BALITA DAN ANAK
21 Februari 2020

7 Cara Menyapih Anak dari Empeng Kesayangan, Jangan Tunda Lagi!

Coba cari sesuatu yang bisa mengalihkannya dari empeng
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Orami

Moms pasti sepakat bahwa menggunakan dot dan empeng atau pacifier adalah salah satu kebiasaan yang paling sulit untuk dihindari oleh bayi atau anak-anak.

Orang tua seringkali kesulitan menyapih anak mereka dari empeng. Selain itu, penggunaan empeng juga menuai banyak perdebatan terkait pro dan kontra.

Jane Soxman, DDS, Penulis, Peneliti, sekaligus Perwakilan American Board of Pediatric Dentistry, mengatakan bahwa berlawanan dengan kepercayaan saat ini, sebenarnya ada beberapa efek positif yang dihasilkan dari menghisap empeng.

Salah satu manfaat empeng adalah membantu mengurangi timbulnya sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Bayi yang diberi empeng tidak tidur sedalam anak yang tidur tanpa empeng.

"Mengisap empeng memungkinkan bayi terangsang dari tidur nyenyak yang bisa mengakibatkan terhentinya nafas. Empeng juga meningkatkan kepuasan menghisap dan memberikan sumber kenyamanan bagi bayi," katanya seperti dikutip dari knowyourteeth.com.

Namun, tidak hanya memiliki dampak positif, orang tua juga harus mewaspadai efek negatif dari menghisap empeng pada kesehatan mulut bayi.

Dikutip dari Mayo Clinic, anak yang mendapatkan kenyamanan dari empeng akan jadi sangat bergantung pada empeng. Kebiasaan ini harus dihentikan. Jika tidak, empeng ternyata bisa memberikan pengaruh buruk pada perkembangan Si Kecil.

Juru Bicara Akademik Kedokteran Gigi Umum Luke Matranga, DDS, MAGD, ABGD, mengatakan anak-anak harus berhenti menggunakan empeng pada usia 2 tahun. Setelah 2 tahun, penyelarasan dengan gigi atau tulang yang berkembang biasanya diperbaiki dalam periode 6 bulan setelah penggunaan empeng dihentikan.

"Penggunaan empeng yang lama dan kebiasaan mengisap jempol dapat menyebabkan masalah dalam perkembangan mulut seperti penjajaran gigi dan perubahan bentuk atap mulut," katanya.

Cara Menyampih dari Empeng Kesayangan

Namun, menghentikan kebiasaan menggunakan empeng tidak selalu mudah dan berikut ini ada beberapa cara menyapih anak dari empeng yang bisa dilakukan oleh Moms dan orang tua lainnya.

Apa saja? Berikut daftarnya!

Baca Juga: Balita Sakit Gigi, Cari Tahu Penyebab dan Solusinya

1. Pilih Waktu yang Tepat

Pilih Waktu Yang Tepat

Foto: Liputan6.com

Cara menyapih anak dari penggunaan empeng yang pertama adalah melakukannya pada waktu yang tepat. Moms harus pandai memilih momen dengan tidak menjauhkan empeng pada waktu-waktu krusial atau terpenting bagi anak seperti halnya saat memulai hari pertama di daycare, kedatangan banyak tamu, perjalanan panjang menggunakan mobil, atau saat pergi berlibur.

2. Batasi Penggunaannya

Batasi Penggunaan Empeng

Foto: Freepik.com

Langkah kedua sebagai cara menyapih anak dari penggunaan empeng yaitu membatasi penggunaannya di siang hari. Moms bisa membatasi penggunaannya dengan hanya membiarkan Si Kecil menggunakan empeng saat Moms ada di rumah.

Berusahalah untuk menghilangkan empeng secara penuh di siang hari dan hanya menawarkannya saat sebelum tidur siang atau saat tidur malam hari.

Ketika pada masa ini prosesnya berjalan lancar, maka Moms bisa menghilangkannya secara utuh dari kebiasaan penggunaan di siang hari.

Untuk menghilangkan penggunaan di malam hari sepertinya akan menjadi hal yang paling sulit, sehingga memiliki rutinitas lain sebelum tidur malam akan sangat membantu.

Moms bisa mengajak Si Kecil membaca buku atau dongeng, bernyanyi dan menggendong serta mengayunnya agar dapat tidur tanpa bantuan empeng. Cobalah beberapa hal berbeda sebagai alternatif kenyamanan Si Kecil dan lihat mana yang paling baik.

Baca Juga: 6 Alasan Penting untuk Membiasakan Anak Tidur Lebih Awal

3. Dilakukan oleh Semua Pihak

Anggota Keluarga

Foto: Victorynews.id

Memastikan semua anggota keluarga di rumah termasuk pengasuh untuk mengetahui rencana Moms menyapih Si Kecil dari empeng juga bagian dari cara menyapih anak.

Hal ini akan membantu konsistensi pembatasan empeng baik di rumah, di rumah nenek, di penitipan atau daycare, sehingga tidak berisiko membingungkan Si Kecil.

Jadi, jika pada proses awal penyapihan ini Moms ingin empeng hanya digunakan pada waktu tidur siang atau waktu tidur malam misalnya, pastikan untuk berkomunikasi dengan semua orang dewasa yang terlibat dengan Si Kecil.

4. Beri Objek Transisi

Beri Mainan Transisi

Foto: Hellosehat.com

Menawarkan Si Kecil objek transisi baru sebagai pengganti empeng kesayangannya mungkin bisa menjadi salah satu cara menyapih anak dari benda yang terbuat dari karet silikon ini.

Objek baru yang menarik akan membantu menghilangkan stres dan membantu Si Kecil menyesuaikan diri dengan situasi baru atau tantangan tanpa empeng tersebut.

Mainan baru, boneka binatang, buku dongeng, atau selimut lembut baru kesayangan, diharapkan dapat menarik perhatian Si Kecil sehingga dia bisa tidur dengan aman dan tetap tenang meski tanpa empeng kesayangannya.

5. Beri Penjelasan

Beri Penjelasan Kepada Bayi

Foto: Romper.com

Tahukah Moms bahwa berapa ibu berhasil menjelaskan kepada Si Kecil alasan mereka harus meninggalkan empeng yang sudah menemaninya berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Cara menyapih anak terhadap penggunaan empeng ini biasa berlaku pada anak yang beranjak atau sudah berusia balita.

Moms bisa memberitahu Si Kecil bahwa dia sekarang sudah besar dan ada bayi di luar sana yang membutuhkan empengnya agar berhenti menangis.

Pastikan untuk memberikan banyak pujian dan hadiah kecil kepada Si Kecil karena telah menjadi "anak besar" yang baik dan murah hati.

6. Buat Menjadi Tidak Menarik

Menjadi Tidak Menarik

Foto: Flickr.com

Jika Si Kecil sangat terikat dengan empengnya, mungkin membuat penenang atau objek transisi sangat tidak menarik untuk membantunya menghentikan kebiasaan itu.

Itu artinya Moms bisa mencoba cara menyapih anak yang lebih 'keras' dengan mencelupkan empeng kesayangannya pada jus lemon atau cuka.

Seharusnya rasa yang mengerikan dari jus lemon atau cuka tersebut bisa mematikan nyawa silikon empeng ini untuk selamanya.

Cara lain yang banyak dicoba oleh para orang tua adalah dengan memotong ujungnya yang berarti menonaktifkan daya isap empeng agar mengurangi kepuasan menghisap.

Perlu diketahui bahwa mengubah empeng bisa membuat Si Kecil menjadi tersedak jika kepingannya pecah. Cobalah berbagai cara misalnya meninggalkan empeng di tengah perjalanan sehingga tidak ada pilihan lain selain tetap bahagia tanpa benda tersebut.

7. Jangan Goyah

Jangan Goyah

Foto: Thestrive.co

Sangat mudah bagi Moms untuk menyerah dan kembali memberi Si Kecil empeng kesayangannya saat waktu krisis tiba. Meskipun ada banyak alasan mengapa Si Kecil menangis, cobalah yang terbaik untuk tidak beralih kembali ke empeng terlebih dahulu.

Periksa popok atau lihat apakah Si Kecil lapar. Pegang mereka, nyanyikan atau mainkan musik yang lembut, bacakan buku, gendong dan ayun, atau gunakan selingan mainan atau kegiatan untuk menghibur Si Kecil.

Cobalah untuk membuat Si Kecil sibuk dan bergerak, sehingga mereka cenderung berpikir tentang apa yang ada di hadapannya saja saat itu.

Jangan lupakan berbagai cara menyapih anak yang telah Moms lakukan hingga saat ini, dan membuatnya menjadi sia-sia hanya karena goyah.

Baca Juga: 6 Bahan Alami untuk Meredakan Sakit Gigi Anak

Itulah ebberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk menyapih anak dari empeng. Selamat mencoba!

(RIE/ERN)

Artikel Terkait