ORAMI MAGAZINE
6 September 2019

Anak Nakal Ternyata Punya 7 Kelebihan Ini Lho

Si Kecil bisa jadi orang sukses saat dewasa kelak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Semua orang tua tentu mengharapkan anaknya bisa bersikap manis sepanjang waktu. Faktanya, ada-ada saja kelakuan Si Kecil yang membuat Moms stres.

Coba menjauh sebentar, Moms. Tarik nafas dan jernihkan pikiran agar bisa melihat dari sudut pandang lain.

Anak-anak yang Moms sebut “bandel” saat ini bisa jadi orang hebat di masa depan. Sebab, di balik kenakalannya, ada sifat-sifat positif yang tersembunyi.

Inilah kelebihan anak-anak nakal yang bisa Moms ambil hikmahnya:

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini Jika Anak Bersikap Kurang Ajar Pada Orang Lain

1. Blak-blakan: jujur

1-Blak blakan jujur.jpg

Foto: discoverypoint.com

Moms mungkin pernah dibuat malu di muka umum saat anak menunjuk orang lain yang memiliki kekurangan di wajah.

“Ma, kok orang itu aneh, ya, mukanya?”. Atau, mengatakan tidak suka saat diberi kado tas sekolah oleh tantenya. Rasanya ingin masuk ke dalam tanah!

Anak-anak sering mengatakan apa yang ada di pikiran mereka begitu saja, berbeda dengan orang dewasa yang bisa jadi memiliki pemikiran sama namun tak berani mengungkapkannya.

Meski terdengar kasar, anak-anak hanya bersikap jujur tanpa bermaksud menyakiti perasaan orang lain.

Mereka sekadar ingin tahu mengapa orang lain berbeda, bukan ingin menghakimi. Orang-orang yang berkata apa adanya seperti ini cocok menjadi pemimpin, Moms.

2. Energinya tak habis-habis: calon atlet

2-Energinya tak habis habis calon atlet.jpg

Foto: stocksy.com

Lelah sekali rasanya saat menemani Si Kecil bermain. Ia berlari ke sana ke mari, memanjat, melompat… Energinya seperti tidak habis-habis!

Sebagian anak memang dikaruniai tingkat energi yang tinggi. Jika anak Moms demikian, libatkan ia dalam kegiatan yang menguras fisik dan mental. Aktivitas tersebut akan meningkatkan kapasitas sekaligus kemampuan mengontrol diri mereka.

Moms tahu perenang yang sudah berkali-kali mendapat medali Olimpiade, Michael Phelps? Dulu, ibunya mendaftarkan Phelps ke les renang karena energi Phelps sangat besar. Ternyata keputusan ibunya benar, kan

3. Bereksperimen dengan hal-hal baru: calon ilmuwan

3-Bereksperimen dengan hal hal baru calon ilmuwan.jpg

Foto: scienceplayroom.co.nz

Lengah sedikit, Moms mendapati Si Kecil sedang menuangkan losion ke bedak Moms yang terbuka. Bikin panik dan kesal, memang.

Namun anak sedang belajar dengan mencoba sesuatu dan melihat apa yang terjadi. Moms perlu lebih waspada tanpa memadamkan keingintahuan anak. Siapa tahu Si Kecil kelak menjadi ilmuwan!

Baca Juga: 7 Kesalahan Orang Tua yang Tanpa Disadari Membuat Anak Jadi Nakal dan Manja

4. Semua benda dijadikan mainan: kreatif

4-Semua benda dijadikan mainan kreatif.jpg

Foto: rd.com

Padahal Si Kecil sudah punya banyak mainan, tapi tetap saja barang-barang penting dan berbahaya di rumah tampak menarik baginya. Dompet Moms dipreteli lalu isinya dijadikan mainan belanja-belanjaan. Duh!

Anak-anak memiliki daya imajinasi dan kreativitas tinggi. Moms tinggal mengarahkannya ke hal yang positif.

5. Berkemauan keras, tidak mau menurut, keras kepala: berani dan kuat

5-Berkemauan keras, tidak mau menurut, keras kepala.jpg

Foto: aboutislam.net

Moms mau mengajak Si Kecil ke pesta pernikahan kerabat, tapi anak bersikeras ingin memakai piyama dan kacamata hitam. Familiar dengan kasus ini?

Anak yang berani melawan tekanan sosial dengan berpakaian berbeda, mengikuti kemauan sendiri, dan menyuarakan pikiran mereka sedang menunjukkan keberanian dan kekuatan.

Mereka memiliki motivasi diri yang kuat, tegas dan berintegritas, serta berkepribadian kuat.

Anak-anak tipe ini biasanya tidak mudah menyerah, gigih, serta berambisi mencapai sesuatu meski harus mengambil risiko. Ghandi dan Dalai Lama adalah tipe-tipe orang seperti ini, lho, Moms.

Baca Juga: Ini Dia 4 Cara Mengajarkan Anak Bersikap Tegas

6. Rewel: peka

6-Rewel peka.jpg

Foto: onecms.io

Anak-anak kecil yang mudah mengamuk saat merasakan sakit, tidak didengar, atau gagal melakukan sesuatu bisa tumbuh menjadi remaja yang berempati.

Ia akan memprotes keras saat melihat ketidakadilan yang dialami orang lain meski ia bisa terlibat masalah karena tindakannya. Jangan-jangan Si Kecil adalah calon aktivis di masa depan?

7. Berbohong: IQ Tinggi

7-Berbohong IQ Tinggi.jpg

Foto: supernanny.co.uk

Bagi balita, berbohong itu tidak mudah. Ia harus bisa meyakinkan orang lain, salah satunya agar ia terhindar dari hukuman.

Menurut Angela Crossman, Ph.D., pakar psikologi di New York, Amerika Serikat, sebagaimana dikutip dari cnn.com “Balita dengan skor IQ lebih tinggi lebih cenderung berbohong”.

Anak “nakal” memang bikin frustrasi dan kadang malu. Tapi, bersikap manis sepanjang waktu bukanlah sifat alami anak-anak, Moms. Anak yang seperti itu justru bisa jadi bermasalah.

Jadi, terimalah dan arahkan potensi anak ke hal yang positif. Semangat, Moms!

(EMA)

Artikel Terkait