kandungan.

Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan mengenai virus Zika dalam kehamilan.

Baca Juga: 6 Gejala Penyakit DBD pada Anak, Jangan sampai Terkecoh ya Moms!

Mengenal Virus Zika

Ketahui Mengenai Virus Zika Dalam  Kehamilan.jpg

Foto: pinterest.com

Virus Zika merupakan penyakit yang ditularkan serangga, terutama oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi yang dapat menyebabkan demam berdarah dan demam kuning.

Nama Zika diambil dari nama hutan di Uganda, tempat binatang monyet dengan virus yang pertama kali ditemukan pada tahun 1947.

Biasanya virus Zika dalam kehamilan relatif sedikit menunjukkan tanda-tanda infeksi Zika. Namun, bukan berarti ringan pada gejala tidak membuatnya menjadi hal yang wajar.

Virus Zika dalam kehamilan harus diwaspadai karena membahayakan ibu dan bayi dalam kandungan.

Bukan hanya cacat lahir, namun Moms juga bisa mengalami keguguran.

Wakil Presiden Senior dan Kepala Petugas Medis March of Dimes, Edward RB McCabe, MD, Ph.D., mengatakan bayi akan terlahir dengan kepala dan otak kecil yang tidak normal atau dikenal dengan mikrosefali yang dikaitkan dengan keterlambatan perkembangan, keterbelakangan mental, kejang, dan berakibat fatal dalam beberapa kasus.

Virus ini juga dapat menyebabkan glaukoma, gangguan pendengaran, masalah penglihatan, dan gangguan pertumbuhan pada bayi.

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Penyakit DBD yang Bisa Dilakukan di Rumah

Penularan Virus Zika

Ketahui Mengenai Virus Zika Dalam  Kehamilan 2.jpg

Foto: practicalparenting.com.au

Virus Zika menyebar dalam beberapa cara:

1. Melalui Gigitan Nyamuk.

Ini adalah cara paling umum penyebaran Zika.

Moms bisa terinfeksi dari nyamuk yang membawa virus Zika. Nyamuk pun bisa menjadi pembawa virus setelah menggigit orang yang terinfeksi.

Nyamuk kemudian dapat menularkan virus dengan menggigit orang lain.

Virus Zika biasanya tinggal dalam darah seseorang selama sekitar satu minggu setelah terinfeksi.

Nyamuk yang membawa virus Zika paling sering menggigit pada siang hari, walau mereka juga bisa menggigit pada malam hari.

2. Ditularkan kepada Bayi Selama Kehamilan dan Kelahiran.

Diperlukan lebih banyak penelitian, tetapi para ahli berhipotesis bahwa virus Zika dapat melewati plasenta ke bayi Moms.

Sebab, plasenta tumbuh di rahim memasok bayi Anda dengan makanan dan oksigen melalui tali pusar.

Baca Juga: Ini Tanda DBD (Demam Berdarah Dengue) yang Bisa Terjadi pada Anak

3. Melalui Hubungan Seks dengan Orang yang Terinfeksi.

Saat berhubungan seks, seorang pria yang terinfeksi dapat menularkan virus zika melalui air mani.

Wanita yang terinfeksi dapat menularkan virus zika ke pasangannya saat berhubungan seks melalui cairan vagina atau darah dari periode menstruasi.

Dilansir dari Parents, virus Zika juga dapat ditularkan secara seksual, melalui hubungan seks oral.

4. Melalui Darah dan Jaringan Tubuh yang Terinfeksi

Moms mungkin bersentuhan dengan darah atau jaringan tubuh dalam perawatan kesehatan atau jika Moms memimliki transfusi darah.

Transfusi darah adalah saat Anda memasukkan darah baru ke dalam tubuh Anda.

Ketika nyamuk menggigit dan mengambil darah dari seseorang yang terinfeksi, serangga itu akan ikut terinfeksi dan kemudian menyebarkan melalui gigitan pada korban selanjutnya.

Virus Zika ini akan menular pada janin yang dikandung selama kehamilan atau saat persalinan. Virus terdeteksi di jaringan janin, cairan ketuban, dan dalam plasenta.

Baca Juga: Jangan Terlena Corona, Menkes RI Ingatkan Bahaya DBD yang Lebih Mengancam

Gejala Virus Zika

Ketahui Mengenai Virus Zika Dalam  Kehamilan 3.jpg

Foto: freepik.com

Anda dapat mengetahui apakah Anda memiliki Zika dengan tes darah atau tes urin.

Penyedia layanan kesehatan Anda dapat menggunakan kedua tes tersebut.

Kebanyakan orang dengan Zika (sekitar 80 persen atau 4 dari 5 orang) tidak sakit dan tidak memiliki tanda atau gejala.

Jika Anda sakit dengan Zika, itu biasanya penyakit ringan, dan Anda mungkin tidak tahu bahwa Anda terinfeksi.

Jika Anda memiliki tanda atau gejala Zika, biasanya mulai 2 hingga 7 hari setelah Anda terpapar virus.

Tanda-tanda suatu kondisi adalah hal-hal yang dapat dilihat atau diketahui orang lain tentang Anda, seperti ruam atau batuk.

Baca Juga: Sebabkan Kematian, Kenali 7 Gejala DBD Pada Anak dan Pertolongan Pertama yang Harus Diberikan

Tanda dan gejala yang paling umum termasuk:

  • Sakit kepala
  • Demam (Anda mungkin demam atau tidak jika menderita Zika.)
  • Nyeri sendi atau otot
  • Mata merah muda (juga disebut konjungtivitis)
  • Ruam

Ibu hamil akan mengalami demam yang tinggi selama beberapa hari, biasanya akan muncul lalu hilang, muncul kembali lalu hilang lagi.

Banyaknya, ibu hamil tidak merasakan infeksi dari virus ini dan tidak menghiraukan gejala dengan cepat.

Moms juga perlu waspada jika mengalami nyeri pada bagian belakang mata.

Moms juga akan merasa cepat lelah, mengalami ruam yang muncul di beberapa bagian tubuh yang menyebar sangat cepat. Gejala lainnya adalah mengalami sakit kepala yang tidak kunjung hilang.

Jika Moms mengalami gejala-gejala tersebut, akan ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Mengenal Chikungunya, Penyakit Karena Virus yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil

Artikel Terkait