2-3 TAHUN
1 November 2019

Perkembangan Batita Bulan Ke-28

Anak sering ‘terpaksa’ menggunakan tindakan seperti memukul untuk mengungkapkan betapa marahnya dia
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Perkembangan Anak:

Anak usia dua tahun sering kekurangan kata-kata yang ia butuhkan untuk mengekspresikan emosinya – terutama rasa frustrasi dan kemarahan. Akibatnya, anak sering ‘terpaksa’ menggunakan tindakan seperti memukul, menendang hingga melempar mainan untuk mengungkapkan betapa marahnya dia.

Sabar, ya, Moms. Si kecil tidak bermaksud kasar atau bikin Moms kesal. Ia hanya merasa kewalahan dan tidak mampu menangani perasaan kuat yang sedang melandanya.

Baca Juga: Bingung Menghadapi Anak Pemarah? Ini Solusinya!

Tip untuk Moms:

Mundur sejenak! Misalnya saat Moms berada di mal dan si kecil mulai menjerit dan memukul Moms karena menginginkan satu mainan. Moms kaget campur malu karena menjadi tontonan orang. Ini yang bisa Moms coba:

  1. Dengan tenang (tanpa kemarahan), coba validasi perasaannya: “Mama tahu kamu marah, tapi tidak boleh memukul.” Memvalidasi perasaan bisa menenangkan anak karena membuat ia tahu bahwa Moms mengerti perasaan mereka.
  2. Ulangi batasan yang Moms buat dalam bahasa sederhana: “Jangan memukul. Memukul membuat Moms sakit.”
  3. Sarankan cara lain untuk mengekspresikan kemarahannya: “Kalau marah, kamu boleh injak bumi atau hentakkan kaki sekuat tenaga berkali-kali, terus bilang ke Mama kalau kamu merasa marah sekali.”
  4. Bantu dia pulih kembali dengan memberinya pelukan atau bagaimanapun dia suka ditenangkan saat kesal. Kemudian kembalikan dia ke aktivitas yang dapat diterima: “Kalau kamu sudah tidak marah, kita bisa melihat air mancur!”

Catatan Bulan Ini:

Kejadian seperti di atas memang bisa membuat Moms merasa kesal dan malu. Tapi inga, Moms, kejadian-kejadian seperti ini juga merupakan kesempatan besar bagi anak untuk belajar mengenai batasan-batasan dalam hidup dan bagaimana mengatasi kekecewaannya. Dua keterampilan ini sangat penting dan akan berguna sepanjang hidupnya.

(AK/EMA)

Narasumber: Belinda Agustya, M.Psi., Psikolog Anak (Rainbow Castle, Jakarta Selatan)

Foto: Shutterstock

Artikel Terkait