KEHAMILAN
10 Agustus 2020

Waspada Operasi Sesar Gagal, Ini Dia Dampak dan Penyebabnya!

Layaknya bedah lainnya, Moms juga harus memikirkan kemungkinan, penyebab, dan dampak dari operasi sesar yang gagal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Salah satu keputusan besar pertama yang akan Moms buat sebagai calon ibu adalah bagaimana cara melahirkan Si Kecil. Saat persalinan normal dianggap paling aman, tetapi dokter saat ini lebih sering melakukan operasi seesar. Baik karena kebutuhan medis atau karena kebutuhan pribadi pasien.

Persalinan dengan operasi sesar adalah prosedur operasi bedah yang umum, namun terkadang rumit dan bisa menimbulkan risiko kesehatan bagi ibu dan bayi, serta dianggap sebagai operasi sesar gagal karena menimbulkan kematian.

Lantas, tahukah Moms fakta di balik operasi sesar terkait dengan dampak (baik ringan atau menyebabkan kematian) serta penyebab operasi sesar yang gagal?

Baca Juga: Ketahui Jenis Operasi Caesar dan Metode Penutupan Lukanya

Dampak Operasi Sesar Gagal

Kegagalan Berulang Saat Program IVF, Apa Penyebabnya? 4

Foto: Orami Photo Stock

Operasi sesar yang gagal bisa menimbulkan beberapa efek yaitu komplikasi pada ibu dan pada bayi baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Pada kondisi terburuk, operasi sesar gagal bisa berdampak pada kematian. Simak penjelasan dampak operasi sesar gagal di bawah ini.

Komplikasi pada Ibu

Komplikasi serius yang terjadi pada ibu pasca operasi sesar, dapat dikatakan operasi sesar gagal meskipun tidak berakibat fatal. Dikutip dari Healthline, disebutkan bahwa sebagian besar komplikasi serius yang terkait dengan kelahiran sesar bukan karena operasi itu sendiri. Sebaliknya, komplikasi datang dari alasan kelahiran sesar.

WHO mencatat sepertiga dari semua kematian setelah operasi sesar dikaitkan dengan perdarahan postpartum (32 persen), sebanyak 19 persen pre-eklampsia, sebanyak 22 persen karena sepsis, dan 14 persen terkait anestesi.

Sebagai contoh, seorang wanita yang mengalami solusio plasenta, mungkin memerlukan persalinan sesar darurat dan ini dapat mengakibatkan kehilangan darah yang signifikan. Pada intinya, masalah utama timbul dari solusio plasenta dan bukan operasi yang sebenarnya.

Dalam situasi lain saat persalinan, keadaan darurat yang membutuhkan sesar dapat terjadi. Mungkin tidak ada waktu untuk mendapatkan anestesi epidural atau spinal karena bentuk anestesi ini sulit didapat dan akhirnya mungkin memerlukan anestesi umum.

Dalam kasus tersebut, komplikasi dapat timbul dari anestesi umum. Komplikasi anestesi umum jauh lebih besar daripada komplikasi karena anestesi spinal atau epidural.

Berikut adalah beberapa resiko komplikasi yang muncul karena operasi sesar gagal:

1. Infeksi

Dampak operasi sesar gagal pada ibu yang pertama adalah infeksi. Gejala dan peradangan seperti demam di sekitar daerah operasi sesar, bisa menjadi tanda-tanda infeksi. Menjaga luka tetap bersih dan dalam lingkungan yang steril dapat membantu mengurangi risiko infeksi.

Infeksi setelah bedah sesar adalah hal biasa, karena terjadi di sekitar 2-15 persen dari semua operasi bedah sesar. Luka yang bersentuhan dengan bakteri atau mikroba berbahaya lainnya adalah penyebab umum infeksi ini.

Penyebab berbeda dapat menyebabkan berbagai jenis infeksi lain, seperti selulitis atau infeksi saluran kemih. Komplikasi berbahaya akibat infeksi atau sepsis dapat menimbulkan tekanan darah turun drastis serta kerusakan pada banyak organ.

Kedua hal ini dapat menimbulkan kematian. Pada saat terjadi infeksi, sistem kekebalan tubuh akan aktif untuk melawan penyebab infeksi dengan tidak terkendali

2. Gumpalan Darah

Dampak operasi sesar gagal pada ibu yang selanjutnya adalah munculnya gumpalan darah. Dikutip dari WebMD, operasi sesar membawa lebih tinggi risiko pembekuan darah dibandingkan atas kehamilan itu sendiri.

Menurut Andra James, dokter kandungan asal Duke University School of Medicine, Durham, kehamilan dapat menyebabkan pembekuan darah karena beberapa alasan. Termasuk tekanan pada pembuluh darah panggul dan perubahan hormon dan protein yang mempengaruhi kecenderungan darah untuk membeku.

"Operasi bedah sesar meningkatkan peluang lebih lanjut karena operasi apa pun dapat menyebabkan pembekuan darah. Tubuh merespon operasi dengan memobilisasi mekanisme penyembuhannya. Dan itu melibatkan peningkatan kecenderungan darah untuk menggumpal," ujarnya.

Baca Juga: Hubungan Peningkatan Gumpalan Darah Menstruasi Terhadap Kesuburan

3. Reaksi anestesi

Dampak operasi sesar pada ibu yang lainnya adalah reaksi anestesi. Keadaan darurat dalam operasi sesar terkadang membutuhkan anestesi umum. Misalnya, saat anastesi regional tidak bekerja, ada kelahiran sungsang yang tidak terduga, atau bahu bayi yang tersangkut di jalan lahir atau disebut distosia bahu.

Dikutip dari Healthline, anastesi umum menyebabkan hilangnya kesadaran dan melemaskan otot-otot di saluran napas dan saluran pencernaan. Biasanya, dokter anestesi akan memasukkan tabung endotrakeal ke tenggorokan untuk memastikan ibu mendapatkan banyak oksigen dan untuk melindungi paru-paru dari asam lambung dan cairan lain.

Sangat penting untuk berpuasa ketika ibu mulai mengalami kontraksi jika memang perlu menjalani anestesi umum.

Otot-otot yang mengendalikan pencernaan akan menjadi rileks selama anestesi umum. Ini meningkatkan risiko ibu menghirup cairan perut atau cairan lain ke dalam paru-paru, yang disebut aspirasi dan dapat menyebabkan pneumonia atau kerusakan lain pada tubuh.

4. Kehilangan Darah

Kehilangan darah menjadi salah satu dampak dari operasi sesar gagal pada ibu. Saat pendarahan akan terjadi hingga sekitar 500 cc ketika melahirkan normal, maka jumlah tersebut akan menjadi dua kali lipat saat Moms melahirkan dengan operasi sesar. Ini karena rahim yang hamil memiliki salah satu persediaan darah terbesar dari semua organ dalam tubuh. Pada setiap persalinan caesar, pembuluh darah besar dipotong saat ahli bedah membuka dinding rahim untuk mendapatkan akses ke bayi.

Banyak wanita hamil yang sehat dapat mentolerir kehilangan darah sebanyak ini tanpa kesulitan. Namun, kadang-kadang, kehilangan darah bisa lebih besar dari ini dan menyebabkan (atau timbul dari) komplikasi.

5. Cedera pada Organ Lain selama Operasi

Operasi sesar gagal bisa menyebabkan cedera pada organ lain selama operasi. Cedera bedah pada organ lain ibu dapat terjadi akibat operasi sesar, meskipun sangat jarang. Namun jika ini tetap terjadi, masalah kesehatan yang mengancam jiwa dapat terjadi.

Cedera bedah terjadi ketika organ di dekatnya dipotong atau terpengaruh dengan cara tertentu selama operasi sesar, seperti misalnya kandung kemih.

Operasi tambahan untuk memperbaiki organ yang rusak mungkin diperlukan jika operasi sesar gagal dan merusak organ lainnya.

Baca Juga: Mengenali Komplikasi Kehamilan Placenta Accreta, Harus Waspada!

Komplikasi pada Bayi

Seperti kasus operasi bedah lainnya, operasi sesar gagal bisa saja memiliki efek atau dampak komplikasi pasca operasi salah satunya bagi bayi yang dilahirkan. Meskipun ini tergolong dampak operasi sesar yang ringan dan bukan tanda operasi sesar gagal, tetapi penting bagi Moms untuk mengetahuinya.

1. Cedera bedah

Meski jarang, goresan tak sengaja pada kulit bayi bisa terjadi selama operasi. Namun Moms tidak perlu khawatir karena luka atau cedera bedah ini biasanya kecil dan sembuh dengan cepat

2. Masalah Pernapasan

Saat bayi lahir sebelum usia kehamilan 39 minggu, maka pada saat itulah masalah pernapasan bisa menjadi efek dari operasi sesar gagal. Sebagian besar masalah pernapasan membaik setelah beberapa hari tetapi beberapa bayi harus masuk ke unit neonatal.

Bicaralah dengan dokter anak yang menangani bayi Moms, untuk tahu bagaimana kondisi pernapasan Si Kecil.

Menyebabkan Kematian Ibu dan Bayi

Kematian mungkin bisa menjadi dampak operasi sesar gagal yang paling menakutkan. Di negara maju, peluang kematian dari operasi sesar masih terbilang jarang, tetapi sedikit lebih tinggi dari angka kematian saat persalinan normal.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2008 di American Journal of Obstetrics and Gynecology menemukan bahwa angka kematian ibu karena operasi sesar adalah 2,2 per 100.000 dan 0,2 per 100.000 untuk kelahiran normal.

Penelitian yang diterbitkan pada 2010 menunjukkan bahwa ketika operasi sesar elektif dan dilakukan tanpa kebutuhan medis, risikonya lebih tinggi daripada persalinan normal.

Sementara itu, World Health Organization (WHO) mencatat studi global menunjukan bahwa kematian dari operasi sesar 100 kali lebih tinggi di negara berkembang.

Pada rilis Maret 2019, WHO mencatat kematian ibu setelah operasi sesar di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, 100 kali lebih tinggi daripada di negara-negara berpenghasilan tinggi. Dari 12 juta kehamilan, sepertiga dari semua bayi meninggal.

Data dari tahun 1990-2017 menunjukkan bahwa seperempat dari semua wanita yang meninggal saat melahirkan di negara berpenghasilan rendah dan menengah telah menjalani operasi sesar.

“Hasil untuk wanita di negara berpenghasilan rendah dan menengah jauh lebih buruk daripada yang kami harapkan,” kata Dr Soha Sobhy, peneliti dari Universitas Queen Mary, London.

Menurutnya, di Afrika sub-Sahara, satu dari 100 wanita yang operasi sesar akan meninggal 100 kali lebih banyak daripada wanita di Inggris. Sementara hasil untuk bayi mereka bahkan lebih buruk, dengan 8 persen tidak bertahan lebih dari satu minggu.

Baca Juga: Ternyata Ini 6 Penyebab Kematian Ibu Setelah Melahirkan

Penyebab Komplikasi dan Kematian atas Operasi Sesar Gagal

Durasi Tidur Penderita Diabetes dan Hipertensi Bisa Prediksi Risiko Kematiannya.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Alasan operasi sesar gagal dan memiliki angka yang lebih tinggi dalam komplikasi dan kematian adalah karena pembedahan yang memiliki beberapa resiko dan juga terbatasnya akses mendapatkan perawatan yang baik bagi ibu hamil.

Berikut ini adalah faktor yang dapat meningkatkan risiko operasi sesar gagal:

1. Usia

Faktor pertama yang dapat meningkatkan risiko operasi sesar gagal adalag usia. Wanita yang berada di usia dua puluhan cenderung memiliki komplikasi lebih sedikit selama kehamilan daripada yang lebih muda atau lebih tua.

Seperti dijelaskan oleh WHO, gadis-gadis muda di bawah usia 15 tahun memiliki peluang komplikasi yang jauh lebih besar dan dapat menyebabkan kematian.

Resiko ini juga meningkat seiring usia wanita yang lanjut. Dan meningkat ketika hamil di usia 30-an, atau di usia 40-an dan 50-an.

2. Status Sosial Ekonomi

Faktor selanjutnya yang bisa meningkatkan risiko operasi sesar gagal adalah status sosial ekonomi. Wanita miskin dalam kelompok sosial ekonomi rendah mungkin juga akan memiliki pendidikan yang sedikit lebih rendah, pola makan yang buruk, dan hambatan terhadap perawatan kesehatan. Pendidikan yang kurang, berkontribusi pada kehamilan yang lebih awal atau yang tidak direncanakan.

Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan defisiensi kesehatan dan hasil kehamilan yang buruk. Selain itu tidak mendapatkan perawatan yang berkualitas menempatkan wanita pada risiko infeksi atau komplikasi lain yang seharusnya dapat dikelola dan dirawat oleh penyedia layanan kesehatan yang terampil.

3. Ketidaksetaraan Gender

Ketidaksetaraan gender juga disebut-sebut bisa meningkatkan risiko operasi sesar gagal. Penelitian berjudul Global, regional, and national levels and trends in maternal mortality between 1990 and 2015, with scenario-based projections to 2030 yang diterbitkan UN Maternal Mortality Estimation Inter-Agency Group menjelaskan bahwa kesetaraan gender masih sering terjadi.

Misalnya anak perempuan yang cenderung memiliki lebih sedikit kesempatan untuk mendapatkan pendidikan di beberapa negara kecil. Seringkali hal ini dikarenakan tidak ada dukungan keuangan ataupun tidak memiliki hak untuk menentukan jalan hidup mereka dan pilihan keluarga.

4. Sumber Daya yang Tersedia

Minimnya sumber daya yang tersedia juga bisa meningkatkan risiko operasi sesar gagal. Bagi banyak wanita di daerah atau negara tertentu, perawatan medis terkadang cukup jauh dan sulit dijangkau. Kurangnya perawatan prenatal, melahirkan bayi tanpa seseorang yang terampil seperti dokter, bidan atau perawat, dan tidak memiliki akses pengobatan medis yang baik seperti antibiotik dan layanan darurat, meningkatkan konsekuensi yang mengancam jiwa.

5. Paritas

Paritas adalah berapa kali seorang wanita hamil. Kemungkinan memiliki masalah dengan kehamilan atau masalah saat melahirkan, akan sedikit lebih tinggi pada kehamilan pertama.

Dalam penelitian berjudul High-Risk Advanced Maternal Age and High Parity Pregnancy: Tackling a Neglected Need Through Formative Research and Action, dijelaskan bahwa kemungkinannya tentu berkurang pada kehamilan kedua. Tetapi, setelah lima atau lebih kehamilan yang terjadi, risikonya akan bertambah satu kali lebih besar.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang operasi sesar gagal. Namun apapun itu, satu yang perlu Moms ingat bahwa operasi sesar juga bisa menyelamatkan nyawa. Ada saat-saat bedah sesar merupakan pilihan terbaik.

Bahkan, bedah sesar dapat menurunkan kemungkinan kematian ibu serta kematian bayi baru lahir dan membuat persalinan jauh lebih aman.

Baca Juga: 5 Hal Tak Terduga Operasi Caesar yang Belum Diketahui

Artikel Terkait