PROGRAM HAMIL
6 Mei 2019

Waspada Masalah Infertilitas Jika Belum Hamil Setelah Satu Tahun Menikah

Lebih baik diketahui sejak awal
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Memiliki keturunan tentu menjadi impian semua pasangan suami-istri. Namun kurangnya informasi di masyarakat dan juga mitos yang beredar mengenai terapi kesuburan sering menjadi hambatan bagi para pasangan untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Berdasarkan hasil data SDKI (Standar Kompetensi Dokter Indonesia) 2012, Angka Fertilitas Total (Total Fertility Rate/TFR) di Indonesia menunjukkan bahwa fertilitas di daerah perkotaan sedikit lebih rendah dibandingkan dengan daerah pedesaan, yaitu masing-masing 2,4 dan 2,8 anak.

Perkiraan terbaru bahkan menempatkan tingkat infertilitas di Indonesia pada angka 12-22 persen dari total populasi usia reproduksi. Sedangkan tingkat infertilitas perempuan di Indonesia mencapai 15 persen, atau setidaknya ada 6 juta perempuah Indonesia yang mengalami ketidaksuburan atau didapati memiliki masalah reproduksi.

Waspada Masalah Infertilitas

shutterstock 427218448

dr. Ivan Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, SpOG. yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PERFITRI menjelaskan, definisi infertilitas adalah sebuah permasalahan sistem reproduksi yang digambarkan dengan kegagalan untuk memperoleh kehamilan setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual minimal 2-3 kali seminggu secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi.

“Jadi, jika sudah 12 bulan menikah tetapi tidak hamil, bisa jadi ada masalah infertilitas,” kata dr. Ivan pada media briefing Merck Specialty Care: Memahami Proses Bayi Tabung (IVF) Sebagai Pilihan Terapi Masalah Kesuburan di Doubletree by Hilton, Menteng, Kamis (30/8).

Baca Juga: Rutin Konsumsi Buah Zuriat, Benarkah Bisa Meningkatkan Kesuburan?

Infertilitas Bukan Hanya Masalah Perempuan

shutterstock 444243292

Ia menambahkan, selama ini, masalah infertilitas selalu dianggap masalah perempuan. Jadi, dalam pernikahan, ketika seorang istri tidak kunjung hamil, dialah yang akan disalahkan.

Padahal, keberhasilan mendapatkan anak dipengaruhi oleh kedua belah pihak. Pada perempuan, penyebabnya dapat berupa gangguan ovulasi, endometriosis, perlekatan organ panggul, dan sumbatan pada saluran telur.

Baca Juga: Ingin Cepat Hamil Setelah Menikah? Lakukan Dulu Tes Penting Ini

“Sedangkan pada laki-laki, masalah yang mempengaruhi bisa dari kualitas dan kuantitas spermanya sangat rendah, merokok, olahraga yang salah, dan stres,” jelasnya.

Ia mengatakan, paradigma infertilitas ini harus diubah. Masalah infertilitas bukan semata urusan pihak perempuan. Tidak jarang juga pihak laki-laki yang berkontribusi besar pada masalah infertilitas padangan.

“Infertilitas itu masalah pasangan. Jadi harus dihadapi kolektif oleh pasangan juga,” katanya. Masalah infertilitas ini juga harus segera ditangani. Jika pasangan menikah selama 12 bulan dan belum ada tanda-tanda hamil, pasangan tersebut harus segera memeriksakan diri ke klinik kesuburan.

Baca Juga: Ini Faktor Penentu Yang Mempengaruhi Kesuburan

dr. Ivan meminta agar masyarakat jangan membuang-buang waktu untuk menangani masalah ini. Semakin banyak waktu yang terbuang, artinya semakin bertambah juga usia pasangan, makan semakin sulit juga program untuk mendapatkan keturunan bisa berhasil.

(AND)

Artikel Terkait