KEHAMILAN
12 Oktober 2019

Anak Kembar Irish Bella Meninggal dalam Kandungan, Ini 5 Penyebab Janin Meninggal dalam Kandungan

Moms harus berhati-hati, berbagai masalah dalam kehamilan, bisa jadi penyebabnya

Sumber: instagram.com/_irishbella_

Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kesedihan tengah menyelimuti Irish Bella dan Ammar Zoni. Bayi kembar pasangan ini meninggal dunia pada Minggu (6/10).

Dilansir dari Kompas.com, hal ini disampaikan dan dikonfirmasi langsung oleh manager Irish Bella. Calon bayi kembar pesinteron cantik ini meninggal dalam usia kandungan 25 atau 26 minggu.

Namun menurut sang manager, penyebab kematian janin ini belum bisa dibeberkan karena merupakan bahasa medis, dan ia takut jika penyampaiannya salah.

Baca Juga: Anak Kembar Irish Bella Meninggal dalam Kandungan, Ini 4 Faktanya

Kini, kedua janin kembar tersebut sudah dimakamkan langsung oleh Ammar Zoni di di TPU Kalimulya 1 Depok, Jawa Barat.

Dalam dunia kedokteran, masalah bayi meninggal dalam kandungan bisa disebabkan karena beberapa hal, seperti di bawah ini.

1. Placenta Bermasalah

bayi meninggal dalam kandungan

Dikutip dari situs Baby Centre, masalah dengan plasenta dianggap sebagai penyebab paling umum dari bayi meninggal dalam kandungan. Istilah medis untuk ini adalah insufisiensi plasenta.

Sekitar dua pertiga bayi yang meninggal di dalam rahim dianggap karena kekurangan plasenta.

Alasan pasti mengapa plasenta mungkin tidak berfungsi dengan baik tidak sepenuhnya dipahami. Tetapi dokter tahu bahwa jika plasenta tidak bekerja dengan baik, pembuluh darah yang menghubungkan ibu dengan bayinya menjadi menyempit.

Hal ini mengakibatkan penurunan nutrisi dan oksigen ke bayi, menyebabkan masalah pertumbuhan.

Baca Juga: Bahayakah Placenta Previa Selama Kehamilan?

2. Cacat Genetik

bayi meninggal dalam kandungan

Terkadang, cacat genetik atau kromosom juga dapat menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan. Ini merupakan salah satu alasan yang juga sering ditemukan.

Hal ini bisa jadi berarti bahwa otak, jantung, atau organ vital bayi belum berkembang dengan baik.

3. Perdarahan

bayi meninggal dalam kandungan

Perdarahan hebat pada usia akhir kehamilan atau selama persalinan merupakan kemungkinan lain yang juga menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan.

Hal ini dapat terjadi ketika plasenta mulai terpisah dari rahim (solusio plasenta).

4. Kondisi Kesehatan Ibu Hamil

bayi meninggal dalam kandungan

Kondisi kesehatan pada ibu hamil, seperti diabetes, atau terjadi beberapa infeksi, seperti flu, streptokokus kelompok B, listeriosis, atau toksoplasmosis dapat menjadi penyebab meninggalnya bayi dalam kandungan.

Baca Juga: Ibu Hamil, Konsumsi 5 Makanan Sumber Folat Ini Agar Kesehatan Janin Optimal

5. Masalah selama Persalinan

bayi meninggal dalam kandungan

Dilansir dari situs Stillbirth and neonatal death charity (Sands) sekitar 500 bayi meninggal setiap tahun karena trauma atau peristiwa selama persalinan yang tidak diantisipasi atau dikelola dengan baik.

Beberapa bayi lahir mati dan beberapa mati setelah lahir. Banyak dari kematian ini, ketika terjadi pada saat aterm, dapat dihindari dengan perawatan yang lebih baik.

Itu dia Moms beberapa penyebab bayi meninggal dalam kandungan. Untuk Moms yang sedang hamil, diharapkan untuk berhati-hati selama kehamilan.

Artikel Terkait