KEHAMILAN
11 Juli 2020

Amankah Menghirup Aromaterapi Saat Hamil?

Selain untuk melegakkan pernafasan, aromaterapi juga digunakan sebagai penenang.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Kehamilan adalah satu momen yang paling berharga, tetapi tidak lepas dari perubahan yang terkadang mengganggu kenyamanan.

Perubahan fisik dan segala macam gangguan tidak bisa disangkal dan dapat memicu kecemasan dan kenyamanan fisik.

Bagi sebagian wanita, menghirup aromaterapi saat hamil merupakan salah satu cara untuk memastikan suasana hati rileks dan meningkatkan kesehatan.

Namun apakah aromaterapi aman digunakan saat hamil?

Baca Juga: Sedang Malas? 6 Wangi Aromaterapi Ini Bisa Tingkatkan Semangat Kerja!

Aromaterapi dan Kehamilan

Amankah Menghirup Aromaterapi Saat Hamil.jpg

Foto: webmd.com

Penggunaan aromaterapi selama kehamilan masih kontroversial.

Dilansir dari Parents, menurut seorang dokter kedokteran naturopati berspesialisasi dalam perawatan kehamilan di Oregon mengatakan bahwa aromaterapi tidak direkomendasikan untuk usia kehamilan yang baru memasuki trimester pertama.

Penggunaan aromaterapi di awal trimester dapat menyebabkan kontraksi rahim atau memengaruhi bayi dalam perkembangan tahap pertama.

Ibu hamil juga perlu menghindari produk dan perawatan aromaterapi pada trimester pertama, karena minyak esensial merupakan bahan utama yang digunakan dalam pembuatan aromaterapi.

Setelah memasuki trimester kedua dan ketiga, ada beberapa jenis aromaterapi yang aman untuk digunakan ibu hamil, karena bayi dalam kandungan telah berkembang.

Baca Juga: Benarkah Minyak Esensial Bantu Tingkatkan Kesuburan?

Jenis dan Cara Menggunakan Aromaterapi

Amankah Menghirup Aromaterapi Saat Hamil 2.jpg

Foto: freepik.com

Jika sudah memasuki trimester kedua, Moms dapat menggunakan beberapa jenis aromaterapi yang aman bagi kehamilan.

Menghirup aromaterapi saat hamil relatif aman dilakukan di trimester kedua, karena bayi telah lebih berkembang di dalam kandungan.

Moms dapat menggunakan satu tetes dan tidak menggunakannya berlebihan karena dapat memicu pusing dan sakit kepala.

Usahakan minyak esensial pada aromaterapi tidak menempel langsung pada bagian mata hidung atau telinga.

Sebaiknya, Moms dapat terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui jenis dan cara yang tepat menggunakan aroma terapi saat hamil.

Baby Center merekomendasikan beberapa jenis aromaterapi yang aman digunakan oleh ibu hamil seperti neroli, jeruk keprok, German dan Roman chamomile, lavender, peppermint, dan ylang-ylang.

Selain itu aromaterapi seperti jahe, lemongrass, geranium eucalyptus, cypress black pepper, rosewood, sandalwood. serta bergamot aman untuk digunakan ibu hamil.

Baca Juga: 4 Gerakan Senam Hamil Selama Trimester Kedua, Ikuti Yuk!

Aromaterapi yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Amankah Menghirup Aromaterapi Saat Hamil 3.jpg

Foto: meredithcorp.io

Sementara dalam Pregnancy Guidelines yang diterbitkan oleh International Federation of Professional Aromatherapists, ada beberapa aromaterapi yang sebaiknya harus dihindari seperti cinnamon, cumin thyme, savoury, fennel, anise star, oregano, clove, wintergreen, dan sweet birch.

Moms juga perlu mengetahui ada beberapa kondisi kehamilan yang tidak boleh menggunakan aromaterapi seperti mempunyai riwayat tekanan darah rendah atau tekanan darah Tinggi, mengalami diabetes, memiliki masalah kelenjar tiroid, memiliki riwayat epilepsi, dan memiliki alergi pada kulit.

Untuk meyakinkan apakah aromaterapi aman atau tidak, teteskan sedikit di punggung tangan dan biarkan selama beberapa jam untuk mengetahui reaksinya.

Jika muncul kemerahan, gatal, panas, hal tersebut menunjukan efek alergi dan harus dihindari.

Kemudian, usahakan untuk tidak terlalu lama menghirup aromaterapi saat hamil jika menggunakan esensial yang dibakar atau menggunakan alat tertentu yang menimbulkan uap.

Baca Juga: Amankah Pewarna Makanan Selama Merencanakan Kehamilan?

Artikel Terkait