2-3 TAHUN
3 Juli 2019

Balita Memukul Dirinya Sendiri? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Si Kecil memukul dirinya sendiri saat marah memang membingungkan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Ada beberapa alasan mengapa balita dapat melukai diri sendiri dengan sengaja. Moms mungkin kesal saat Si Kecil marah dan memukul Moms, namun tentu lebih membuat frustasi saat Si Kecil marah dan memukul dirinya sendiri.

Ini bukanlah kejadian umum pada anak-anak. Seorang balita akan memukul orang lain ketika dia marah dan bukannya melukai dirinya sendiri, yang bisa membuatnya menakutkan bagi orang tua saat melihatnya.

Namun, hal itu tidak perlu membuat orang tua terlalu khawatir. Perhatikan dengan cermat kapan kejadian tersebut berlangsung dan bagaimana situasi bermain untuk menentukan apakah Moms perlu mencari bimbingan dari dokter anak.

Saat anak tumbuh besar, ia mungkin akan menghentikan perilaku merugikan diri sendiri ini. Tetap awasi kebiasaan itu agar tidak berlanjut.

Sebuah jajak pendapat KidsHealth bertanya kepada anak-anak yang lebih tua tentang stres mereka dan apa yang mereka lakukan ketika mereka kesal. Sekitar 25 persen menjawab bahwa ketika mereka kesal, mereka menghadapinya sendiri dengan memukul, menggigit, atau membenturkan kepala mereka pada sesuatu.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Untuk Melatih Balita Membuat Keputusan Sendiri

Mengapa Balita Memukul Dirinya Sendiri?

Balita Memukul Dirinya Sendiri Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya 01.jpg

Foto: refinery29.com

Ketika anak tumbuh dari bayi menjadi balita, ia akan mulai menjelajahi lingkungannya dan mengomunikasikan keinginan dan kebutuhannya. Namun, kemampuannya tidak akan sesuai dengan keinginannya untuk melakukan kedua hal tersebut.

Ketidakmampuan balita untuk mengungkapkan keinginan atau kebutuhannya secara verbal dan perjuangannya untuk menavigasi lingkungannya dengan sukses dapat menjadi penyebab kemarahan. Jika frustrasinya sangat tinggi, mungkin balita memukul dirinya sendiri sebagai cara untuk mengungkapkan frustrasinya.

Amy Morin, LCSW, penulis buku 13 Things Mentally Strong Parents Don't Do, mengajarkan kita untuk mencatat setiap pemicu yang menyebabkan kemarahan.

Mungkin Moms membuatnya marah atau mungkin, dia terlalu lelah atau lapar. Jika sudah mengenali pola atau pemicu yang menyebabkan balita memukul dirinya sendiri, orang tua mungkin dapat mencegah masalah sebelum mulai. Ketika Moms melihat situasi akan terjadi, campur tangan sebelum tinju mulai terbang.

Baca Juga: 5 Taktik Meredakan Pertengkaran Balita Dengan Saudaranya

Cara Menghadapi Bahaya Diri Saat Mengamuk

Balita Memukul Dirinya Sendiri Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya 02.jpg

Foto: sheknows.com

Jika tidak dapat mencegah balita memukul dirinya sendiri, ada beberapa cara efektif untuk mengatasi kemarahan yang mungkin bisa Moms coba.

Ciptakan lingkungan yang aman untuk anak. Jika anak menemukan banyak cara untuk melukai dirinya sendiri, seperti membenturkan kepalanya ke dinding, jauhkan dia atau benda-benda itu dari jangkauan.

Berikan bantuan fisik, bawa anak ke dalam pelukan dan cegah dia untuk memukul dirinya sendiri dengan menghalangi lengannya. Kenyamanan ini mungkin cukup untuk menenangkan balita dan menghentikannya dari cedera diri. Ditambah lagi, ciptakan lingkungan yang aman dan penuh cinta untuk anak dan melunakkan rasa sakit atau frustrasi yang dia rasakan.

Berbicaralah dengan kata-kata yang menenangkan. Beri tahu anak bahwa ia aman dan Moms ada di sana untuk menghiburnya. Moms juga dapat memberinya sesuatu yang lain untuk dipegang, seperti boneka beruang untuk diremas atau secangkir penuh air untuk diminum.

Jangan dulu ceramahi Si Kecil tentang apa yang harus dan tidak dia lakukan, karena bukan waktu yang tepat. Lebih penting untuk menenangkan anak dan memastikan dia tidak terluka.

Setelah momen berlalu, Moms dapat mulai mengajarkan Si Kecil cara yang sehat untuk mengekspresikan rasa frustrasinya. Moms mungkin mulai dengan mengajarinya cara mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaannya dengan mengatakan.

Mengajar kata-kata perasaan juga mengatur tahapan sehingga anak dapat mulai belajar keterampilan manajemen kemarahan yang sehat sepanjang tahun-tahun prasekolahnya.

Baca Juga: Hati-Hati, Balita Menangis Terlalu Lama Bisa Merusak Otak!

(TPW)

Artikel Terkait