2-3 TAHUN
11 Agustus 2019

Ajak Anak Bermain di Alam Bebas, Ini 6 Manfaatnya

Tinggalkan gadget, dan ajak anak lebih dekat dengan alam
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Diperkirakan, saat ini lebih dari separuh anak lebih suka menghabiskan waktu bermain di dalam ruangan daripada bermain di luar.

Hal ini juga didukung oleh para orang tua yang lebih suka anak-anaknya bermain di dalam rumah. Alasannya, bermain di dalam rumah lebih nyaman, karena tak perlu khawatir kepanasan, kehujanan, kotor, atau digigit serangga.

Bermain di dalam rumah juga lebih aman karena Si Kecil terlindungi dari orang asing yang mungkin berniat tak baik padanya.

Tetapi, kenyamanan ini bisa membatasi potensi anak, lho. Bandingkan jika Moms mengajaknya anak bermain di alam bebas yang tak memiliki batas. Ia bisa berlari, berguling, melompat, mencipratkan air, dan masih banyak hal lagi yang bebas dilakukannya.

Mengajak anak bermain di alam bebas berarti memaparkan padanya berbagai situasi di mana ia dipaksa untuk belajar dan beradaptasi sesuai kondisi yang berlaku.

Misalnya, ketika ia bermain di permukaan yang tidak rata, kondisi ini akan membantu Si Kecil mengasah keterampilan koordinasi dan keseimbangannya.

Richard Louv, penulis buku Last Child in the Woods, seperti dikutip dari laman The Guardian, menyebutkan fenomena "gangguan defisit alam", di mana telah terjadi pemutusan hubungan antara anak-anak dengan alam selama beberapa dekade terakhir. Penyebabnya ada beberapa, tapi yang pasti adalah teknologi.

Ya, gadget beserta konten di dalamnya telah merampas kedekatan anak dengan alam. Padahal, ada banyak manfaat anak bermain di alam bebas. Apa saja?

Baca Juga: Tidak Hanya untuk Anak Perempuan, Ini 7 Rekomendasi Mainan Masak-masakan untuk Si Kecil

1. Membangun Kepercayaan Diri Anak

anak bermain di alam bebas

Bila anak bermain di alam bebas, tidak ada aturan yang mengekang. Ia bisa bermain di halaman belakang, taman, atau pantai.

Ia juga bisa bebas memilih mau berlari, melompat, berguling, atau bermain air. Itu artinya, buah hati memiliki kehendak untuk mengendalikan tindakannya sendiri.

2. Meningkatkan Kreativitas dan Imajinasi

anak bermain di alam bebas

Aktivitas yang tidak terstruktur saat anak bermain di alam bebas memungkinkannya untuk berpikir lebih luas.

Ia bisa merancang kegiatan sendiri, mengeksplor hal yang sebelumnya tidak ia ketahui, dan melakukan apapun dengan cara-caranya sendiri.

Baca Juga: 3 Cara yang Bisa Moms Coba Agar Anak Lebih Sering Bermain di Luar Ruangan

3. Melatih Tanggung Jawab

anak bermain di alam bebas

Ketika Si Kecil lupa menyiram tanaman di halaman, atau bermain-main dengan mencabut tanaman dari akarnya, ia akan tahu bahwa tindakannya itu menyebabkan tanaman jadi mati. Si kecil akan belajar memahami konsekuensi dari perbuatannya.

Dokter anak di Boston Children's Hospital, Claire McCarthy, MD, menjelaskan bahwa anak perlu mengambil risiko. Sebagai orang tua, tentunya hal ini membuat Moms cemas, tapi Moms malah jadi membatasi ruang gerak mereka dan mereka akan jadi penakut menghadapi tantangan dalam hidup.

“Ya, anak bisa terluka kalau terjatuh, mereka juga mungkin merasa malu saat mencoba berteman dengan anak lain. Tapi bukan berarti mereka tidak mencobanya, pelajaran dari kegagalan tersebut sangat penting bagi perkembangan mereka,” jelas dr. Claire.

4. Mengaktifkan Panca Indera

anak bermain di alam bebas

Ada begitu banyak stimulasi yang bisa didapat saat anak bermain di alam bebas. Ia bisa melihat berbagai pemandangan, mendengar berbagai jenis suara, mencium aneka aroma, serta menyentuh dan merasakan bermacam tekstur.

Danae Lund PhD, LP, psikolog anak di Sanford Health mengungkapkan bahwa anak-anak terutama balita belajar hal baru dari panca inderanya. Anak yang bermain di luar juga memiliki penglihatan lebih baik dibanding anak yang selalu berada di dalam ruangan.

“Pikirkan kebahagiaan balita saat melihat hewan baru (penglihatan), mencium aroma bunga (penciuman dan sentuhan), menikmati air mengalir (mendengar), menginjak becek (gerakan), atau makan buah-buahan yang langsung mereka petik (rasa),” ujar Dr. Danae.

“Sebaliknya, anak yang terus-terusan menonton TV atau gadget hanya menggunakan dua indera, yakni penglihatan dan pendengaran. Hal ini akan menghambat perkembangan mereka,” lanjutnya.

5. Merangsang Anak Bergerak

anak bermain di alam bebas

Berinteraksi dengan alam melibatkan lebih banyak aktivitas fisik daripada sekadar duduk di sofa sambil bermain game.

Aktivitas fisik sendiri tak hanya baik untuk kebugaran tubuh, tapi juga membuat Si Kecil lebih fokus.

“Anak harus aktif setidaknya selama 1 jam setiap hari dan mereka bisa melakukannya dengan cara bermain di luar,” kata dr. Claire.

Baca Juga: Tidak Disangka, Ternyata Ini 4 Manfaat Bermain Skateboard untuk Anak

6. Mengurangi Stres dan Lelah

anak bermain di alam bebas

Alam punya kekuatan untuk mengurangi stres. Saat anak bermain di alam bebas tanpa aturan yang mengikat, menikmati seluruh inderanya terstimulasi oleh alam, stres dan lelahnya seketika akan berkurang, bahkan hilang. Efek ini juga dirasakan oleh Moms, kan? Anak pun akan tumbuh menjadi lebih bahagia!

Yuk, Moms, mulai merancang jadwal bermain di alam buat Si Kecil. Ada yang sudah punya ide untuk bermain di alam?

(VAN)

Artikel Terkait