2-3 TAHUN
18 Juni 2019

Hati-hati, Ini Dia 3 Bahaya Mengoleskan Balsem pada Kulit Anak

Apa bahayanya jika balsem dioles pada kulit anak?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh ade.ryani
Disunting oleh Dina

Rasa pegal-pegal dan sakit otot tak hanya dialami orang dewasa. Boleh jadi, anak-anak juga mengeluhkan hal yang sama.

Nah, bila pada orang dewasa, gejala nyeri dan pegal tersebut dapat diatasi dengan balsem, bagaimana dengan anak-anak?

Apakah balsem aman sekaligus ampuh juga bila diberikan pada bocah? Tentunya, sebelum Moms memberikan balsem pada Si Kecil, perhatikan dulu faktor keamanannya.

Terkait hal tersebut, dr. Anthony L. Komaroff, seorang ahli penyakit dalam dari Boston Children’s Hospital di Amerika Serikat menegaskan bahwa balsem tidaklah aman untuk diberikan pada kalangan anak-anak.

Komaroff mengatakan, balsem hanya ditujukan bagi dewasa untuk menangani masalah nyeri otot ringan.

Baca Juga : Ternyata Mengoleskan Minyak Kayu Putih pada Balita Berisiko pada Kesehatan

Senada dengan hal tersebut, Thomas Kearney, ahli farmasi klinis dari University of California San Fransisco di AS, menegaskan pula bahwa balsem sangat tidak dianjurkan bagi anak-anak.

Kearney mengatakan, ada bahaya mengoleskan balsem pada Si Kecil.

Nah, Moms, coba perhatikan bagian label atau brosur produk balsem biasanya tercantum bahwa balsem sebaiknya tak diberikan pada anak berusia di bawah 12 tahun. Karena itulah, hindari mengoleskan balsem pada tubuh Si Kecil ya Moms!

Lalu, apa dampak atau efek samping bila anak diberikan balsem?

Sebagai contoh kasus, anak remaja usia 17 tahun di Amerika meninggal gara-gara kebanyakan menggunakan balsem untuk meredakan nyeri otot.

Walaupun peristiwa tragis ini baru pertama kali terjadi, namun para pakar mengimbau orangtua untuk menghindari bahaya mengoleskan balsem pada kalangan anak.

Selain tidak aman, balsem juga memiliki efek samping bahkan bagi setiap kalangan usia.

Baca Juga : Perlukah Bayi Diolesi Minyak Telon? Ternyata Banyak Manfaatnya Lho

Moms perlu juga tahu berbagai bahaya mengoleskan balsem untuk anak sebagai berikut:

1. Iritasi

Bila balsem dioleskan pada kulit, Si Kecil berisiko mengalami iritasi kulit.

Adapun ciri atau gejala iritasi di antaranya kulit memerah, terasa gatal, perih atau gatal.

Bila tak hati-hati, anak juga bisa mengalami iritasi mata. Contohnya, bila ia mengucek atau mengusap matanya dengan tangan yang terkena balsem.

2. Keracunan

Efek samping lainnya adalah kandungan metil salisilat bisa menyebabkan anak keracunan. Misalnya, bila tanpa sengaja atau karena rasa ingin tahunya, anak malah menjilat dan menelan balsem yang dioleskan pada kulitnya.

Kearney juga mengungkapkan, bila balsem dioleskan pada sekitar 40 persen bagian tubuh anak, bisa berisiko menimbulkan keracunan yang cukup gawat.

Adapun tanda keracunan balsem yang bisa terjadi di antaranya: sulit benapas, pusing, demam, kejang, mual, muntah, telinga berdenging hingga suhu tubuh naik/hipertemia.

3. Sindrom Reye

Komaroff menjelaskan, balsem terdiri dari bahan aktif berupa metil salisilat.

Bahan ini mengandung aspirin, yaitu obat pereda sakit yang sebenarnya tidak aman bagi anak-anak. Kenapa? Karena aspirin dapat menyebabkan sindrom Reye.

Gangguan ini terjadi karena adanya kerusakan otak dan fungsi hati yang disebabkan paparan aspirin dalam dosis tinggi.

Nah, perlu kita waspadai Moms, dalam beberapa kejadian, sindrom Reye ini bisa mengancam jiwa anak.

Baca Juga : Minyak Esensial, Aman untuk Kulit Bayi

Nah, ternyata cukup banyak ya, bahaya mengoleskan balsem pada anak?

Lalu, bagaimana cara aman mengatasi pegal dan nyeri otot pada Si Kecil?

Ketimbang memilih balsem yang berisiko mengundang masalah, lebih baik Moms melakukan cara-cara yang lebih aman sebagai berikut:

  • Area tubuh yang terasa pegal atau nyeri otot dikompres dengan air dingin
  • Cobalah Moms pijat area tubuh Si Kecil yang terasa pegal atau nyeri.
  • Minta anak untuk beristirahat
  • Berikan obat parasetamol. Namun, sebelumnya konsultasikan dulu dengan dokter.
  • Bila pegal dan nyeri otot terus-menerus mengganggu atau tak kunjung hilang, sebaiknya periksa dengan dokter.

(HIL)

Sumber: Livestrong.com, nbnews.com

Artikel Terkait