BALITA DAN ANAK
7 Desember 2019

Menangani Ruam Kulit Balita yang Disertai Demam

Ruam disertai demam biasanya menular
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Ruam disebabkan oleh virus dan sangat umum terjadi pada bayi dan anak-anak. Kebanyakan ruam tidak berbahaya dan akan hilang sendiri, sehingga tidak diperlukan langkah khusus untuk menangani ruam kulit balita.

Menurut situs The Royal Children’s Hospital Melbourne, ruam bisa menyebar ke bagian tubuh lain sebelum hilang. Bintik-bintik merah ini bisa berlangsung selama beberapa hari sampai beberapa minggu.

Sebelum ruam muncul, Si Kecil bisa jadi mengalami demam. Ruam justru menandakan kondisi anak membaik. Namun, jika demam belum reda saat ruam timbul, bawa Si Kecil ke dokter untuk menangani ruam kulit balita.

Baca Juga: Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Ruam pada Kulit Bayi

1. Sindrom Pipi Merah (slapped cheek syndrome)

menangani ruam kulit balita

Foto: resources.stuff.co.nz

Gejala: Ruam berwarna merah cerah di satu atau dua pipi, pucat di sekitar mulut, demam rendah, ingusan, sakit tenggorokan, sakit kepala, sakit perut, dan tidak enak badan. Ruam bisa menyebar ke tubuh.

Cara mengatasinya: Pastikan anak cukup beristirahat dan minum. Demam, sakit kepala, atau nyeri sendi bisa diatasi dengan parasetamol atau ibuprofen, sedangkan gatal-gatal dengan antihistamin.

Setelah ruam timbul, penyakit ini tidak lagi menular. Jadi, anak tidak perlu izin bersekolah atau menjauhi ibu hamil. Biasanya kondisi ini akan sembuh dalam seminggu.

Baca Juga: Sebabkan Gatal dan Perih, Ikuti 5 Tips Menghindari Ruam Popok Pada Kulit Bayi

2. Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (hand, foot, and mouth disease)

menangani ruam kulit balita

Foto: ewscripps.brightspotcdn.com

Gejala: Demam rendah yang disusul dengan bintil seperti jerawat yang menyebar di tangan, kaki, dan mulut (sariawan). Bintil tersebut kemudian berkembang menjadi bintil berair, lalu menjadi bisul dangkal. Bisa juga terjadi di bagian tubuh lain seperti bokong dan selangkangan.

Cara mengatasinya: Kondisi ini biasanya ringan dan akan sembuh dalam 7-10 hari. Pastikan anak banyak minum. Gunakan parasetamol atau ibuprofen untuk mengatasi demam dan nyeri. Obat oles analgesik atau anestetik seperti benzidamin hidroklorida atau lidokain juga bisa dipakai untuk menangani ruam kulit balita.

Baca Juga: 4 Manfaat Petroleum Jelly untuk Kulit, Bisa Atasi Ruam Popok!

3. Jengkering (scarlet fever)

menangani ruam kulit balita

Foto: img.medscapestatic.com

Gejala: Demam, sakit tenggorokan, muntah, sakit kepala, sakit perut, nyeri otot, dan tidak enak badan biasanya muncul dengan cepat. Sekitar 12-48 jam kemudian, di leher, badan, kemudian kaki dan tangan, tampak ruam pink kemerahan mirip kulit terbakar namun berwarna putih jika ditekan.

Menurut artikel di American Family Physician Agustus 2015, kulit kering dan terasa seperti ampelas, namun akan mengelupas 7-10 hari kemudian. Tapi, di tangan, kondisi ini bisa berlangsung hingga sebulan.

Ada lapisan tebal putih di lidah yang membuat papila (bintil-bintil) merah di lidah jadi terlihat. Setelah lapisan putih hilang, lidah jadi berwarna merah pekat dengan papila yang terlihat, sehingga mirip stroberi (strawberry tongue).

Cara mengatasi: Penyakit jengkering sangat menular namun dapat diobati dengan antibiotik dan obat untuk meredakan gejala (misalnya parasetamol untuk menurunkan demam). Pastikan anak banyak minum untuk mencegah dehidrasi.

Tanpa obat antimikroba, jengkering bisa menginfeksi selama 2-3 minggu setelah permulaan gejala, sedangkan dengan antibiotik jengkering hanya bisa ditularkan selama 24 jam setelah pengobatan.

Baca Juga: 7 Produk di Rumah yang Memicu Ruam Kulit pada Bayi, Tak Diduga

4. Campak (measles)

menangani ruam kulit balita

Foto: cdn-prod.medicalnewstoday.com

Gejala: Gejala awalnya mirip pilek, yakni demam, batuk, ingusan, sakit mata atau mata merah yang sensitif cahaya, bintik abu-abu di bagian dalam pipi, serta mudah lelah. Setelah 2-3 hari, ruam merah kecokelatan muncul di kepala atau leher dan menyebar ke seluruh tubuh.

Cara mengatasinya: Cacar sangat mudah menyebar lewat batuk dan bersin, sehingga lebih baik panggil dokter ke rumah untuk menghindari penularan ke banyak orang. Jika tidak bisa, infokan kepada resepsionis saat Moms sampai bahwa Si Kecil sedang terkena campak. Dokter tidak akan memberikan antibiotik karena cacar disebabkan oleh virus.

Di rumah, Moms bisa membuat anak lebih nyaman dengan beristirahat cukup, banyak minum, serta memberikan parasetamol atau ibuprofen untuk menurunkan demam.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Ruam Kulit pada Bayi? Ini Jawabannya

Biasanya penyakit ini berlangsung kurang dari seminggu dan anak akan merasa lebih baik dua hari setelah ruam muncul. Namun batuk bisa berlangsung hingga dua minggu.

Campak bisa dicegah atau dikurangi keparahannya dengan vaksin MMR yang diberikan waktu bayi.

Jika Si Kecil mengalami ruam dengan bintik-bintik kecil berwarna merah terang atau ungu atau memar yang tidak memutih jika ditekan, disertai demam, sakit kepala, leher kaku, atau nyeri punggung, segera bawa ke rumah sakit untuk menangani ruam kulit balita. Si Kecil mungkin terkena meningitis.

EMA

Artikel Terkait