TRIMESTER 1
30 Juli 2019

Alasan Harus Memaafkan Diri Sendiri saat Hamil

Mari menghadapi pergolakan hati saat hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Masa kehamilan adalah perjalanan paling menakjubkan yang boleh hadir di dalam kehidupan wanita.

Mulai dari trimester pertama hingga ketiga, Moms menjaga kesehatan janin dengan memastikan ia mendapatkan asupan makanan dan nutrisi yang cukup.

Penantian akan datangnya calon buah hati membuat banyak hal yang terjadi dalam diri seorang ibu.

Tak hanya itu, banyak juga perubahan yang terjadi dalam diri ibu.

Misalnya, seperti morning sickness yang dialami Moms ketika trimester awal, yang membuat tubuh Moms terasa tidak nyaman karena mual dan muntah yang dialami.

Perubahan fisiologis juga terjadi dalam diri Moms karena peningkatan kadar hormon yang terjadi saat masa kehamilan.

Satu hal yang juga tak dapat dilupakan adalah emosi seorang ibu hamil yang terkadang tidak stabil.

Untuk hal yang penting ini, Moms harus mampu menjaga emosi karena kondisi janin yang dalam kandungan nantinya juga berpengaruh.

Baca Juga: Kenali Hormon Penting dan 6 Hal yang Memengaruhi Produksi ASI

“Moms, kondisi psikis ibu saat hamil juga ikut menentukan kondisi bayi baik secara fisik atau psikis. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa kestabilan emosi ibu ternyata memengaruhi kondisi kestabilan emosi anak,” ungkap Astrid Hendrawati, seorang meditation facilitator pada Kulwap Orami Community, Jumat (14/6) lalu.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan emosi karena hal tersebut sangat manusiawi.

Namun, baik emosi positif atau negatif memiliki peran penting dalam pembentukan karakter setiap manusia.

Hal yang perlu disadari adalah keyakinan terhadap apa yang hadir bersama emosi negatif tersebut.

“Kepercayaan-kepercayaan negatif ini yang perlu untuk disadari untuk kemudian dilepaskan dan dimaafkan agar tidak menjadi keyakinan yang menurun pada anak,” lanjut Astrid menjelaskan.

Proses memaafkan tersebut bukan saja kepada orang lain, namun terlebih lagi dapat memaafkan diri sendiri.

Ketika Moms mampu menerima dan memaafkan diri sendiri, maka akan lebih mudah untuk mengelola emosi selama kehamilan.

Pentingnya Memaafkan Diri Sendiri

Alasan Harus Memaafkan Diri Sendiri saat Hamil-1.jpg

Foto: youaremom.com

Kita semua pasti pernah berbuat kesalahan atau kekeliruan karena semua manusia tidak ada yang benar-benar sempurna.

Terutama ketika memasuki masa kehamilan ini, mungkin Moms merasa belum menjadi calon ibu yang baik, masih melakukan berbagai kesalahan, dan tidak maksimal dalam mempersiapkan kelahiran sang calon anak.

Tenang saja, Moms. Hal ini sangat wajar terjadi, namun hal penting yang harus dilakukan adalah kemampuan untuk memaafkan diri sendiri dan menerima diri baik dalam kelebihan dan kekurangannya.

Baca Juga: Sadari Pentingnya Koneksi Emosional Bagi Hubungan Suami Istri

“Maafkan dan terima dirimu. Seringkali wanita atau seseorang memukuli diri terlalu keras dengan rasa menyalahkan diri, rasa tidak cukup baik, tidak cukup cantik, dan lainnya. Hentikan semua pemikiran tersebut dan percaya bahwa kita sudah melakukan semua dengan maksimal,” ujar Astrid yang pernah bergabung di Advanced Course Department Asiaworks Jakarta Facilitator di Remedi Indonesia ini.

Jika Moms melakukan kesalahan, pastikan Moms menemukan pembelajaran dari kesalahan tersebut dan tidak menyalahkan diri sendiri akan hal tersebut.

Pada kenyataannya, hal ini juga membutuhkan dukungan dari pasangan dan anggota keluarga atau kerabat terdekat.

Tak ada salahnya mengutarakan perasaan atau kegelisahan kepada pasangan, ya, Moms.

Belajar untuk mencintai diri sendiri, karena dengan begitu Moms dapat membuang semua pikiran-pikiran negatif selama masa kehamilan.

Yang pada akhirnya nanti, Moms bisa mengelola semua emosi yang terjadi saat kehamilan dengan kepala dingin.

Baca Juga: Untuk Para Bumil, Sudah Tahu Belum Manfaat Ikut Senam Hamil?

Selamat menikmati proses kehamilan dengan pikiran yang jernih, ya!

(DG)

Artikel Terkait