KESEHATAN
3 Agustus 2019

Lakukan 5 Kebiasaan Ini Setiap Hari untuk Mencegah Demensia

Agar memori tak semakin memburuk
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Demensia adalah istilah umum untuk penurunan kemampuan mental yang cukup parah sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari. Kehilangan memori adalah contohnya. Alzheimer adalah jenis demensia yang paling umum.

Banyak demensia bersifat progresif, yang berarti gejalanya dimulai secara perlahan dan secara bertahap menjadi semakin buruk.

Jika kita atau seseorang yang kita kenal mengalami kesulitan ingatan atau perubahan lain dalam keterampilan berpikir, jangan abaikan.

Temui dokter segera untuk menentukan penyebabnya. Evaluasi profesional dapat mendeteksi kondisi yang dapat diobati.

Selain itu, kita juga bisa melakukan 5 kegiatan ini setiap hari untuk mencegah demensia. Apa saja?

Baca Juga: Kebiasaan Tidur yang Bisa Tingkatkan Penyakit Alzheimer

1. Berolahraga

mencegah demensia

Salah satu cara mudah untuk mencegah demensia adalah rajin olahraga. Tak perlu olahraga dengan sesi panjang, kita bisa olahraga dengan sesi pendek, yakni sekitar 10 menit setiap harinya.

Kita bisa mengikuti kelas senam atau berjalan cepat. Kita juga bisa berjalan menanjak menggunakan treadmill agar fisik kita menjadi kuat.

“Semakin tubuh kita sehat atau semakin kita bisa berdiri, semakin besar peluang kita untuk menunda gejala gangguan kognitif yang dapat menyebabkan jenis demensia, termasuk Alzheimer," ujar Maria C. Carrillo, PhD, kepala petugas sains untuk Asosiasi Alzheimer, AS.

2. Melakukan Kegiatan Baru

mencegah demensia

Jangan lupa bahwa bagian penting dari melindungi kesehatan kognitif kita adalah menikmati hidup dan “membebani” otak kita dengan cara yang menyenangkan.

Melakukan kegiatan baru akan memberikan stimulasi yang mungkin membantu otak kita mempertahankan ketahanannya dan membangun cadangan kognitif kita, sehingga bisa mencegah demensia.

Salah satunya adalah membuat kerajinan tangan. Dalam sebuah penelitian terhadap 256 oktogenarian oleh para peneliti di Mayo Clinic, kegiatan kerajinan mengurangi kemungkinan gangguan kognitif ringan hingga 55 persen. Atau kita juga bisa melatih ingatan kita agar memori otak tetap tajam.

Baca Juga: Benarkah Menyikat Gigi Secara Teratur Bisa Kurangi Penyakit Alzheimer?

3. Makan Makanan yang Berwarna Cerah

mencegah demensia

Sayur atau buah yang memiliki warna cerah adalah sumber antioksidan yang sangat kuat. Konsumsi lebih banyak sayuran dan buah berwarna cerah dikaitkan dengan tingkat penurunan kognitif yang lebih lambat, yakni pada 3.718 orang yang berusia 65 tahun ke atas.

Hal tersebut diungkapkan oleh sebuah studi dalam Proyek Kesehatan dan Penuaan Chicago. Semua peserta studi mendapat skor lebih rendah pada tes kognitif di akhir penelitian daripada yang mereka lakukan di awal, tetapi mereka yang mengonsumsi lebih dari empat porsi sayuran setiap hari mengalami penurunan kemampuan mereka 40 persen lebih lambat dibandingkan orang yang mengonsumsi kurang dari satu porsi setiap hari.

4. Bersosialisasi

mencegah demensia

Isolasi, seperti halnya depresi, sering menjadi masalah ketika orang dewasa yang lebih tua mulai merasakan efek penurunan kognitif. Namun, kesepian juga tampaknya menjadi awal dari demensia.

Temuan Komisi Internasional Lancet tentang Pencegahan dan Perawatan Demensia pada tahun 2017 menunjukkan bahwa isolasi sosial atau kesepian adalah faktor risiko tekanan darah tinggi, depresi, dan penyakit jantung koroner, dan semuanya buruk bagi otak kita.

Baca Juga: Penyebab Momnesia, Kondisi Ibu Hamil Suka Jadi Pelupa

5. Berkebun

mencegah demensia

Berkebun meningkatkan denyut jantung dan memperkuat otot-otot di tangan, lengan, bahu, punggung, dan kaki kita. Berada di luar ruangan dan dikelilingi oleh bunga-bunga indah dapat menenangkan pikiran dan mencegah demensia.

Berkebun membutuhkan kecerdasan intelektual untuk menanam benih, memangkas tanaman, dan untuk memerangi hama dan hambatan lainnya.

Nah Moms, lakukan cara-cara di atas untuk mencegah demensia ya! Bila gejala sudah mulai muncul, segera konsultasikan dengan tenaga ahli untuk bisa mengetahui cara tepat menghadapinya.

(SA)

Artikel Terkait