BALITA DAN ANAK
12 Juli 2019

Ini 3 Tantangan Tidur Para Balita dan Cara Mengatasinya

Atasi segera agar Si Kecil mendapatkan waktu tidur cukup dan berkualitas
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Kebanyakan balita tidur selama 12 hingga 14 jam selama sehari, penggabungan antara tidur siang dan tidur malam.

Namun, kalau kurang tidur, bahkan balita akan cenderung mudah marah dan mengalami hari yang buruk sepanjang hari.

Ada pula masalah jangka panjang yang sangat mungkin terjadi. Mulai dari kecemasan dan keras kepala balita, bisa saja disebabkan karena dirinya kurang tidur.

Padahal, kurangnya tidur anak juga akan berdampak, baik kepada pengasuh atau pada sang ibu yang menjaga sendiri anaknya.

Mungkin Moms juga terbiasa mendengar saran, patuhi jadwal dan rutinitas, tenang, dan wajib konsisten.

Tetapi bahkan dengan rutinitas terbaik, beberapa balita dan orang tua mereka mengalami kalau tidur yang nyenyak sulit didapatkan si kecil.

Berikut ini adalah masalah dan solusi tidur balita yang umum untuk membuat keluarga kembali tidur nyenyak.

Baca Juga : Plus Minus Tidur Sekasur dengan Balita yang Harus Moms Ketahui

1. Saat Si Kecil Tidak Segera Masuk Kamar

Balita tidak suka ketinggalan apa pun, jadi ketika waktu tidur tiba, mereka sering menolak.

Pada beberapa anak, ini tampak seperti ledakan energi yang tiba-tiba ketika mereka terlibat dalam permainan kejar-tangkap.

Di tempat lain, penolakan waktu tidur datang dalam bentuk beberapa permintaan untuk cerita lain, minuman, satu lagu pengantar tidur lagi, dan sebagainya.

Ini jelas bisa memakan istirahat anak. Dan bagi orang tua yang lelah yang ingin sedikit istirahat di akhir hari, ritual ini bisa membuat frustasi.

Jika ini adalah pola yang terjadi pada anak Moms, cobalah untuk mengantisipasi perilaku ini dan bekerja di sekitar mereka.

Membantu anak membakar energi ekstra dengan bermain yang aman dan menyalurkan energinya.

Untuk mengatasi permintaan waktu tidur yang konstan, tetapkan batasan tegas, komunikasikan harapan orang tua dan harapan anak, dan tindak lanjuti.

Jika anak secara konsisten meminta hal-hal aneh saat sudah masuk kamar, percepat waktu masuk kamar dan siapkan segala kebutuhannya.

2. Bangun Tengah Malam

Kalau dia bangun tengah malam bukan karena sakit atau tumbuh gigi mungkin anak tengah dalam perkembangan otak.

Ketika balita mempelajari keterampilan baru, lazim bagi mereka untuk bangun di tengah malam untuk berlatih mental maupun fisik. Ini biasanya berlangsung beberapa malam, kemudian tidur kembali normal.

Tetapi ketika bangun di tengah malam secara konsisten mengganggu anggota keluarga lainnya, taktik baru untuk latihan tidur mungkin diperlukan.

Sebagai orang tua Moms dan Dads bisa mempertahankan batasan-batasan seputar rutinitas dan jadwal tidur.

Baca Juga : 5 Tips Membiasakan Anak Untuk Membereskan Kamar Tidurnya

3. Anak Tidak Bisa Tidur Sendiri

Beberapa balita sepertinya tidak bisa tidur sendiri, apa pun yang orang tuanya coba, dan alasannya mungkin sulit untuk diatasi.

Bagi banyak balita, kecemasan berpisah mungkin menjadi penyebabnya, terutama jika mereka tidak mendapatkan banyak waktu di siang hari bersama orang tua mereka.

Jika masalah tidur anak disebabkan oleh kecemasan, luangkan waktu sejenak di siang hari untuk ngobrol.

Berikan anak pelukan dan cinta ekstra di siang hari, dan pastikan untuk memujinya setiap kali ia tidur sepanjang malam di tempat tidurnya sendiri.

Dari masalah di atas mana yang menjadi tantangan tidur Si Kecil? Sudahkah dapat diatasi?

(TPW/CAR)

Artikel Terkait