BALITA DAN ANAK
6 November 2019

3 Cara Mendidik Anak yang Suka Mencuri

Jangan langsung memarahi anak ya Moms
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Anak suka mencuri? Apakah ia benar-benar mencuri? Bagaimana ya cara mengatasinya?

Seperti kebanyakan anak-anak, Si Kecil yang masih berusia balita, memiliki kebiasaan untuk ingin memiliki sesuatu yang ia sukai. Filosofinya seperti "Apa yang menjadi milikku, menjadi milikmu, begitu pula sebaliknya”.

“Faktanya, mencuri adalah hal yang normal bagi anak-anak seusia ini,” kata Meri Wallace, ahli terapi keluarga dan anak, sekaligus direktur Heights Center for Adult and Child Development, di Brooklyn.

Menurutnya, anak-anak berusia 5 dan 6 tahun sedang dalam proses mengembangkan hati nurani, tetapi sangat sulit bagi mereka untuk mengendalikan diri dari godaan saat melihat sesuatu yang diinginkan.

Dikutip dari Hopkinsmedicine.org, anak-anak di bawah 3 tahun mengambil barang karena mereka tidak memahami perbedaan mana yang miliknya dan bukan.

Mereka kemudian menjadi posesif atas atas barang-barang tersebut. Mereka mencuri bukan karena niat buruk.

Baca Juga: Ternyata Ini 5 Penyebab Anak Suka Mencuri

Mencuri bukan tindakan yang impulsif. Namun menurut Gil Noam, psikolog perkembangan anak sekaligus profesor di Sekolah Pascasarjana Pendidikan Harvard, anak-anak dalam rentang usia 5-6 tahun percaya bahwa orang tua dapat membaca pikiran mereka.

Melalui gagasan ini, mereka mencoba menyimpan rahasia untuk diri mereka sendiri.

Bagaimana cara kita sebagai orang tua memperbaiki sifat anak yang suka mencuri? Simak ulasannya di bawah ini!

1. Mulai Ajari Anak tentang Baik Buruk

anak suka mencuri

Foto: familyeducation.com

“Jangan melihat perilaku anak suka mencuri sebagai hal yang negatif, namun ambil hikmahnya sebagai cara untuk mengajari anak mengenai konsep perbuatan baik dan buruk,” kata Dr. Gil Noam.

Jujur saja tentang situasi yang ada dikehidupan masyarakat saat ini, misalnya kita tidak bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan, tampa membayarnya, sehingga anak harus mengembalikannya dan meminta maaf.

Baca Juga: Ajarkan Nilai Kerja Sama pada Si Kecil dengan 4 Aktivitas Sederhana Ini

2. Jangan Bandingkan Anak

anak suka mencuri

Foto: parents.com

Dilansir dari situs Parents, jangan membandingkan perilaku anak suka mencuri dengan orang lain, atau bahkan dengan saudaranya sekalipun.

Misalnya membandingkan Si Kecil dengan kakak atau adiknya yang tidak pernah mencuri. Akan tetapi, nyatakan nilai-nilai dalam keluarga kita dengan cara yang lebih positif, misalnya memberitahunya bahwa dalam keluarga, mengambil benda yang bukan milik kita dilarang dan tidak boleh dilakukan.

3. Jangan Langsung Memarahi Anak

anak suka mencuri

Foto: todaysparent.com

Bila Moms menemukan barang di tas anak yang seharusnya bukan milik Si Kecil, dan Moms menduga bahwa anak mencurinya, berikan komen yang netral saja. Seperti “Ini punya siapa” atau “barang ini dapat darimana?”.

Baca Juga: Nilai Moral di Balik Film Superhero

Jika Si Kecil menjawab tidak tahu, coba beri ia waktu untuk mengakui perbuatannya sebentar. Jika anak masih tidak mengakui, katakan saja bahwa Moms tahu apa yang anak rasakan dan beritahu bahwa mengambil milik orang lain bukanlah perbuatan yang baik.

Lalu bersama dengan anak bisa mengembalikan barang tersebut, atau jika Si Kecil malu, Moms bisa mengembalikan barang tersebut mewakili anak dan meminta maaf.

Sesederhana itulah Moms untuk menghadapi anak suka mencuri. Pastikan jangan menghakimi Si Kecil ya.

Artikel Terkait