BAYI
5 April 2020

Bayi Menggunakan Empeng, Perlukah?

Catat yang harus diperhatikan saat akan memutuskan bayi menggunakan empeng
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Saat Moms menjadi orang tua baru, setiap keputusan yang berkaitan dengan bayi bisa terasa seperti sesuatu yang mendebarkan. Bahkan, memilih untuk menggunakan empeng atau tidak pun menjadi sesuatu yang sulit.

Ada kalanya Moms merasa, apakah saat bayi menggunakan empeng akan menjadi kebiasaan buruk yang akan sulit dihilangkan nantinya?

Namun ternyata, hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Natasha Saunders, seorang dokter anak di Rumah Sakit Toronto untuk Anak Sakit dan co-writer Baby Care Basics mengatakan, pada dasarnya bayi suka menghisap. Hal tersebut adalah refleks menenangkan alami yang membantu bayi menenangkan diri.

"Setiap anak berbeda dan beberapa bayi dapat menenangkan diri tanpa menggunakan empeng, tetapi bagi yang lain empeng bisa sangat membantu," kata Natasha.

Bahkan menurut Mayra Rosado, MD, seorang dokter anak di HealthCare Partners di Los Angeles, ada beberapa manfaat yang dirasakan oleh bayi saat menggunakan empeng.

"Empeng sangat bagus untuk menenangkan bayi yang rewel dan membantunya tidur lebih baik," kata dia.

Baca Juga: 7 Cara Menyapih Anak dari Empeng Kesayangan, Jangan Tunda Lagi!

Empeng bahkan memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan. Saat bayi menggunakan empeng, Si Kecil akan lebih kecil mendapatkan risiko SIDS, menurut sebuah studi baru-baru ini di Maternal and Health Child Journal.

"Meskipun tidak sepenting posisi tidur atau menghindari selimut, beberapa penelitian menunjukkan bahwa SIDS dapat dicegah saat bayi menggunakan empeng,” jelas Natasha.

Kapan Memperkenalkan Empeng pada Bayi?

Haruskah Bayi Menggunakan Empeng -1.jpg

Foto: Istockphoto.com

Kebanyakan ahli merekomendasikan Moms untuk menunggu sampai bayi berusia empat minggu sebelum memperkenalkan empeng.

Ada beberapa kekhawatiran jika mengenalkan empeng terlalu dini dapat mengganggu pelekatan bayi saat menyusui, menyebabkan bayi bingung puting, atau bahkan menyebabkan suplai ASI turun karena bayi mengisap payudara lebih sedikit.

Canadian Pediatric Society (CPS) merekomendasikan untuk menunggu penggunaan empeng hingga proses menyusui berjalan dengan baik.

Menurut CPS, mengisap non-nutrisi melalui empeng dianggap sebagai bagian dari perawatan perkembangan rutin untuk bayi premature, karena memberikan kenyamanan yang dibutuhkan, terutama ketika bayi berada di inkubator yang jauh dari ibunya.

Studi menunjukkan bahwa bayi prematur yang menggunakan empeng mengalami peningkatan berat badan lebih cepat, memiliki insiden enterokolitis nekrotikans atau penyakit usus pada bayi prematur yang lebih rendah, dan lebih cepat keluar dari rumah sakit.

Pro dan Kontra Penggunaan Empeng pada Bayi

Haruskah Bayi Menggunakan Empeng -2.png

Foto: Infantcpr.com

Empeng memiliki efek yang berbeda pada beberapa bayi. Menurut Mayo Clinic, ada beberapa pro dan kontra saat bayi menggunakan empeng, yaitu:

Baca Juga: Penggunaan Empeng Bisa Mengurangi Risiko Alergi pada Bayi, Benarkah?

Pro:

  • Empeng bisa menenangkan bayi yang rewel. Beberapa menyukai saat mengisap sesuatu,
  • Empeng bisa digunakan sebagai pengalihan, misalnya saat bayi mendapatkan suntikan vaksin, tes darah atau prosedur lainnya,
  • Empeng dapat meredakan ketidaknyamanan selama penerbangan. Bayi tidak bisa dengan sengaja memencet telinga, menelan sesuatu, atau menguap untuk meredakan sakit telinga yang disebabkan oleh perubahan tekanan udara.

Kontra:

  • Bayi mungkin akan tergantung pada Empeng. Jika bayi menggunakan empeng untuk tidur, Moms mungkin sering menemukan bayi yang rewel pada malam hari ketika bayi kehilangan empengnya,
  • Penggunaan empeng dapat meningkatkan risiko infeksi telinga tengah. Namun, tingkat infeksi telinga tengah umumnya paling rendah sejak lahir hingga usia 6 bulan, ketika risiko SIDS adalah yang tertinggi dan bayi mungkin paling tertarik dengan empeng,
  • Penggunaan empeng dalam waktu lama dapat menyebabkan masalah gigi. Penggunaan dot yang tidak normal dan dalam waktu lama dapat menyebabkan gigi bayi tidak sejajar atau tidak masuk dengan benar.

Pertimbangkan Penggunaan Empeng pada Bayi

Haruskah Bayi Menggunakan Empeng -3.jpg

Foto: Bellevuekidsdentistry.com

Ketika memutuskan memberikan empeng untuk bayi, beli beberapa empeng dengan desain yang berbeda hingga bayi menentukan mana yang lebih cocok untuknya.

"Beberapa bayi bisa secara khusus memilih yang mana yang akan mereka ambil," kata Mayra.

Biasanya, empeng terbuat dari silikon, lateks, atau kombo plastik dan silikon. Pilih silikon yang lebih kokoh, tidak menahan bau, dan mudah dibersihkan.

Empeng lateks lebih lembut dan mempertahankan aroma yang mungkin disukai bayi, tetapi tidak kuat dicuci berulang-ulang.

Jangan lupa untuk memastikan bahwa empeng aman saat dicuci dan terpasang erat dengan bagian yang lain.

"Tarik empeng untuk memastikan pemasangan yang baik dan memastikan dotnya tidak terlepas. Hindari dot yang memiliki isi gel atau cairan yang berpotensi berbahaya,” jelas Mayra.

Baca Juga: 4 Dampak Negatif Penggunaan Empeng pada Kesehatan Anak

Akan lebih baik jika bayi disapih dari empeng lebih awal.

"Saya merekomendasikan menyapih dari empeng sebelum bayi berusia 12 bulan, hal ini karena bayi belum punya waktu untuk membentuk ikatan yang mendalam dengan empeng," terang Natasha.

Namun jika empeng telah menjadi kebiasaan, lakukan penyapihan secara bertahap. Temukan cara lain untuk menghiburnya atau membuatnya nyaman, mungkin dengan selimut atau boneka binatang, atau tukar empeng dengan mainan baru.

Saat memutuskan bayi menggunakan empeng atau tidak, keamanan dan kenyamanan Si Kecil adalah hal yang paling utama.

Artikel Terkait