KEHAMILAN
5 April 2020

3 Tanda Janin Kekurangan Oksigen, Waspada, Moms!

Janin kekurangan oksigen menandakan gawat janin.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Kekurangan oksigen pada bayi dalam kandungan menandakan gawat janin pada kehamilan Moms.

Menurut American Pregnancy Association, gawat janin merupakan kondisi di mana bayi tidak menerima asupan oksigen yang cukup atau hipoksia.

Hal ini tentunya menjadi masalah yang harus kita khawatirkan saat menjalani kehamilan. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui kondisi janin kekurangan oksigen?

Tanda Janin Kekurangan Oksigen

Tanda Janin Kekurangan Oksigen.jpg

Foto: mom365.com

Menurut American Baby & Child Law Centers, seringkali satu-satunya cara untuk menghentikan kondisi janin kekurangan oksigen ini adalah melahirkan bayi.

Selain itu, ada pula tindakan yang memungkinkan dokter dan perawat untuk memberikan perawatan medis.

Namun, biasanya kondisi ini berakhir dengan bayi yang harus segera dilahirkan melalui tindakan operasi.

Adapun tanda janin kekurangan oksigen, di antaranya:

1. Gerakan Janin Lambat, Bahkan Berhenti Bergerak

Tanda Janin Kekurangan Oksigen 2.jpg

Foto: babycentre.co.uk

Gerakan janin dalam rahim ibu adalah salah satu bagian paling menarik dalam kehamilan.

Selain membawa kegembiraan bagi keluarga, gerakan di dalam rahim adalah indikator penting kesehatan bayi.

Beberapa jeda teratur dalam gerakan adalah normal karena bayi tidur di dalam rahim.

Namun, jika bayi menjadi kurang aktif atau benar-benar berhenti bergerak, ini dapat menyebabkan kekhawatiran.

Konsultasikan segera dengan dokter, biasanya dokter akan bertanya kepada ibu hamil tentang pergerakan janin dan melakukan tes tambahan jika polanya abnormal.

2. Denyut Jantung Janin Abnormal

Tanda Janin Kekurangan Oksigen 3.jpg

Foto: babylist.com

Beberapa pola denyut jantung janin menunjukkan tekanan.

Untuk mengamati detak jantung bayi yang belum lahir, profesional medis dapat menggunakan perangkat pemantauan janin eksternal atau internal.

Pemantauan eksternal dilakukan melalui perangkat seperti sabuk yang dapat diikat di sekitar perut ibu, sementara pemantauan internal melibatkan pemasangan elektroda ke kulit kepala bayi.

Dalam persalinan yang sehat, detak jantung bayi akan turun sedikit selama kontraksi, dan kemudian dengan cepat kembali normal setelah kontraksi berakhir.

Pola detak jantung janin berikut adalah contoh pola yang tidak meyakinkan dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut dan intervensi medis:

  • Denyut jantung yang cepat dan abnormal (takikardia)
  • Denyut jantung yang lambat dan tidak normal (bradikardia)
  • Penurunan detak jantung secara mendadak (deselerasi variabel)
  • Terlambat kembali ke denyut jantung awal setelah kontraksi (deselerasi lambat)

Selain pemantauan janin, detak jantung janin yang abnormal dapat dikenali dalam tes non-stress test (NST) atau (CST).

Baca Juga: Shandy Aulia Menangis Dengar Detak Jantung Si Kecil untuk Pertama Kali, Ini Fakta tentang Detak Jantung Janin

3. Cairan Ketuban Abnormal

Tanda Janin Kekurangan Oksigen 5.jpg

Foto: sciencenorway.no

Saat Moms melakukan USG biasanya akan terlihat kondisi janin serta cairan ketuban di dalam kandungan kita.

Jika janin kekurangan oksigen, maka cairan ketuban dalam kehamilan kita pun akan tampak abnormal.

Dokter biasanya memiliki perhitungan sendiri dalam mengukur kedalaman cairan ketuban.

Jika kondisi janin kekurangan oksigen ini terpantau, maka Moms harus mengikuti prosedur dokter.

Sekalipun bayi harus terpaksa dilahirkan, Moms harus tetap berpikir positif agar Si Kecil bisa bertahan dalam kondisi ini.

Baca Juga: Moms, Ini Dia Tabel Ukuran Janin dari Minggu ke Minggu!

Artikel Terkait