KEHAMILAN
30 Juli 2020

Hamil 1 Bulan, Ini Semua Hal yang Perlu Moms Ketahui!

Karena biasanya tidak terasa, ini hal-hal tentang hamil usia 1 bulan yang harus Moms tahu
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kehamilan merupakan waktu yang didambakan. Proses perubahan status dari seorang istri menjadi ibu menjadi hal yang mendebarkan. Ada yang langsung mengenali, namun ada pula yang tidak merasakan kehamilan di awalnya. Salah satunya saat usia kehamilan baru menginjak 1 bulan.

Dalam 24 jam setelah pembuahan, sel telur yang akan menjadi bayi dengan cepat membelah menjadi banyak sel. Ada sekitar 40 minggu untuk kehamilan yang normal menurut My Cleveland Clinic. Minggu-minggu ini kemudian dibagi menjadi tiga trimester, yakni usia 1-3 bulan sebagai trimester pertama, usia 4-6 bulan sebagai trimester kedua, dan 7-9 bulan sebagai trimester ketiga.

Baca Juga: Keluhan Ibu Hamil yang Sering Terjadi pada Trimester 1, Apa Moms Mengalaminya?

Ciri Hamil 1 Bulan

Hamil 1 Bulan

Foto: Orami Phot Stock

Awal kehamilan sebenarnya dihitung dari hari pertama periode menstruasi terakhir. Ini disebut usia kehamilan, atau usia menstruasi. Pihak penyedia layanan kesehatan juga akan menanyakan tanggal ini dan akan menggunakannya untuk mengetahui usia kehamilan Moms.

Dalam siklus haid yang berakhir dengan kehamilan, akan ada yang disebut dengan pembuahan. Yakni, berkembangnya sel telur setelah masuknya sperma di dalam rahim atau disebut ovulasi. Ovulasi umumnya terjadi sekitar dua minggu sebelum periode menstruasi berikutnya dimulai.

Setelah ovulasi, folikel yang terbuka berkembang menjadi struktur corpus luteum. Ini akan melepaskan hormon progesteron dan estrogen. Progesteron membantu mempersiapkan endometrium atau lapisan rahim.

Lapisan ini adalah tempat di mana telur yang telah dibuahi menetap untuk darah haid. Rata-rata, pembuahan terjadi sekitar dua minggu setelah periode menstruasi terakhir dan menunjukkan beberapa ciri kehamilan.

Dilansir dari PlannedParenthood.Org, setelah proses ovulasi, telur yang telah dibuahi bergerak ke bawah saluran tuba dan membelah menjadi lebih banyak sel. Ini mencapai rahim sekitar 3-4 hari setelah pembuahan.

Sel pembagi kemudian membentuk bola yang mengapung di dalam rahim selama sekitar 2-3 hari.Kehamilan dimulai ketika bola sel menempel pada lapisan rahim yang disebut implantasi.

Saat pembuahan, hormon human chorionic gonadotrophin (hCG) akan hadir dalam darah. Hormon ini dibuat oleh sel-sel yang membentuk plasenta.

Ini juga merupakan hormon yang terdeteksi dalam tes kehamilan. Biasanya diperlukan tiga hingga empat minggu sejak hari pertama haid terakhir agar hCG meningkat dan cukup untuk dideteksi oleh tes kehamilan.

Saat trimester pertama, umumnya bayi akan mengalami perubahan dari pengelompokan sel kecil menjadi janin yang mulai memiliki bentuk seperti bayi. Saat usia kehamilan minggu 1 hingga 4 atau satu bulan, telur yang dibuahi mulai tumbuh, ada juga kantung yang kedap air terbentuk di sekitarnya yang secara bertahap mengisinya dengan cairan yang disebut ketuban .

Selama waktu ini, plasenta juga berkembang. Plasenta adalah organ bulat dan datar yang mentransfer nutrisi dari ibu ke bayi, dan mentransfer limbah dari bayi yang sering juga disebut sebagai sumber makanan bayi selama kehamilan.

Dalam beberapa minggu pertama, fitur wajah akan mulai terbentuk dengan lingkaran hitam besar untuk mata. Mulut, rahang bawah dan tenggorokan berkembang.

Sel-sel darah mulai terbentuk, dan sirkulasi akan dimulai. Tabung ‘jantung’ mungil akan berdetak 65 kali semenit pada akhir minggu keempat. Pada akhir bulan pertama, panjang bayi sekitar 0,63 cm yang lebih kecil dari sebutir beras.

Baca Juga: 7 Ciri Janin Sehat pada Trimester 1, Yuk Cek!

Gejala Hamil 1 Bulan

Hamil 1 Bulan -2

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa Moms yang mengetahui saat sedang hamil 1 bulan, namun banyak juga yang ternyata tidak merasakan tanda-tanda kehamilan saat itu. Sebenarnya, ada beberapa gejala hamil 1 bulan yang bisa Moms rasakan. Apa saja itu?

  • Perubahan pada Payudara. Nyeri pada payudara dan areola yang menggelap adalah salah satu tanda hamil 1 bulan. Di awal kehamilan, payudara akan terisi dan berubah bentuk karena bersiap untuk menghasilkan ASI. "Tidak semua perempuan mengalami perubahan ini, terutama jika mereka menggunakan pil KB," kata Teresa Pitman, ahli doula dan laktasi.
  • Mengeluarkan Bercak. Sekitar 5-10 hari setelah pembuahan, beberapa perempuan mengeluarkan bercak seperti darah yang terlihat pada celana dalam saat embrio ditanamkan di dalam rahim.
  • Sering Buang Air Kecil atau Malah Sembelit. Saat hamil, rahim menekan langsung pada kandung kemih yang mengarah ke lebih sering buang air kecil. Tekanan tambahan dan perubahan usus juga dapat menyebabkan sembelit.
  • Kelelahan. Karena ini adalah tanda paling umum, kemungkinan Moms akan mulai merasa kelelahan sekitar minggu ke-12, ketika plasenta terbentuk sepenuhnya.
  • Mual. Ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon yang mengakibatkan sekitar 80 persen perempuan mengalami ‘morning sickness’ . Bagi beberapa orang, rasa mual tidak hanya terjadi di pagi hari, namun ada pula yang malah tidak merasakan mual atau morning sicknes sama sekali .
  • Sensitivitas Terhadap Bau. Banyak perempuan memiliki indera penciuman yang tinggi selama kehamilan. "Beberapa peneliti berspekulasi bahwa ini untuk melindungi perempuan dari makan makanan 'busuk' atau tercemar, sehingga melindungi bayi dari racun berbahaya," kata Teresa.
  • Mengidam. Saat hamil, tubuh bekerja keras untuk menumbuhkan bayi dan membutuhkan sekitar 300 kalori ekstra sehari. Beberapa perempuan merasakan ngidam, yang membuatnya mendambakan makanan yang tidak basa.
  • Sakit Kepala. Frekuensi sakit kepala migrain dapat meningkat selama kehamilan. “Banyak perempuan yang mengalami sakit kepala migrain hormonal menemukan, mereka merasakan lebih banyak migraine terutama di awal kehamilan,” jelas Teresa.
  • Perubahan Suasana Hati. Banyak perempuan mengalami perubahan suasana hati emosional selama kehamilan. Ini adalah hal yang wajar, karena saat ini hormon sedang menyesuaikan diri dan tubuh berubah.

Makanan yang Baik saat Hamil 1 Bulan

Hamil 1 Bulan -3

Foto: Orami Photo Stock

Saat memasuki kehamilan 1 bulan, Moms harus mulai membatasi asupan makanan dengan hanya mengkonsumsi makanan yang bergizi. Salah satunya dengan memakan makanan yang dapat meningkatkan zat besi dan vitamin C.

Makan makanan yang memiliki lebih banyak vitamin C dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh, nutrisi yang juga dibutuhkan untuk membantu mendukung peningkatan volume darah. Moms dapat menemukan vitamin C dalam buah-buahan dan sayuran seperti kiwi, mangga, stroberi, melon, paprika, tomat, dan asparagus.

Zat besi dapat ditemukan dalam produk kedelai, daging sapi, unggas, dan buah kering.

Selain itu, pilih makanan yang kaya akan kalsium. Karena kalsium membantu Moms dan bayi yang sedang tumbuh untuk membangun dan memelihara tulang yang kuat dan sehat. Ini juga penting untuk kesehatan jantung, saraf dan otot.

Jika Moms tidak mengonsumsi cukup kalsium selama kehamilan, bayi akan mengambilnya dari tulang Moms. Makanlah tiga atau empat porsi setiap hari (1.000 miligram) makanan seperti Greek Yogurt atau yogurt beku, jus atau sereal yang diperkaya kalsium dan keju keras atau pasteurisasi.

Memakan makanan ini akan berguna sebagai pondasi menjaga kehamilan pada trimester 1 untuk menjalani usia kehamilan selanjutnya.

Baca Juga: Ini Dia Pola Makan Ibu Hamil agar Tidak Mual di Trimester Pertama

Bentuk Perut saat Hamil 1 Bulan

Hamil 1 Bulan -4

Foto: orami Photo Stock

Saat sedang hamil, Moms mungkin ingin tahu setiap detail kecil tentang bayi. Salah satunya tentang perut yang akan menjadi rumahnya selama 9 bulan.

Tubuh akan mengalami banyak perubahan selama kehamilan, dan Moms akan mulai memperhatikan perubahan signifikan pada perut. Perut akan mulai tumbuh, dan ini adalah saat yang tepat untuk tidak terobsesi dengan berat badan atau perut yang semakin besar.

Sebenarnya, ukuran perut tidak dapat secara akurat menunjukkan tahap kehamilan. Semua ibu hamil memiliki perjalanan kehamilan yang berbeda. Tidak peduli seberapa besar atau kecil ukuran perut selama kehamilan, itu tidak akan sama dengan ukuran bayi.

Ada banyak faktor yang akan menentukan ukuran perut saat hamil, seperti; tinggi badan, posisi bayi, ukuran rahim, kehamilan pertama, kehamilan kedua dan seterusnya, jumlah cairan ketuban, dan ukuran bayi.

Pada kehamilan usia 1 bulan, terjadi ovulasi dan pemupukan sel telur oleh sperma. Jadi, tidak ada perbedaan mencolok dalam ukuran perut karena bayi hanya memiliki ukuran sekitar 2 mm. Apalagi jika Moms merasakan morning sickness yang membuat Moms tidak nafsu makan dan berat badan yang menurun.

Pantangan saat Hamil 1 Bulan

Hamil 1 Bulan -5

Foto: Orami Photo Stock

Pantangan paling utama saat hamil adalah alkohol, tidak peduli usia kehamilan berapa pun. Center for Disease Control and Prevention (CDC), mendesak perempuan untuk tidak minum alkohol sama sekali saat kehamilan atau mencoba hamil.

Ini didasarkan pada harus terjaganya kesehatan ibu dan bayi, karena setiap tegukan alkohol selama kehamilan sangat mempengaruhi kesehatan anak yang belum lahir. CDC menjelaskan bahwa alkohol dalam darah ibu mengalir ke bayi melalui tali pusat.

Minum alkohol selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, dan berbagai cacat fisik, perilaku, dan intelektual seumur hidup. Cacat ini dikenal sebagai gangguan fetal alcohol spectrum disorders (FASDs) atau spektrum alkohol janin.

Selain itu, kafein juga masuk dalam kategori makanan pantangan untuk ibu hamil usia 1 bulan. Meski begitu, pemerintah Italia hanya menyarankan ‘membatasi’ kopi dan kafein.

Menurut sebuah studi di National Center for Biotechnology Information (NCBI), efek kafein pada tubuh dimediasi melalui interaksi dengan sejumlah reseptor seperti adenosin, adrenergik, asam am-aminobutyric kolinergik, dan reseptor serotonin.

Kekhawatiran konsumsi kafein selama kehamilan disebabkan oleh efek teoretis pada janin, yakni kafein melintasi penghalang plasenta, paruh eliminasi kafein meningkat pada akhir kehamilan, dan bayi kurang memetabolisme kafein sampai usia 3 bulan.

Data yang dimiliki NCBI tentang konsumsi dosis kafein 300 mg per hari atau kurang, tidak menunjukkan peningkatan risiko kehamilan yang buruk, kesuburan, atau hasil perkembangan saraf. Meski begitu, yang terbaik adalah membatasi asupan kafein hingga kurang dari 300 mg/hari.

Jumlah kafein per cangkir kopi bervariasi di antara produk, tetapi sebagai aturan umum mengonsumsi 1 hingga 2 cangkir kopi sehari tidak menjadi masalah.

Keju yang tidak dipasturisasi dan hati juga menjadi larangan untuk dimakan karena kekhawatiran adanya listeria yang termakan, yakni bakteri yang sangat jahat yang dapat menyebabkan keguguran dan kelahiran mati.

Ibu hamil juga tidak boleh makan hati atau produk hati karena kelebihan vitamin A dapat membahayakan bayi yang belum lahir.

Ikan mentah juga menjadi makanan yang dilarang saat hamil 1 bulan, karena dikaitkan dengan keracunan makanan, adanya merkuri pada tuna dalam sushi, adanya risiko salmonella; dan berisiko karena adanya cacing parasit pada beberapa ikan.

Namun, pedoman National Health Service UK mengatakan, makan ikan mentah sebenarnya baik-baik saja asalkan sudah dibekukan untuk membunuh parasit.

Baca Juga: 5 Larangan Bagi Ibu Hamil Selama Trimester Pertama

Vitamin saat Hamil 1 Bulan

Hamil 1 Bulan -6

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms sedang merencanakan kehamilan, salah satu vitamin yang sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi adalah asam folat. Saat mengetahui tanda hamil satu bulan, terus mengkonsumsi asam folat dibutuhkan karena bayi membutuhkan banyak nutrisi.

Dengan mengkonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari, memiliki manfaat kesehatan yang penting bagi ibu hamil dan bayinya. Seperti mengurangi risiko cacat jantung bawaan, diabetes gestasional dan persalinan prematur, menurut Center for Disease Control and prevention (CDC).

Dengan hal-hal terkait kehamilan usia 1 bulan di atas, memungkinkan Moms melakukan hal yang disarankan dan meninggalkan pantangan agar kehamilan berjalan dengan lancar.

Artikel Terkait