2-3 TAHUN
2 September 2018

Cara Mengatasi Anak Balita Susah Makan

Anak susah makan, menjadi keluhan terbesar bagi para ibu.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh fitria.rahmadianti
Disunting oleh fitria.rahmadianti

Normalnya susah makan sebetulnya bukan masalah besar bagi kebanyakan anak. Tengok saja anak-anak di daerah pedesaan. Bukan saja mereka lahap makan. Bahwa menjadi lapar dan mengejar makanan itulah sisi alaminya.

Namun, anak di perkotaan yang kecukupan makan sering kehilangan selera makannya. Penyebab terseringnya karena makannya sudah amat berlebihan. Kalori dari makanan yang berlebihan ini yang menekan nafsu makan anak, sehingga ibu mengeluh anaknya susah makan. Mayoritas keluhan ibu punya balita, ihwal anak susah makan ini muncul dalam sebagian besar surat konsultasi.

Kecukupan kalori vs kelengkapan nutrisi

Naluri setiap ibu untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Termasuk soal memberi makan. Namun menjadi tidak bijak kalau ibu masih berpikir semakin banyak memberi makan anak akan semakin menyehatkan. Setiap umur anak punya ambang kecukupan kalori yang dibutuhkannya. Kalau anak menerima total kalori sesuai dengan umur dan berat badannya, anak akan sehat. Maka berat badan menjadi parameter apakah kalori yang anak terima dari makan hariannya sudah memadai, atau malah berlebihan kalau bukan kekurangan.

Mungkin sedang mengidap penyakit

Selain sebab kelebihan makan, susah makan juga bisa disebabkan oleh adanya suatu penyakit yang sedang anak idap. Bukan penyakit akut, melainkan penyakit menahun seperti cacingan, TBC, atau ada penyakit lain seperti penyakit darah, kurang darah (anemia), kalau bukan sebab ada gangguan pencernaan yang belum terselesaikan.

Balita yang mendadak menurun selera makannya perlu dilacak adakah penyakit yang mengganggunya. Pemeriksaan laboratorium dan di kamar praktik dokter akan membongkar apa penyebab di balik tidak mau makan anak. Susah makan bisa dijadikan petunjuk awal yang mendorong orangtua membawa anaknya berobat.

Melacak penyebabnya

Cara tepat mengatasi balita susah makan, dengan melacak apa di balik susah makannya sebagaimana sudah diungkap di atas. Kalau penyebabnya karena kelebihan makan, perlu menguranginya. Sering lantaran kelebihan minum susu. Kalau penyebabnya karena mengidap suatu penyakit, setelah dokter mengetasinya, keluhan susah makan biasanya akan pulih.

Termasuk bila penyebabnya faktor psikologis. Ibu bekerja menyerahkan urusan memberi makan pada orang rumah, yang belum tentu menyenangkan hati anak. Cara memberi makan dengan paksaan, secara kasar dapat menimbulkan trauma pada anak.

Untuk itu jangan berikan apa pun terlebih yang serba manis menjelang jadwal makan. Makin tertib jam makam anak, dan tertib tidak memberikan yang serba manis atau camilan menjelang jam makan, makin tidak sukar memberi anak makan. Rasa lapar anak harus terbit dengan cara membuatnya tidak terus-terus diberi makan, yang sering nyaris tanpa jadwal. Bagaimana menurut Anda , moms?

Artikel Terkait