BALITA DAN ANAK
7 Oktober 2019

Leukemia Limfoblastik, Ini 5 Penyebab yang Bisa Meningkatkan Risikonya!

Acute lymphoblastic leukemia alias leukemia limfoblastik akut (LLA) adalah jenis kanker darah yang sering menyerang anak-anak. Kenapa begitu?
Artikel ditulis oleh Ryo
Disunting oleh Ryo

Meskipun bisa juga menyerang orang dewasa, Leukemia limfoblastik akut lebih sering menyerang anak-anak. Penyakit ini terjadi karena sel-sel induk (sel punca hematopoietik) yang memproduksi sel darah putih dalam sumsum tulang membelah diri secara tidak terkendali, cepat, dan agresif.

Kenapa penyakit ini rentan di usia anak-anak, belum diketahui secara pasti. Namun secara umum, leukemia limfoblastik akut dikaitkan dengan mutasi gen tertentu, sehingga terjadi karena ada kesalahan pada proses produksi sel darah putih di sumsum tulang belakang.

Pada pengidap penyakit ini, proses pembentukan selnya terganggu dan menyebabkan limfoblas semakin banyak dan memenuhi sumsum tulang, yang kemudian keluar dari sumsum tulang lalu masuk ke aliran darah.

Leukemia limfoblastik akut yang terjadi pada anak umumnya lebih mudah untuk diobati. Sebaliknya, pada orang dewasa, penyakit ini sulit ditangani, karena bersifat agresif dan pertumbuhannya bisa terjadi dengan sangat cepat.

Penyakit ini disebabkan adanya mutasi gen yang tidak diketahui apa penyebabnya. Namun, ada faktor-faktor lainnya yang disebut bisa meningkatkan risiko mutasi genetik terjadi, antara lain:

Baca Juga: Wanita Ini Divonis Leukemia ketika Hamil, Apa Bahayanya bagi Janin?

1. Kelainan Genetik

Sejauh mana faktor genetika memicu infertilitas (2).jpg

Mutasi genetik lebih sering terjadi pada orang yang memiliki kelainan genetik tertentu. Kondisi ini disebut rentan terjadi pada orang yang mengalami down syndrome.

2. Riwayat Kesehatan Keluarga

5 Ide Jalan-jalan Akhir Pekan di Bogor Bareng Keluarga

Leukemia limfoblastik akut lebih berisiko menyerang anak yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini, misalnya orangtua atau anggota keluarga lainnya. Meski begitu, penyakit ini nyatanya bukan merupakan “warisan genetik” dari orangtua pada anak.

Baca Juga: Anak Denada Mengidap Leukemia, Waspadai 5 Gejalanya Pada Anak

3. Kekebalan Tubuh Rendah

sakit autoimun-4.jpg

Kekebalan tubuh rendah alias sistem imun yang lemah juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Sistem kekebalan tubuh rendah biasanya terjadi pada orang yang mengidap penyakit, seperti AIDS atau karena konsumsi jenis obat-obatan tertentu.

4. Menjalani Pengobatan Kanker

Semua Perempuan Wajib Tahu Penyebab Kanker Rahim

Risiko penyakit ini juga meningkat pada orang yang pernah menjalani pengobatan kanker sebelumnya. Leukemia limfoblastik akut lebih rentan menyerang orang yang pernah atau sedang menjalani kemoterapi maupun radioterapi.

5. Gejala Leukimia Limfoblastik

5b8a2ee0a9ef3.image.jpg

Foto: dailyherald.com

Penyakit ini sering menunjukkan tanda, seperti gusi mudah berdarah, kulit mudah lebam, sering mimisan, mudah mengalami infeksi, mudah pucat, merasa lemas, serta sesak napas.

Hal ini muncul akibat penurunan jumlah sel darah putih, sel darah merah, serta trombosit yang matang akibat sumsum tulang hanya dipenuhi oleh limfoblas.

Penyakit ini bisa menjadi penyebab nyeri sendi dan tulang, muncul benjolan pada tempat tertentu, seperti leher dan ketiak akibat pembengkakan kelenjar getah bening. Gangguan saraf akibat limfoblas yang menumpuk pada otak dan saraf tulang belakang. Kalau ini yang terjadi, biasanya akan muncul juga gejala berupa sakit kepala, pusing, mual dan muntah, pandangan kabur, hingga kejang.

Baca Juga: Beberapa Faktor Penyebab Leukemia yang Kadang Tidak Kita Sadari

Artikel Terkait