BALITA DAN ANAK
1 Juli 2020

Ini Penyebab TBC pada Anak, Ketahui Tahapan dan Diagnosisnya

Ada tahapan TBC yang bisa menyerang Si Kecil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Si Kecil bisa mengalami kondisi kesehatan tuberkulosis, atau TBC. Mengutip University of Rochester Medical Center, tuberkulosis adalah infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri.

Biasanya, bakteri ini menginfeksi paru-paru. Tetapi organ lain seperti ginjal, tulang belakang, atau otak kemungkinan juga bisa terinfeksi. TBC paling sering menyebar melalui tetesan yang dihirup atau batuk ke udara.

Seorang anak dapat terinfeksi oleh bakteri TBC. Ketahui penjelasan tentang penyebab TBC pada balita berikut ini.

Baca Juga: Ternyata Kulit Juga Bisa TBC. Apa Jenisnya dan Bagaimana Mengatasinya?

Penyebab TBC pada Anak

tbc pada balita-1.jpg

Foto: raisingchildren.net.au

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention, penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis). Bakteri ini menyebar dari orang ke orang melalui udara.

Bakteri TBC akan berada di udara ketika seseorang dengan penyakit TBC paru-paru atau tenggorokan, bersin, batuk, berbicara, atau bernyanyi. Orang-orang terdekat mungkin menghirup bakteri ini dan menjadi terinfeksi.

Meskipun orang dewasa dengan penyakit TBC paru-paru atau tenggorokan dapat menularkan bakteri ke orang lain setiap hari, tetapi anak-anak cenderung kurang bisa menyebarkan bakteri TBC ke orang lain.

Ini karena bentuk-bentuk penyakit TBC yang paling umum terlihat pada anak-anak biasanya kurang menular daripada bentuk-bentuk TBC yang ada pada orang dewasa.

Kemungkinan besar, TBC tidak akan menyebar melalui barang-barang pribadi, seperti pakaian, tempat tidur, gelas, peralatan makan, toilet, atau barang-barang lain yang telah disentuh oleh orang dengan TBC.

Baca Juga: Apa Bedanya Penyakit TBC pada Anak dan Dewasa?

Tahapan Penyakit TBC

tbc pada balita-2

Foto: Orami Stock Photos

Tidak semua orang yang terinfeksi atau terpapar bakteri TBC menjadi sakit. Akibatnya, ada dua kondisi terkait TBC: infeksi TBC laten dan penyakit TBC.

1. Paparan

Ini terjadi ketika seorang anak telah melakukan kontak dengan orang yang mungkin menderita TBC. Jika dilakukan pemeriksaan, anak akan menjalani tes kulit yang negatif, rontgen dada normal, dan tahapan TBC ini tanpa gejala.

2. Infeksi TBC Laten

Ini terjadi ketika seorang anak memiliki bakteri TBC dalam tubuhnya, tetapi tidak memiliki gejala. Sistem kekebalan anak yang terinfeksi menyebabkan bakteri TBC tidak aktif.

Bagi kebanyakan orang yang terinfeksi, TBC akan laten seumur hidup. Anak ini akan memiliki tes kulit positif tetapi rontgen dada normal. Ia tidak dapat menyebarkan infeksi kepada orang lain.

3. Penyakit TBC Aktif

Ini terjadi ketika seorang anak memiliki tanda dan gejala infeksi aktif. Anak ini akan menjalani tes kulit positif dan rontgen dada positif. Ia dapat menyebarkan penyakit TBC jika tidak diobati.

Baca Juga: Memiliki Tingkat Kematian Tinggi, Ini 6 Mitos Penyakit TBC

Diagnosis Penyakit TBC pada Balita

tbc pada balita-3.jpg

Foto: romper.com

Dalam Journal of Health, Population, and Nutrition, dijelaskan bila penyakit TBC biasanya memengaruhi paru-paru, tetapi juga dapat memengaruhi bagian tubuh lain seperti otak, usus, ginjal, atau tulang belakang.

Dalam kasus TBC paru-paru, ada beberapa gejala yang bisa dirasakan seperti batuk kronis, nyeri dada, hemoptisis, kelemahan atau kelelahan, penurunan berat badan, demam, dan keringat malam.

Diagnosis TBC pada balita dan anak-anak bisa menjadi cukup sulit. Ini karena anak-anak kecil masih belum bisa menghasilkan dahak. Tetapi, diagnosis dapat dilakukan dengan melihat tanda-tanda dan gejala klinis yang telah digunakan untuk diagnosis TBC.

Melansir Healthy Children, anak-anak yang lebih muda dari usia 10 tahun dengan TBC paru jarang menginfeksi orang lain, karena mereka cenderung memiliki sedikit bakteri dalam sekresi lendir mereka.

Untungnya, sebagian besar kasus TBC pada balita dan anak tidak akan membuat Si Kecil menjadi sakit. Ketika bakteri mencapai paru-paru anak, sistem kekebalan tubuh menyerang dan mencegah penyebaran lebih lanjut.

Artikel Terkait