BAYI
12 Juli 2019

Bayi Tidur Tengkurap jadi Penyebab SIDS?

Bayi suka tidur tengkurap karena mereka cenderung bisa lebih nyenyak
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian bayi mendadak adalah kondisi kematian mendadak pada bayi yang berusia kurang dari 1 tahun.

Mengutip Boston Children's Hospital, bayi yang meninggal bisa mendapatkan diagnosis SIDS jika kematian bayi tidak dapat dijelaskan, bahkan setelah melakukan investigasi, otopsi, dan tinjauan riwayat klinis.

Karena SIDS adalah sindrom misterius, penyebabnya tidak dapat ditentukan dengan pasti. Sehingga, apa yang bisa dilakukan orang tua untuk menghindari terjadinya SIDS adalah dengan mengurangi risiko terjadinya SIDS.

Satu-satunya tindakan paling efektif yang dapat dilakukan orang tua dan pengasuh untuk menurunkan risiko SIDS tersebut adalah membuat bayi tidur dengan posisi telentang untuk tidur siang dan malam hari. Konon, tidur tengkuran menjadi penyebab SIDS.

Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasannya di bawah ini Moms!

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Bayi Mendengkur Saat Tidur

Bayi Tidur Tengkurap Penyebab SIDS?

Mengenali dan Menghadapi Teror Tidur pada Balita yang Mengganggu Malam 01.jpg

Mengutip Safe to Sleep, dibandingkan dengan tidur telentang, tidur dengan posisi tengkurap memiliki antara 1,7 dan 12,9 kali risiko SIDS.

Pemerintah federal, American Academy of Pediatrics, dan kelompok advokasi anak telah mendesak orang tua selama 20 tahun terakhir untuk menidurkan bayi secara telentang selama tahun pertama mereka untuk mengurangi risiko SIDS.

Tetapi, hampir 30 persen dari semua bayi tidak tidur telentang.

“Ini sangat mengkhawatirkan mengingat tingkat SIDS yang telah stagnan selama beberapa tahun,” ungkap Dr. Sunah Hwang, penulis utama studi dan seorang neonatologis di Rumah Sakit Anak Boston dan Rumah Sakit Pantai Selatan, dikutip dari NBCNews.

Analisis yang menyebabkan tidur tengkurap dapat menyebabkan SIDS tidak sepenuhnya diketahui dengan pasti. Studi menunjukkan bahwa tidur tengkurap dapat meningkatkan risiko SIDS dengan cara berikut ini:

  • Meningkatkan kemungkinan bayi menghirup kembali napas yang telah dihembuskan, menyebabkan penumpukan karbon dioksida dan kadar oksigen yang rendah
  • Menyebabkan hambatan bagi jalan pernapasan
  • Bisa menyebabkan tubuh bayi mengalami overheating

Dr. Ari Brown, dokter anak di Austin, Texas, dan juru bicara American Academy of Pediatrics mengatakan orang tua yang kelelahan rentan membiarkan bayinya tidur tengkurap, karena mereka putus asa untuk mendapatkan tidur yang tidak terganggu, dan beberapa bayi tidur lebih nyenyak dalam posisi tengkurap.

"Saya memberi tahu orang tua bahwa anak mereka memiliki jalan napas normal dan sistem saraf normal, sehingga mereka memiliki mekanisme untuk mencegah muntah masuk ke paru-paru," jelasnya dikutip dari NBC News.

Dibandingkan dengan bayi yang tidur telentang, bayi tidur tengkurap akan mengalami hal-hal berikut ini:

  • Kurang reaktif terhadap kebisingan
  • Mengalami penurunan tekanan darah dan hilang kontrol detak jantung secara tiba-tiba
  • Mengalami lebih sedikit gerakan dan periode tidur nyenyak yang lebih lama

Karakteristik ini dapat menempatkan bayi pada risiko SIDS yang lebih tinggi.

Baca Juga: Tips Memilih Baju Tidur Si Kecil

Tips Mengurangi Risiko SIDS

sudahkah moms mengetahui jam tidur bayi sesuai usianya 4

Meski penyebab SIDS masih tidak diketahui, para peneliti telah mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat mengurangi risiko SIDS.

Mulai dari masa kehamilan, Moms dapat mengurangi risiko SIDS pada anak-anak melalui pemeriksaan kesehatan yang rutin, nutrisi yang tepat dan menghindari penggunaan tembakau, alkohol, dan narkoba.

Mengutip dari National Sleep Foundation, berikut tips mengurangi risiko terjadi SIDS:

Atur posisi bayi tidur telentang. Sejak awal 1990-an, National Institutes of Health (NIH) dan American Academy of Pediatrics (AAP) mulai merekomendasikan agar bayi tidur telentang, dan jumlah kematian SIDS menurun lebih dari 50 persen.

Pastikan bayi tidur di kasur yang kokoh, dan di tempat tidur bayi yang telah teruji keselamatannya. Kasur lembut, sofa, kasur air, kulit domba, atau permukaan tidur lunak lainnya justru meningkatkan risiko SIDS. Penting juga untuk menyingkirkan selimut, bantal, dan boneka mainan dari area tidur bayi.

Pastikan kepala dan wajah bayi tetap terbuka selama tidur. Jika menggunakan selimut, jauhkan dari mulut dan hidung bayi, dan kenakan selimut tidak lebih tinggi dari dada bayi.

Pastikan suhu bayi tidak terlalu panas. Jaga kamar bayi pada suhu yang nyaman untuk orang dewasa, dan hindari terlalu banyak lapisan pakaian atau selimut.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang SIDS dan cara mencegahnya. Selamat mencoba!

Artikel Terkait