KEHAMILAN
20 Juni 2019

3 Penyebab Ulu Hati Nyeri Pada Ibu Hamil

Tak hanya menganggu, jika parah bisa jadi gejala hal yang serius
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Ulu hati sakit saat hamil mungkin menjadi hal yang kerap dialami ibu hamil. Hal ini sering terjadi bersamaan dengan gejala umum lainnya dari sistem pencernaan.

Gejala-gejala ini dapat termasuk mulas, kembung, dan gas.

Nyeri epigastrium tidak selalu memprihatinkan.

Kondisi ini memiliki banyak kemungkinan penyebab, terutama ketika itu terjadi tepat setelah makan.

Maka, Moms perlu mengetahui berbagai penyebab ulu hati sakit saat hamil.

1. Asam Refluks

Adakah Bahayanya Jika Ulu Hati Nyeri Pada Ibu Hamil 01.jpg

Foto: Medical News Today

Kondisi ini terjadi ketika sebagian asam lambung atau makanan di lambung naik kembali ke kerongkongan.

Ketika ini terjadi, hal itu dapat menyebabkan rasa sakit di dada dan tenggorokan.

“Seiring waktu, refluks asam konstan dapat menyebabkan penyakit refluks gastroesofageal (GERD). GERD memerlukan pemantauan rutin oleh dokter Anda,” ujar Judith Marcin, MD dari Elizabeth Medical Center di Chicago.

Gejala umum refluks asam meliputi gangguan pencernaan, rasa asam yang abnormal di mulut Moms, sakit tenggorokan atau suara serak, merasakan benjolan di daerah tenggorokan hingga batuk terus menerus.

Baca Juga : Ini Cara Mudah Mengatasi Maag Saat Hamil

2. Adanya Gangguan Pencernaan

Adakah Bahayanya Jika Ulu Hati Nyeri Pada Ibu Hamil 02.jpg

Foto: Firstcry Parenting

Mulas adalah hasil dari refluks asam. Ini bisa menyebabkan nyeri dada yang membakar.

Gangguan pencernaan (dispepsia) adalah nama untuk gejala pencernaan yang terjadi ketika Moms makan jenis makanan yang tampaknya tidak cocok untuk perut.

Gejala mulas yang paling umum adalah perasaan terbakar di dada setelah Moms makan.

Perasaan terbakar ini biasanya lebih buruk ketika Moms berbaring atau membungkuk.

Kondisi ini terjadi karena asam bergerak lebih jauh ke kerongkongan.

Gejala umum gangguan pencernaan meliputi perasaan kembung, bersendawa, merasa kenyang bahkan jika Moms belum makan banyak, mual hingga mengalami tekanan di perut akibat dari gas.

Baca Juga : Mengenal Dispepsia, Penyakit yang Sering Disebut Sakit Maag

3. Makan yang Berlebihan

Adakah Bahayanya Jika Ulu Hati Nyeri Pada Ibu Hamil 03.jpg

Foto: American Pregnancy Association

Ketika Moms makan terlalu banyak, perut bisa mengembang melebihi ukuran normalnya. Ini memberi banyak tekanan pada organ-organ di sekitarnya.

Tekanan ini dapat menyebabkan rasa sakit di usus Moms.

Ini juga bisa membuat Moms sulit bernapas karena paru-paru memiliki ruang lebih sedikit untuk mengembang ketika Moms menarik napas.

Apalagi jika Moms sedang hamil yang mana ruang perut juga semakin sedikit.

Makan berlebihan juga dapat menyebabkan asam lambung dan isinya kembali ke kerongkongan.

Ini dapat menyebabkan mulas dan refluks asam. Kondisi ini dapat membuat rasa sakit epigastrik yang Anda rasakan setelah makan jauh lebih buruk.

Jika Moms memiliki kelainan makan terkait dengan muntah berulang setelah makan juga dapat menyebabkan nyeri epigastrium.

Baca Juga : Ini 3 Fakta Mengenai Kehamilan Kembar

Tak hanya hal-hal umum yang menjadi akibat ulu hati sakit saat hamil. Tekanan pada perut juga bisa menjadi penyebab nyeri tersebut.

Maka, nyeri ulu hati sebenarnya umum dialami oleh ibu hamil.

Apalagi nyeri tersebut juga bisa disebabkan oleh perubahan hormon dan pencernaan Moms.

Tak jarang Moms juga mungkin sering mengalami mulas saat hamil.

Namun, nyeri ulu hati yang signifikan dan mengganggu pada kehamilan kadang-kadang merupakan gejala dari kondisi serius yang dikenal sebagai preeklampsia.

Ini membutuhkan pemantauan ketat oleh dokter dan dapat menjadi mengancam jiwa jika kondisinya parah.

Moms akan memerlukan observasi ketat, pemeriksaan tekanan darah, tes darah, dan tes urin. Hal ini untuk mengetahui penyebab lebih lanjut dari nyeri ulu hati yang Moms rasakan.

Apakah Moms pernah mengalami nyeri ulu hati saat hamil?

(GSA/CAR)

Artikel Terkait