BALITA DAN ANAK
10 Juli 2019

Cara Efektif Mengurangi Kebiasaan Si Kecil Main Kotor-kotoran

Ungkapan kotor itu baik tidak selalu benar adanya bila Si Kecil tidak diingatkan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Bukan anak balita namanya kalau tidak berlaku yang aneh.

Sebagai contoh seorang ibu berkisah kalau anaknya sibuk memainkan baju kotornya di kamar mandi. Walaupun terdengar kotor dan bahkan menjijikan hingga mengganggu.

Hal itu terdengar normal saat dilakukan anak-anak. Pasalnya, kadang-kadang ada anak-anak yang suka memainkan kotorannya dan juga bekas muntahnya sendiri.

Apakah Hal Normal Bermain Kotor-Kotoran

adorable-baby-balloons-1130179.jpg

Anak balita, meski sudah diajarkan soal kebersihan dan pentingnya kesehatan tentu belum bisa mengambil koneksi yang tepat mengenai dua hal tersebut.

Dalam contoh yang diberikan, balita tidak memiliki pengetahuan masa lalu tentang pengalaman ini dan tidak dapat memprediksi konsekuensi dari melakukan sesuatu seperti ini.

Jadi dia mungkin hanya mengeksplorasi bagian baru dari tubuhnya yang dia perhatikan, seperti jika dia meletakkan jarinya di mulut, hidung, atau telinganya.

Perilaku 'kotor' yang serupa termasuk balita yang bermain dengan kotoran mereka atau menaruh serangga di mulut mereka.

Yang terburuk, mereka bisa saja memasukan kotoran mereka sendiri hingga serangga ke dalam mulut mereka.

Karena itu, sangat penting bagi Moms untuk menjelaskan terhadap Si Kecil, bahwa kelakuannya tersebut sangat tidak baik dan tentu saja akan menggangu kesehatannya.

Baca Juga : 5 Manfaat Orang Tua Bermain Bersama Anak

Menghentikan Perilaku Balita Kotor

adorable-balloons-basin-2168793.jpg

Hal yang paling penting untuk dipahami adalah bahwa Moms mungkin memiliki lebih banyak perilaku aneh dan mungkin melakukannya sering dan berlebihan.

Karena itu, saat Si Kecil melakukannya pertama kali, sebagai orang tua, kita bisa mengabaikannya dan dia mungkin Si Kecil tidak akan pernah melakukannya lagi.

Tetap tenang dan perhatikan baik-baik tanda-tanda yang terlihat, apakah dia akan melakukannya lagi?

Jika ya, cobalah mengalihkan perhatiannya dari perilakunya, seperti memberinya mainan untuk dipegang atau permainan apapun yang bisa dilakukan bersama-sama.

Jika dia terus melakukannya, tetap tenang, cuci tangannya, dan katakan saja tidak, jangan lakukan itu lagi. Ini juga berlaku untuk anak balita yang memasukkan tangan kotor ke popok dan mengolesi kotorannya.

Dalam situasi ini, kita dapat tetap tenang dan membersihkan tanpa basa-basi, tapi jangan marah. Moms bisa mencoba membatasi akses balita ke popoknya atau benda-benda kotornya lainnya.

Memperkuat Perilaku Balita

Ada banyak perilaku balita lain seperti ini yang berisiko akan menjadi-jadi jika tidak ditangani dengan hati-hati. Si Kecil bisa saja jadi mudah marah dan mengigit kalau dilarang dengan cara yang salah.

Baca Juga : Tak Disangka, Ini 5 Keuntungan Jika Anak Sering Bermain di Luar Rumah

Bagaimana Cara Menghentikannya?

adorable-baby-blur-590471.jpg

Tetap tenang dan berbuat seolah-olah tidak ada apa-apa saat Si Kecil main kotoran dalam batas wajar.

Saat dia sudah mulai bosan dengan tahap wajar, segera ajak untuk mengganti baju, cuci tangan dan kaki. Ajak di kecil sesuai dengan rutinitasnya dengan cara yang baik agar dia tidak merasa dilarang dan malah stres.

Bermain kotor-kotoran sangat mungkin menyebabkan penyakit. Saat dia sudah tidak melakukan permainan tersebut ajak Si Kecil ke dokter untuk memastikan kesehatannya.

Jadi, pastikan Si Kecil tidak bermain di atas tanah yang ada kotoran hewan ya Moms!

(TPW/CAR)

Artikel Terkait