PROGRAM HAMIL
6 Mei 2019

Bisakah Perempuan dengan Alergi Sperma Hamil?

Pengaruhnya pada kehamilan cukup signifikan lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Ketika pertama kali mendengar istilah alergi sperma, mungkin Moms tak percaya. Benarkah kondisi seperti itu nyata adanya?

Ya, alergi sperma merupakan salah satu jenis alergi yang nyata, Moms. Lebih dari itu, pengaruh alergi sperma pada kehamilan pun cukup signifikan.

Istilah medis untuk alergi sperma adalah seminal plasma hypersensitivity. Menurut International Society for Sexual Medicine, alergi sperma adalah reaksi alergi langka terhadap protein pada air mani pria yang kebanyakan memengaruhi perempuan.

Baca Juga: Bisakah Hamil Apabila Sperma Sering Tumpah Setelah Berhubungan?

Gejala Alergi Sperma

original.jpg

Foto: pixabay.com

Perempuan yang memiliki kondisi tersebut akan merasakan sejumlah gejala berikut:

  • Kulit memerah
  • Pembengkakan
  • Nyeri
  • Gatal
  • Sensasi terbakar

Biasanya, gejala-gejala tersebut akan muncul sekitar 10-30 menit setelah Moms berhubungan intim atau bersinggungan dengan air mani pasangan. Dikutip dari situs web majalah SELF, gejala-gejala tersebut tidak hanya terasa di area vagina, melainkan juga bisa muncul di kulit atau mulut.

Tetap Bisa Berhubungan Intim

2936ePregnancyTest.jpg

Foto: optionsforwomenmissouri.com

Lalu, apakah artinya perempuan yang memiliki kondisi alergi sperma tidak dapat berhubungan intim? Tidak juga, Moms.

Perempuan dengan kondisi tersebut tetap dapat melakukan hubungan intim, namun pasangannya disarankan untuk memakai kondom agar air maninya tidak bersinggungan dengan kulit Moms.

Meski alergi sperma termasuk kondisi yang langka, namun, menurut dokter spesialis kesehatan perempuan Jennifer Wider, M.D., masalah tersebut sebenarnya lebih umum daripada yang dibayangkan banyak orang.

Dikutip dari situs Healthline, diperkirakan terdapat sekitar 40.000 perempuan yang memiliki kondisi alergi sperma di Amerika Serikat.

“Hanya saja, kebanyakan perempuan tidak mengetahui tentang kondisi tersebut sehingga tidak menyadari atau memeriksakan diri ketika mereka mengalaminya,” kata dokter Wider.

Baca Juga: Berapa Biaya Program Bayi Tabung?

Bisa Mempersulit Program Hamil

woman-918896_1920.jpg

Foto: huffpost.com

Lantas, sejauh mana pengaruh alergi sperma pada kehamilan?

Perlu dipahami, alergi sperma bukanlah masalah kesuburan. Namun, kondisi tersebut memang bisa mempersulit upaya pasangan untuk hamil.

Salah satu pilihan yang biasanya dokter anjurkan kepada pasangan adalah melakukan desentisisasi atau mengurangi reaksi alergi Moms terhadap sperma pasangan.

Caranya, dokter akan memaparkan air mani pasangan sedikit demi sedikit pada vagina Moms hingga reaksi alergi berkurang atau bahkan hilang.

Sebuah studi tentang hal itu telah diterbitkan di jurnal Obstetrics and Gynecology. Salah satu temuannya adalah pada beberapa kasus, cara tersebut memang berhasil menghilangkan reaksi alergi secara total.

Shannon K. Laughlin-Tommaso, M.D., pada situs web Mayo Clinic mengatakan, desentisisasi memungkinkan Moms dan Dads untuk dapat hamil secara alami.

Namun, bila Moms memiliki tingkat sensitivitas terhadap sperma yang cukup tinggi, biasanya cara untuk hamil adalah melalui inseminasi buatan atau program bayi tabung.

Itulah beberapa fakta penting yang perlu Moms ketahui tentang alergi sperma. Jika Moms mengalami gejalanya, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

(AN/AND)

Artikel Terkait