BAYI
14 Juli 2020

5 Cara Menangani Gray Baby Syndrome, Wajib Tahu!

Hindari konsumsi antibiotik jenis kloramfenikol untuk pencegahan gray baby syndrome
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh sera
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Menggendong bayi untuk pertama kalinya pastinya menjadi salah satu momen paling menyenangkan dan mengesankan dalam kehidupan kita ya Moms.

Namun, hal-hal indah tersebut bisa berubah menakutkan jika Si Kecil ternyata terkena gray baby syndrome yang bisa mengancam jiwanya.

Gray baby syndrome disebabkan karena akumulasi antibiotik beracun yang disebut kloramfenicol. Karena kurangnya reaksi glukuronidasi, bayi tidak dapat memecah dosis tinggi obat ini. Obat ini terbangun dalam aliran darah yang menyebabkan kolapsnya kardiovaskular.

Akumulasi kloramfenicol dalam darah menyebabkan, tekanan darah rendah, bibir, kuku dan kulit yang menjadi biru hingga kematian dalam 40 persen kasus. Wah bahaya sekali ya Moms.

Baca Juga: Mengenal Gray Baby Syndrome, Sindrom yang Bisa Sebabkan Kematian pada Bayi

Cara Menangani Gray Baby Syndrome

Kabar baiknya adalah gray baby syndrome ini dapat diobati. Menurut dokter spesialis anak dari Children's Hospital of Wisconsin, AS Laura Marusinec, ada beberapa cara penanganan gray baby syndrome yang bisa dilakukan. Berikut ulasannya.

1. Penghentian Obat

Cukup Berbahaya, Ini Cara Menangani Gray Baby Syndrome

Foto: babycentre.co.uk

Cara menangani gray baby syndrome yang pertama adalah berhenti memberi Si Kecil obat. Jika Moms minum obat untuk infeksi, maka harus berhenti menyusui.

Dokter anak dapat mendiagnosis gray baby syndrome setelah pemeriksaan fisik dan mengamati gejala-gejala, seperti kulit berwarna keabu-abuan dan bibir biru.

"Dokter Anda mungkin juga bertanya apakah Anda atau bayi Anda terpapar kloramfenikol," jelas Marusinec seperti dikutip dari healthline.com.

Marusinec juga menyarankan pada para orang tua untuk memahami jika seandainya ada kemungkinan Si Kecil akan dirawat di rumah sakit setelah didiagnosis menderita gray baby syndrome.

Tindakan ini diperlukan agar dokter dapat memantau kondisi bayi dengan cermat.

Setelah menghentikan penggunaan kloramfenikol, dokter anak biasanya akan merekomendasikan berbagai perawatan lanjutan.

2. Pertukaran Transfusi Darah

Cukup Berbahaya, Ini Cara Menangani Gray Baby Syndrome

Foto: parenthub.com.au

Prosedur penanganan gray baby syndrome berikutnya adalah dengan cara mengeluarkan sebagian darah bayi dan mengganti darahnya dengan darah atau plasma yang baru disumbangkan. Prosedur ini selesai menggunakan kateter.

3. Hemodialisis

Cukup Berbahaya, Ini Cara Menangani Gray Baby Syndrome

Foto: infokid.org.uk

Cara menangani gray baby syndrome yang berikutnya adalah dengan menggunakan mesin dialisis. Menurut The National Kidney Foundation, cara ini bertujuan untuk membersihkan racun dari aliran darah bayi.

Tindakan ini juga menyeimbangkan kadar kalium dan natrium serta membantu mengontrol tekanan darah bayi.

Baca Juga: Mengenal Sindrom Kepala Datar pada Bayi, Moms Harus Tahu!

4. Pasokan Oksigen

Cukup Berbahaya, Ini Cara Menangani Gray Baby Syndrome

Foto: freepik.com

Selain cara-cara penanganan di atas, Si Kecil juga mungkin diberikan terapi oksigen untuk meningkatkan pernapasan dan pengiriman oksigen ke tubuh.

5. Hemoperfusi

Cukup Berbahaya, Ini Cara Menangani Gray Baby Syndrome

Foto: healthypair.net

Untuk cara menangani gray baby syndrome lainnya, dokter juga dapat merekomendasikan hemoperfusi.

Cara penanganan ini mirip dengan dialisis dan membantu menghilangkan racun dari darah. Darah bayi akan dipantau selama perawatan.

Baca Juga: Bagi Wanita Hamil, Tahukah Sindrom Alkohol Janin Pada Bayi?

Pencegahan Gray Baby Syndrome

Kabar baik lainnya, gray baby syndrome ini ternyata juga bisa dicegah lho Moms. Menurut dr. Marusinec, cara terbaik untuk menghindari komplikasi ini adalah dengan tidak memberikan obat jenis kloramfenikol kepada bayi prematur dan anak-anak di bawah usia 2 tahun.

Penting juga bagi ibu hamil dan menyusui untuk menghindari obat ini. Karena kloramfenikol dapat melewati ASI. Dalam dosis rendah, antibiotik ini mungkin tidak memiliki efek toksik pada bayi. Tapi lebih baik aman daripada menyesal.

Nah, jika dokter menyarankan obat ini untuk Moms atau Si Kecil, cobalah minta pilihan antibiotik lain, yang lebih aman ya.

Artikel Terkait