PROGRAM HAMIL
4 Oktober 2019

Rekomendasi Test Kesehatan Sebelum Program Hamil

Pencegahan terhadap penyakit dan kelainan genetik dapat memberi peluang kesehatan lebih besar bagi Moms dan bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Untuk memastikan Moms dan calon bayi sehat, ada beberapa test sebelum program hamil yang dapat Moms jalani.

Test sebelum program hamil ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan atau masalah kesehatan yang biasa Moms hadapi.

Berikut ini beberapa rekomendasi test sebelum program hamil.

1. Pemeriksaan Pra-Kehamilan

1 Pemeriksaan Pra-Kehamilan.jpg

Foto: endocrineweb.com

Moms dan Dads perlu berkonsultasi dengan Dokter untuk menceritakan sejarah kesehatan, pengobatan yang sedang dijalani, hingga gaya hidup sehari-hari.

Hal ini dapat membantu Dokter untuk merekomendasikan test sebelum program hamil apa saja yang perlu Moms dan Dads lakukan.

Misalnya: jika Moms mengalami masalah kelebihan berat badan, maka Dokter akan merekomendasikan perubahan pola makan, olahraga, dan test glukosa.

Moms yang mengidap diabetes rentan mengalami peningkatan risiko pertumbuhan berat janin berlebih selama kehamilan, serta memiliki bayi dengan gula darah rendah saat lahir.

Selain itu, risiko Moms untuk mengalami keguguran dan menjalani operasi caesar juga lebih tinggi. Untuk itu, sangat penting untuk menjalani tes glukosa, jika Moms merasa memiliki berat badan berlebih.

“Hemoglobin A1C akan memeriksa kadar gula darah Moms selama periode tiga bulan, dan melihat apakah ada kelainan,” ungkap Dokter kandungan dan Profesor Klinis di Yale University School of Medicine, seperti dikutip dari womenshealthmag.com.

Baca Juga: 10 Kesalahan Yang Umum Terjadi Saat Program Hamil

2. Vaksin Pra-Kehamilan

2 Vaksin Pra-Kehamilan.jpg

Foto: evidentlycochrane.net

Fungsi kekebalan tubuh saat hamil akan menurun, sehingga membuat Moms yang sedang hamil lebih rentan tertular infeksi dan komplikasi.

Untuk itu, lakukan vaksinasi yang dapat mencegah atau mengurangi ragam penyakit menular.

Vaksin varicella (cacar air) dan rubella (campak Jerman) ada baiknya dilakukan sebelum menjalani program hamil dan memberi jarak setidaknya satu bulan sebelum akhirnya menjalani program hamil.

Moms yang mengalami cacar air saat hamil rentan mengalami pneumonia. Selain itu, jika cacar air diidap di antara 8-20 minggu kehamilan, bayi rentan mengalami sindrom bawaan varicella yang dapat menyebabkan cacat, pembengkakan mata, hingga masalah pada perkembangan otak.

Moms yang mengalami campak saat hamil rentan mengalami keguguran, kematian bayi lahir, hingga bayi prematur.

Jika campak ditularkan pada janin, ada kecil kemungkinan bayi lahir dengan berbagai masalah kesehatan, seperti: gangguan penglihatan dan pendengaran, gagal jantung, microcephaly, dan lainnya.

Baca Juga: Hal-hal Yang Harus Diperhatikan saat Program Hamil

3. Pengecekan Genetik

3 Pengecekan Genetik.gif

Foto: cjnews.com

Pengecekan genetik merupakan salah satu test sebelum program hamil berupa tes darah.

Beberapa kelainan genetik yang dapat terjadi, seperti: fibrosis kistik (lendir tebal merusak organ tubuh), penyakit Tay Sachs (kondisi yang dapat menghancurkan sel saraf tubuh), hingga sifat sel sabit (kelainan gen yang terkait dengan kelompok gangguan darah).

Jika Moms dan Dads sama-sama membawa mutasi gen resesif autosomal, maka 25% kemungkinan bayi akan lahir dengan kelainan gen bawaan tersebut.

Pengecekan genetik dapat memberi pilihan pada Moms dan Dads dalam hal keluarga berencana.

“Kita bicara tentang pencegahan primer dan itu berarti mencoba menghindari kondisi yang pasti akan terjadi,” ungkap Dokter Genetika di The Hospital for Sick Children, Toronto, David Chitayat, seperti dikutip dari todaysparent.com.

Dokter dapat merekomendasikan orang tua untuk menjalani IVF sebagai jalan kehamilan.

Sehingga setiap telur yang telah dibuahi dapat dicek apakah terpengaruh dengan kelainan gen tersebut dan hanya melakukan implan terhadap embrio yang tidak terpengaruh.

Baca Juga: Apa Sajakah Persiapan untuk Program Hamil?

4. Infeksi Menular Seksual

4 Infeksi Menular Seksual.jpg

Foto: dailymail.co.uk

Perlu dilakukan test sebelum program hamil terhadap infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonorrhea.

Kedua infeksi ini kadang tidak mengeluarkan gejala, sehingga pengidapnya tidak sadar dengan penyakit yang dimiliki. Kedua infeksi ini dapat merusak tuba falopi dan menyebabkan penyakit inflamasi panggul yang berdampak pada infertilitas.

Klamidia juga dapat menyebabkan persalinan prematur dan membuat bayi rentan mengalami infeksi mata serta pneumonia. Sedangkan gonorrhea dapat menyebabkan keguguran, pecah prematur membran dan kelahiran prematur.

Meski klamidia dan gonorrhea dapat disembuhkan dengan antibiotik, namun pengobatan tersebut tidak dapat membatalkan kerusakan yang sudah terjadi pada bayi dalam kandungan.

Itulah beberapa test sebelum program hamil yang dapat Moms dan Dads lakukan, untuk memastikan kesehatan Moms dan bayi tetap aman hingga proses kelahiran.

Artikel Terkait