BAYI
25 Mei 2019

Hal yang Harus Moms Ketahui Tentang Kemampuan Motorik Kasar Bayi

Apa yang dimaksud dengan kemampuan motorik anak? Apa pengaruhnya dalam perkembangannya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla

Perkembangan dan pertumbuhan anak tentunya menjadi hal yang tak pernah luput dari perhatian orangtuanya, khususnya untuk para Moms.

Mulai dari bayi lahir, masuk ke masa menyusu, hingga nanti ia bisa berjalan hingga berbicara, tentunya menjadi fase-fase yang penting dan tak boleh dilewatkan.

Perkembangan dan pertumbuhan anak tentunya menjadi hal yang tak pernah luput dari perhatian orang tuanya, khususnya untuk para Moms. k, kecerdasan komunikasi, dan kecerdasan emosional.

Kali ini akan dibahas seputar kemampuan motorik, khususnya motorik kasar pada anak agar Moms memahami dengan seksama.

Seorang early childhood practitioner bernama Carmelia Riyadhni, mengungkapkan tentang pentingnya melatih kemampuan motorik anak sejak dini.

Baca Juga : Tingkatkan Skill Motorik Si Kecil dengan 5 Aktivitas Ini

Perkembangan kemampuan motorik anak ini juga bisa dilihat berdasarkan usia anak itu sendiri.

“Kemampuan motorik adalah kemampuan anak untuk mengoordinasikan otot-otot pada badan, baik gerakan otot besar atau motorik kasar dan gerakan otot kecil atau motorik halus,” ujar Carmelia, saat bincang-bincang bersama Kulwap Orami Community pada Selasa (5/3) lalu.

Sederhananya dapat dikatakan, kemampuan motorik kasar adalah kemampuan anak untuk menggerakan sebagian besar atau seluruh anggota tubuh seperti berjalan, duduk, menendang, dan berlari.

Adapun kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik dan melibatkan koordinasi mata dan tangan.

Lalu, pada usia berapa anak bisa menunjukkan kemampuan motoriknya?

Carmelia menjelaskan kemampuan tersebut berawal dari gerakan sederhana bayi dilihat dari usianya, yaitu:

  • Usia 0-3 bulan: bayi bisa memutar dan mengangkat kepala.
  • Usia 3-6 bulan: bayi bisa berguling dan belajar duduk
  • Usia 6-12 bulan: bayi bisa belajar berdiri.

“Jadi kalau diperhatikan, perkembangan motorik anak berawal dari kepala hingga ke kaki. Selain itu perkembangan motorik juga dari tengah hingga ke luar," ungkap co-founder Rumah Dandelion.

Menurut Carmelia, misalkan saja kemampuan tangan, tadinya anak hanya bisa mengambil dengan cara meraup, lama-lama dia bisa mengambil secara detail yaitu dengan menggunakan jempol dan telunjuk.

Baca Juga : DIY Bikin Busy Board dan Manfaatnya untuk Motorik Anak

Tahapan Perkembangan Motorik Kasar

Penjelasan Tentang Kemampuan Motorik Kasar pada Anak-2.jpg

Foto: healthline

Melihat sangat pentingnya perkembangan motorik anak, Moms bisa memahami bahwa motorik kasar juga memiliki tahapan perkembangan.

Secara garis besar, perkembangan motorik kasar anak, yaitu sebagai berikut:

  1. Usia 2-5 bulan: bayi sudah bisa berguling.
  2. Usia 5-7 bulan: bayi sudah bisa duduk tanpa bantuan.
  3. Usia 7-8 bulan: bayi bisa berdiri sambil berpegangan.
  4. Usia 10-14 bulan: bayi bisa berdiri sendiri tanpa berpegangan.
  5. Usia 11-15 bulan: bayi bisa berjalan stabil.

Tahapan tersebut kembali bergantung pada bayi Moms masing-masing dan tidak disamakan.

Namun, jika Moms melihat bayi belum bisa melakukan gerakan motorik kasar pada usia yang seharusnya, tak ada salahnya untuk memberikan stimulasi motorik pada anak.

Gerakan Refleks pada Bayi

Penjelasan Tentang Kemampuan Motorik Kasar pada Anak-3.jpg

Foto: hillbaby

Selain gerakan motorik kasar dan halus, ketahui bahwa ada yang disebut gerakan-gerakan refleks pada bayi.

Gerakan ini menjadi bentuk kemampuan bertahan hidup setelah bayi lahir.

“Misalkan bayi refleks merentangkan kaki seperti berjalan saat digendong, bayi yang refleks melengkungkan punggungnya, melemparkan kepala ke belakang, dan merentangkan tangan serta kakinya,” ungkap Carmelia.

Seiring dengan perkembangannya, gerakan refleks ini biasanya akan berkurang bahkan hilang.

Oleh karena itu, bayi perlu belajar menciptakan gerakan yang dilakukan secara sadar untuk kemampuan hidupnya, seperti menguatkan otot kaki supaya kuat berjalan atau menjaga keseimbangan sehingga tidak jatuh saat dikagetkan.

Setiap gerakan pada bayi pada intinya harus selalu Moms perhatikan. Stimulasi dibutuhkan agar bayi bisa semakin mengasah kemampuannya dengan lebih maksimal. Dengan begitu, bayi bisa bertumbuh secara ya, Moms!

(DG)

Artikel Terkait