KEHAMILAN
12 September 2019

Amankah Ibu Hamil Terkena Kista Ovarium?

Moms hamil dan terkena kista ovarium maka janganlah panik karena hal tersebut merupakan hal yang umum terjadi
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Orami

Moms, pernah mendengar soal kista ovarium? Tentunya bagi sebagian orang mendengar kata tersebut sedikit mengerikan. Akan tetapi, dilansir dari pennmedicine.org, kista ovarium biasanya tidak berbahaya dan sebagian besar perempuan yang memilikinya tidak menemukan diri mereka dalam kasus yang khusus.

Lalu, amankah Moms yang hamil terkena kista ovarium? Nah, perlu diketahui kista ovarium sering terjadi awal kehamilan, meskipun Moms tidak lagi menstruasi, namun ada beberapa kemungkinan masalah jika kista terus tumbuh sepanjang kehamilan.

"Kista-kista tersebut mungkin pecah atau menyebabkan masalah saat melahirkan sehingga penting untuk tetap berada di bawah perawatan dokter kandungan selama kehamilan,” ucap Dokter Kandungan di Orlando Health, Christine C.Greves, MD.

Kista ovarium sendiri adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di ovarium. Kista ini biasanya tidak bersifat kanker. Sebagian besar kista didiagnosis melalui USG atau tes pencitraan lain, yang juga akan membuat dokter melihat ukuran kista.

“Meskipun sebagian besar kista tidak menimbulkan gejala, jika kista pecah, Anda mungkin merasakan sakit dan merasakan ketidaknyamanan yang mendadak sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut ke dokter,” lanjut Christine.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Jerawat pada Bayi dan Cara Penanganannya

Gejala Kista Ovarium pada Ibu Hamil

Kista-Hero.jpg

Moms, kista ovarium mungkin jarang menimbulkan gejala yang khas pada ibu hamil. Tanda dan gejala kemungkinan muncul jika benjolan sudah cukup besar, berikut ini gejalanya:

  1. Perut kembung
  2. Selalu merasa kenyang padahal belum makan
  3. Perut merasa ditekan
  4. Makin sering buang air kecil
  5. Pertumbuhan rambut yang tidak normal
  6. Demam
  7. Kesulitan makan

Gejala ini bisa menjadi pertanda kista ovarium semakin membesar dalam beberapa bulan kehamilan Moms. Alhasil, benjolan ini memiliki potensi membahayakan bagi Si Kecil dalam kandungan.

Baca Juga : Amankah Ibu Hamil melakukan Eyelash Extension?

Kondisi Darurat Kista Ovarium pada Ibu Hamil

Ibu Hamil Sakit

Moms, menurut Winchester Hospital, kista ovarium dikatakan berbahaya ketika hamil jika ukurannya lebih dari 5 cm dan sampai menghalangi leher rahim sebagai jalur lahir Si Kecil.

Kemudian, bila benjolan kista ovarium pecah maka bisa menyebabkan pendarahan dalam. Terutama, jika benjolan terpelintir sehingga menghambat aliran darah dan mampu menyebabkan rasa sakit parah di sekitar perut bawah dan panggul.

Selain itu, komplikasi kista yang paling utama bila terus berkembang saat hamil adalah persalinan prematur. Risiko ini mungkin terjadi apabila Moms diharuskan operasi untuk mengangkat kista saat masih dalam keadaan hamil.

Persalinan prematur pun lebih berisiko jika pengangkatan kista ovarium dilakukan saat usia kandungan sekitar 20 minggu.

Apabila dokter mendeteksi awal kista ovarium ketika Moms hamil, ia akan terus memantau perkembangan kista dan janin dalam kandungan.

Baca Juga : Mengenal Cara Menggendong Posisi M-Shape serta Manfaatnya

Penanganan Kista Ovarium saat Hamil

Moms pun perlu melakukan penanganan saat terdiagnosis kista ovarium ini. Berikut ini beberapa hal yang perlu Moms lakukan saat hamil dengan kista ovarium.

1. Cek kandungan rutin

Cek Kandungan

Cek kandungan rutin dengan USG dapat membantu dokter memantau perkembangan kista. Walaupun kebanyakan kista tidak menimbulkan dampak apapun serta tidak memerlukan penanganan atau obat khusus untuk menghilangkannya.

2. Laparoskopi

Moms, kista terkadang tumbuh pada batang ovarium sehingga membuatnya bengkok dan rusak. Guna menangani kondisi ini, dokter akan mengeluarkan kista melalui prosedur laparoskopi.

Bila, kista semakin membesar, kemungkinan dokter akan melakukan operasi lanjutan yaitu laparotomy.

3. Operasi pengangkatan kista

Operasi pengangkatan kista ovarium akan dilakukan bila kehamilan sudah memasuki trimester 2 atau 3. Operasi ini dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah keguguran.

4. Operasi Caesar

artikel hero operasi caesar

Tentunya, kista ovarium yang tumbuh besar berisiko tinggi memblokir jalan lahir Si Kecil. Maka, dokter biasanya akan menyarankan Moms melahirkan lewat operasi Caesar. Operasi ini juga dilakukan apabila kista sebabkan komplikasi berbahaya.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang hamil dengan kista ovarium. Selama semuanya berada dalam pengawasan dokter, hamil dengan kista ovarium tetap aman.

(WAR/ERN)

Artikel Terkait