KESEHATAN
4 Desember 2019

7 Makanan Ini Ternyata Pemicu Alergi, Tidak Disangka!

Mangga dan avokad juga bisa memicu alergi lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Alergi terhadap makanan termasuk alergi yang paling umum. Sebut saja alergi telur, ikan, seafood, kacang, susu, dan lainnya. Jenis-jenis makanan tersebut seringkali sebagai pemicu alergi.

Namun, ada juga lho Moms alergi terhadap makanan yang biasa atau jarang menimbulkan reaksi alergi.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan lebih dari 160 makanan biasa yang memicu alergi. Katherine Marengo, LDN, RD, seorang ahli nutrisi dalam review kesehatannya menyebutkan ada beberapa jenis makanan biasa yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang.

Makanan Pemicu Alergi

Apa saja makanan pemicu alergi lainnya? Berikut daftarnya!

Baca Juga: 5 Mitos dan Fakta Seputar Alergi Makanan Pada Anak

1. Daging Merah

Red-Meat - independent.co.uk.jpg

Makanan pemicu alergi yang pertama adalah daging merah. Alergi daging jarang terjadi, akan tetapi beberapa orang memiliki alergi terhadap daging, daging sapi, domba, babi, dan kambing.

Alergi daging merah terhadap daging sapi dan babi dikaitkan dengan gigitan dari kutu Lone Star yang dapat ditemukan kawasan Texas hingga New England.

Food Allergy Research & Education (FARE) menyebutkan reaksi alergi daging merah baru terjadi tiga sampai enam jam setelah makan. Hal tersebut menjadikan alergi ini sulit terdiagnosis.

Gejalanya, gatal, mual, muntah, dan diare. Jika memiliki alergi terhadap suatu jenis daging, ada kemungkinan alergi terhadap jenis daging lain, seperti unggas.

2. Biji Wijen

toasted-sesame-seeds.jpg

Foto: Maangchi.com

Makanan pemicu alergi selanjutnya adalah biji wijen. Alergi biji wijen sangat jarang terjadi, diperkirakan dialami sekitar 0,1 persen orang di Amerika Serikat.

Seperti alergi terhadap kacang, orang yang alergi terhadap biji wijen dapat mengalami reaksi parah. Ekstrak dan minyak biji wijen juga dapat menimbulkan reaksi alergi pada penderita alergi biji wijen.

3. Avokad

avocado - foodrevolution.org.jpg

Makanan pemicu alergi selanjutnya adalah avokad. Alergi terhadap avokad erat kaitannya dengan alergi terhadap lateks.

Ketika memiliki alergi terhadap lateks, maka ada kemungkinan jika mengkonsumsi makanan yang mengandung antigen yang sama (protein yang bertanggung jawab atas reaksi alergi) dengan lateks akan timbul pula reaksi alergi.

Pada avokad, kandungan proteinnya mirip atau sama dengan lateks sehingga dapat memicu alergi. Jika alergi terhadap lateks dan memiliki reaksi yang sama saat konsumsi avokad, maka ada kemungkinan juga mengalami alergi ketika mengkonsumsi kentang, tomat, chestnut, pepaya, pisang, dan kiwi.

Baca Juga: Berbahayakah Alergi Untuk Tumbuh Kembang Balita?

4. Jagung

corn- healthline.com.jpg

Makanan pemicu alergi selanjutnya adalah jagung. American College of Allergy, Asthma & Immunology (ACAAI) menyebutkan, alergi jagung sulit diidentifikasi karena reaksinya mirip dengan alergi biji-bijian, dan serbuk sari rumput.

Meskipun jarang, alergi jagung bisa menimbulkan reaksi yang parah. Jika alergi terhadap jagung, disarankan menghindari semua olahan jagung, baik jagung dimasak, jagung mentah, sirup, atau tepung.

5. Mangga

mangga - steemit.com.jpg

Makanan pemicu alergi selanjutnya adalah mangga. Mangga boleh saja menjadi buah favorit banyak orang, akan tetapi bagi sebagian orang lainnya, meski relatif jarang, mengkonsumsi mangga bisa menimbulkan alergi. Seperti alergi alpukat, alergi terhadap mangga sering dikaitkan dengan alergi lateks.

6. Marshmallow

marshmallows- verywellfit.com.jpg

Makanan pemicu alergi selanjutnya adalah marshmallow. Alergi terhadap marshmallow, disebabkan oleh gelatin yang terkandung di dalamnya. Gelatin adalah protein yang terbentuk ketika jaringan ikat dari hewan direbus.

Baca Juga: Waspadai 5 Gejala Anak Alergi Makanan Berikut Ini

7. Buah-buahan Kering

top-view-of-variety-of-dried-fruits-royalty-free-image-151531351-1533134365.jpg

Foto: Womenshealthmag.com

Makanan pemicu alergi selanjutnya adalah buah-buahan kering. Penyebab di balik alergi buah yang dikeringkan adalah sulfit, seperti sulfur dioksida yang digunakan untuk mengawetkan makanan. Di Uni Eropa, produsen diwajibkan memberi label makanan kemasan yang mengandung sulfit.

Jika alergi atau peka terhadap sulfit, ada kemungkinan memiliki reaksi alergi ketika mengonsumsi sayuran kering, serta buah-buahan dan sayuran kaleng atau beku.

Itulah beberapa makanan pemicu alergi. Meski jarang terjadi, pada sebagian orang mengkonsumsi makanan tersebut bisa berakibat fatal.

Adakah anggota keluarga Moms yang mengalami alergi dari makanan-makanan tersebut?

(SWN)

Artikel Terkait