KESEHATAN
25 Maret 2019

Macam-Macam Infeksi Saluran Kemih, Bisa Berpengaruh ke Ginjal!

Hatii-hati jika infeksi saluran kemih tidak ditangani
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Infeksi saluran kemih adalah infeksi pada ureter, kandung kemih, dan uretra yang disebabkan oleh bakteri.

Perempuan lebih berisiko menderita infeksi saluran kemih karena saluran kemih perempuan lebih pendek dari laki-laki sehingga memungkinkan bakteri dapat menuju kandung kemih dengan cepat.

Bakteri dari usus besar, seperti E. coli, berada dalam posisi sempurna untuk berpindah dari anus menuju uretra.

Dari sana, bakteri dapat melakukan perjalanan sampai ke kandung kemih, dan jika infeksi tidak diobati, akan menginfeksi ginjal.

Di sinilah letak hubungan antara infeksi kandung kemih dan infeksi ginjal. Semakin parah infeksi saluran kemih, semakin fatal dampaknya pada ginjal.

Pielonefritis

ci2nlbwl5ui6rlikbya67or4ye

Foto: washingtonpost.com

Pielonefritis merupakan infeksi ginjal yang disebabkan bakteri atau virus yang mencapai kandung kemih melalui uretra. Kemudian, berdampak pada ginjal.

Walau tak sering ditemukan, penyakit ini terbilang serius. Jika terjadi berulang kali bisa menyebabkan luka.

Infeksi yang merusak ginjal akan membuat kondisi pielonefritis menjadi semakin parah dan akhirnya bisa mengakibatkan gagal ginjal.

Baca Juga: 7 Pola Makan Ini Dapat Membantu Kurangi Nyeri Haid

Sistitis

woman with chronic uti

Foto: medicalnewstoday.com

Sistitis adalah radang kandung kemih, biasanya disebabkan oleh infeksi kandung kemih.

Ini adalah jenis umum infeksi saluran kemih (ISK), terutama pada wanita, dan biasanya merupakan gangguan daripada penyebab kekhawatiran serius.

Sistitis termasuk dalam kategori infeksi saluran kemih bagian bawah.

Dalam kasus ringan, kerap infeksi tersebut akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Tetapi beberapa orang sering mengalaminya dan mungkin memerlukan perawatan rutin atau perawatan jangka panjang.

Ada pun kemungkinan sistitis menyebabkan infeksi ginjal, maka dari itu penting untuk melakukan konsultasi dengan dokter jika gejala tidak membaik.

Sistitis biasanya disebabkan oleh bakteri, namun bisa juga karena kandung kemih mengalami iritasi atau penyebab lainnya yang membahayakan kandung kemih.

Sebagian besar infeksi diperkirakan terjadi ketika bakteri yang hidup tidak berbahaya di usus atau di kulit masuk ke kandung kemih melalui uretra, dan mulai berkembang biak.

Baca Juga: Hati-Hati Bahaya Minum Obat Dengan Teh, Ini Alasannya

Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Saluran Kemih

cr health inlinehero when to say no to antibiotics for infection 11 18

Foto: consumerreports.com

Untuk mengetahui dengan pasti apakah Anda mengalami infeksi saluran kemih, konsultasikan pada dokter mengenai keluhan Anda.

Butuh menguji sampel urin untuk mengetahui ada atau tidak adanya bakteri.

Langkah selanjutnya adalah menghilangkan bakteri tersebut karena jika tidak dihilangkan, maka besar kemungkinannya untuk mengalami infeksi lagi.

Antibiotik adalah obat yang bisa membunuh bakteri sehingga menuntaskan infeksi saluran kemih.

Baca Juga: Urine Berbau Tidak Sedap, Hati-Hati Terkena 5 Penyakit Ini

Konsumsi sesuai resep dokter bahkan setelah kondisi sudah membaik demi memastikan bakteri benar-benar hilang supaya tidak memungkinkan terjadi infeksi lagi. Selain antibiotik adapun pereda rasa sakit dan penurun demam jika memang ada keluhan rasa sakit dan demam.

Jangan lupa minum banyak air untuk membantu mengusir bakteri dari sistem saluran kemih.

(MDA)

Artikel Terkait