BALITA DAN ANAK
5 September 2020

Waspada Penyakit Menular pada Anak, Yuk Ajarkan Social Distancing!

Pastikan anak sudah mendapat vaksin sebelum masuk sekolah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bagi semua orang, virus corona (COVID-19) sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari kita. Selain melakukan tindakan pencegahan sederhana seperti rutin membersihkan tangan, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan agar semua keluarga menjaga jarak antara diri sendiri dan orang lain untuk membantu mencegah penyebaran COVID-19.

Karenanya banyak kantor tempat bekerja, acara-acara, bisnis, dan sekolah pun ditutup untuk sementara. Namun setelah memasuki masa new normal belakangan ini, social distancing agaknya mulai melonggar dan sudah banyak orang mulai melakukan aktivitas seperti biasa. Termasuk masuk sekolah dan bermain.

Nah, untuk anak-anak pun banyak yang sulit melakukan social distancing nih Moms, karena mungkin mereka belum paham seberapa pentingnya hal tersebut.

Baca Juga: Pentingnya Tingkatkan Imunitas Tubuh dari Infeksi Virus Corona Novel (COVID-19), Berikut Tipsnya

Saat Si Kecil mulai masuk sekolah, mengikuti kursus, atau bermain dengan teman-temannya, bukan hanya virus corona yang berisiko menulari mereka. Ada juga beberapa penyakit lain yang bisa dengan mudah menular dari satu anak ke anak lain.

Jika tidak menjalankan protokol kesehatan yang semestinya, bukan tidak mungkin Si Kecil menderita penyakit menular pada anak yang ditularkan dari teman-temannya.

Anak-anak sangat mudah tertular berbagai macam penyakit, karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah.

Nah, apa saja ragam penyakit menular pada anak yang mudah menyerang Si Kecil? Bagaimana cara mengajarkan Si Kecil social distancing? Berikut ulasannya.

Baca Juga: Sedang Musim Sakit, Ini Cara Mengobati Flu pada Anak

Penyakit Menular pada Anak

Moms, CoVID-19 memang patut kita waspadai. Tapi, jangan sampai Moms megabaikan penyakit menular pada anak yang bisa menjangkit Si Kecil kapan saja. Terlebih jika ia sudah mulai melakukan aktivitas bersama teman-temannya.

Apa saja penyakit menular pada anak yang perlu diwaspadai? Berikut daftarnya.

1. Cacar Air

penyakit menular di sekolah

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit menular pada anak yang pertama adalah cacar air. Penyakit satu ini bisa dengan mudah menular hanya melalui udara saja, baik itu saat bersin, batuk, atau berbicara sekalipun.

Ciri-cirinya anak terserang demam, pusing, mengalami sakit tenggorokan dan sakit perut.

Selain itu juga diikuti dengan munculnya benjol-benjol kecil berisi air di dalamnya. Ketika penyakit ini mulai bereaksi, anak akan merasakan gatal-gatal pada sekujur tubuh.

Jangan biarkan Si Kecil menggaruk kulitnya, agar tidak menimbulkan bekas luka dan infeksi. Sebagai solusi, coba redakan gatal dengan bedak dingin atau bedak biasa.

2. Campak

Campak juga masuk dalam daftar penyakit menular pada anak. Jika Si Kecil terkena campak, ia akan mengalami demam, batuk, hidung berair, hingga sakit tenggorokan, dan muncul ruam-ruam merah di sekujur tubuh.

Sama halnya dengan cacar air, penyakit yang disebabkan oleh virus ini menyebar lewat udara juga. Jadi jika ada teman anak yang menderita campak, sebaiknya jangan bermain bersamanya dulu.

Baca Juga: 7 Fakta Seputar Campak dan Rubella pada Bayi

3. Gastroenteritis (Muntaber)

penyakit menular di sekolah

Foto: Orami Photo Stock

Gastroenteritis mungkin terdengar kurang familiar, tapi muntaber pasti enggak dong. Benar sekali Moms, gastroenteritis atau muntaber adalah sebuah penyakit peradangan pada lapisan usus, yang juga menjadi salah satu penyakit menular pada anak.

Virus dari penyakit ini menyerang pencernaan anak, sehingga mengalami diare, demam, lemas, dan sakit perut.

Biasanya penyakit menular pada anak ini terjadi karena lingkungan yang kotor, jadi pastikan anak Moms mengonsumsi makanan dan minuman yang terjaga kebersihannya ya.

4. Gondongan

penyakit menular di sekolah

Foto: Orami Photo Stock

Gondongan pada anak ditandai dengan ciri-ciri pipi bengkak, leher bengkak, dan rahang juga bengkak. Semua bagian wajah akan terlihat membengkak. Hal ini terjadi akibat adanya infeksi virus di kelenjar liur.

Mengapa gondongan masuk dalam penyakit menular pada anak? Hal ini dikarenakan penyakit satu ini menyebar dengan mudah dari udara, alat makan, dan sentuhan dengan penderita.

Baca Juga: Tak Hanya Karena Gondongan, Ini 10 Penyebab Lainnya Benjolan di Leher

5. Flu

Penyakit menular pada anak selanjutnya adalag flu. Flu juga menjadi penyakit yang mudah menyerang anak-anak dan dapat dengan mudah ditularkan di sekolah. Seperti yang sudah kita ketahui, flu disebabkan oleh virus influenza yang menyerang saluran pernapasan.

Saat terserang flu, anak akan mengalami hidung tersumbat, batuk, lemas, sakit kepala yang disertai dengan demam. Jadi jangan kaget jika Si Kecil juga mual dan muntah ya.

Mencegah Penyakit Menular pada Anak

mencegah covid-19 pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Menyesuaikan dengan situasi baru apa pun dapat menjadi tantangan, terutama jika hal itu melibatkan ketidakpastian, seperti adanya virus baru ini.

Anak-anak yang impulsif tentu akan mengalami kesulitan mengerem dan memikirkan tindakan mereka di situasi ini. Jika mereka terlalu bersemangat untuk bertemu atau bermain dengan anak lain, mereka mungkin terlalu dekat tanpa menyadarinya.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tetap menganjurkan anak-anak untuk tetap berada di rumah pada masa pandemi untuk mencegah penularan infeksi, infeksi COVID 19 pada khususnya dan penyakit menular pada anak lainnya.

IDAI mengimbau agar orang tua dan keluarga untuk tidak membawa anak-anak ke tempat umum, seperti taman, pusat rekreasi, pusat perbelanjaan, atau berkumpul membentuk kerumunan seperti tempat bermain, tempat penitipan anak, dan kursus. Jika anak terpaksa dibawa keluar rumah, maka:

Baca Juga: Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh Anak, Perlukah?

  • Anak harus selalu didampingi orang tua ataupun pengasuh
  • Anak usia 2-18 tahun dan orang dewasa dianjurkan untuk menggunakan masker.
  • Jika penggunaan masker pada anak tidak bisa maksimal, dapat ditambahkan dengan penggunaan face shield.
  • Anak usia kurang dari 2 tahun disarankan untuk menggunakan barrier untuk alat yang digunakan ketika berpergian, contohnya penutup pada stroller
  • Melakukan physical distancing, khususnya dengan orang yang sedang sakit
  • Melakukan cuci tangan atau kebersihan tangan sesering mungkin
  • Menghindari memegang mulut, mata, dan hidung

“Secara umum, Moms bisa berikan Si Kecil ASI dan nutrisi yang kuat untuk menjaga imunitas tubuhnya secara optimal,” dr. Rosary, Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Itulah beberapa penyakit menular pada anak dan cara mencegahnya. Menurut dr. Rosary, jangan lupa juga tetap melakukan vaksinasi supaya anak memiliki kekebalan tubuh spesifik terhadap penyakit-penyakit yang dapat dilindungi dengan imunisasi.

Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar untuk Anak, Jangan Sampai Terlewat!

Moms juga bisa membantu anak menjaga daya tahan tubuhnya agar terhindar dari infeksi virus dengan cara memberikan anak asupan makanan yang mengandung vitamin C setiap hari ya.

Hal senada juga dilontarkan Dr. Uslan, kepala asosiasi dari divisi Infectious Diseases di David Geffen School of Medicine di UCLA. Mneurutnya, vaksin adalah salah satu strategi yang paling efektif untuk mencegah penyakit-penyakit di atas.

“Yang terbaik adalah pastikan anak sudah mendapatkan vaksin sebelum sekolah dimulai. Terutama untuk anak-anak yang akan pra-sekolah dan taman kanak-kanak,” kata Dr. Yvonne Maldonado, kepala dari pediatrik penyakit menular pada anak di Stanford Children's Health, sekaligus seorang profesor di Universitas Stanford.

Namun sayangnya banyak orang tua yang belum menyadari pentingnya imunisasi pada anak. Makanya agar Si Kecil terhindar dari penyakit menular pada anak, pastikan ia sudah diimunisasi ya Moms.

Artikel Terkait