2-3 TAHUN
14 September 2020

Infeksi Paru-paru pada Anak, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Kenali penyebab dan gejala infeksi paru-paru pada anak supaya bisa dicegah sejak dini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Intan Aprilia

Tak hanya batuk dan pilek, beberapa penyakit infeksi paru-paru merupakan salah satu penyakit mematikan lho, Moms.

Tak hanya menyerang orang dewasa, namun infeksi paru-paru pada anak juga sering ditemukan.

Seperti apa sebenarnya infeksi paru-paru pada anak dan bagaimana mengatasinya?

Infeksi Paru-paru pada Anak

Infeksi Paru-Paru pada Anak.jpg

Foto: freepik.com

Dalam Acute Respiratory Infections in Children, disebutkan bahwa infeksi saluran pernapasan bagian bawah yang paling umum adalah pneumonia dan bronkiolitis.

Saat ini, penyebab paling umum dari infeksi saluran pernapasan bawah adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV). Sedangkan virus parainfluenza adalah penyebab umum kedua pada infeksi saluran pernapasan.

Infeksi saluran pernapasan bagian bawah terjadi ketika ada infeksi pada paru-paru, terutama pada saluran udara bagian bawah.

Infeksi dapat terjadi karena virus, bakteri, atau organisme lainnya. Infeksi paru-paru pada anak yang umum terjadi ada tiga penyakit, yaitu Flu atau influenza, Bronkiolitis, dan Pneumonia.

Flu atau influenza disebabkan oleh infeksi virus yang dapat menimbulkan komplikasi yang harus ditangani dengan tepat, khususnya bagi anak di bawah 2 tahun. Pada beberapa kasus, flu dapat berkembang menjadi pneumonia.

Saat saluran udara yang menuju paru-paru yang disebut bronkiolus, yang berfungsi membawa udara dalam sistem pernapasan mengalami inflamasi atau radang, penyakit ini disebut sebagai bronkiolitis. Bronkiolitis akibat virus biasanya diderita oleh anak bayi.

Jenis infeksi paru-paru pada anak yang sering muncul selanjutnya adalah pneumonia, yaitu inflamasi pada alveolus atau gelembung-gelembung udara di dalam paru-paru.

Gejalanya yang muncul bisa ringan hingga berat yang membutuhkan perawatan rumah sakit. UNICEF mengatakan, ada lebih dari 19.000 anak yang meninggal karena pneumonia di Indonesia pada tahun 2018.

Baca Juga: Tak Hanya Rokok, Ternyata Asap Dapur Juga Bisa Menyebabkan Kanker Paru-Paru!

Penyebab Infeksi Paru-paru pada Anak

Penyebab Infeksi Paru-paru pada Anak.jpg

Foto: freepik.com

Untuk mengatasi infeksi paru-paru pada anak, perlu diketahui penyebab dan gejalanya.

Moms tidak perlu terlalu khawatir karena beberapa gejalanya ringan dan dapat sembuh sendiri dalam satu hingga dua minggu.

Namun, waspadai pula gejala-gejala yang tidak kunjung membaik dan periksakan Si Kecil ke dokter jika merasa gejalanya memburuk.

Bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi paru-paru pada anak adalah Streptococcus pneumoniae yang hidup dan berkembang di saluran pernapasan atas dan memicu pneumonia.

Sedangkan virus biang keladi dari pneumonia pada anak adalah respiratory syncytial virus (RSV).

Pada pneumonia yang diakibatkan infeksi virus, biasanya tidak terlalu berbahaya dan lebih cepat sembuh dibandingkan dengan yang terinfeksi bakteri.

Virus RSV yang sama juga dapat menimbulkan penyakit bronkiolitis. Infeksi paru-paru pada anak rentan dialami hingga anak usia 2 tahun, namun biasanya penyakit ini muncul pada bayi 3-9 bulan.

Baca Juga: Flek Paru pada Anak, Waspadai 6 Pantangannya

Kebanyakan penularan infeksi paru-paru pada anak usia 2 tahun ke bawah akibat RSV adalah kontak langsung dengan anak lain yang sedang terinfeksi.

Jurnal Viral Lower Respiratory Tract Infection in Infants and Young Children menyatakan bahwa RSV adalah virus yang paling umum menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah pada bayi dan anak kecil.

Hampir seluruh anak-anak akan membangun antibodi terhadap RSV saat mencapai usia 3 tahun. Sebagai tambahan, sekitar 75% masalah bronkiolitis pada anak di bawah 5 tahun berhubungan dengan RSV.

Bagi orang dewasa dan anak yang sehat, infeksi dari RSV menimbulkan gejala mirip flu saja.

Pada bayi, RSV dapat menjadi lebih serius. Infeksi paru-paru pada anak biasanya tidak menimbulkan akibat yang serius, namun dapat menjadi komplikasi pada paru-paru yang lebih serius.

Beberapa faktor risiko infeksi bronkiolitis pada anak-anak yaitu:

  • Kurang minum ASI
  • Lahir prematur
  • Lahir dengan kondisi kelainan jantung atau paru-paru
  • Sistem imun kurang kuat
  • Sering menjadi perokok pasif
  • Berada di tempat yang sama dengan pengidap infeksi lainnya, contohnya penitipan anak atau sekolah

Baca Juga: Tetap Aktif, Ini Tips Tingkatkan Imunitas Tubuh Anak Selama Pandemi

Gejala Infeksi Paru-paru pada Anak

Gejala Infeksi Paru-Paru pada Anak.jpg

Foto: freepik.com

Gejala umum infeksi paru-paru pada anak meliputi:

  1. Batuk berdahak dengan warna transparan, putih, kehijauan, atau kuning keabuan. Batuk adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan lendir akibat radang dari saluran pernapasan dan paru-paru. Kadang-kadang, dahak atau lendir juga dapat bercampur darah. Batuk ini dapat berlangsung hingga beberapa minggu walaupun gejala lainnya telah mereda.
  2. Sakit seperti menusuk di area dada. Rasa sakit ini terasa memburuk ketika menarik napas dalam atau ketika batuk.
  3. Demam, karena tubuh sedang berjuang melawan infeksi. Dampak lain yang dapat timbul seiring demam adalah berkeringat, menggigil, sakit otot, dehidrasi, sakit kepala, dan lemas.
  4. Hidung berair, kadang disertai bersin dan gejala seperti flu lainnya, umum terjadi ketika mengidap infeksi paru-paru.
  5. Wheezing atau mengi, yaitu napas berbunyi seperti siulan atau peluit akibat saluran udara yang menyempit atau radang.
  6. Bibir dan kulit terlihat kebiruan akibat kekurangan oksigen.

Baca Juga: 8 Obat Alami untuk Menyembuhkan Flu pada Anak

Gejala-gejala infeksi paru-paru pada anak kecil dapat menimbulkan rasa khawatir.

Jangan ragu untuk memeriksakan Si Kecil ke dokter apabila gejala infeksi paru-paru pada anak semakin memburuk, misalnya:

  • Demam akibat infeksi paru-paru pada anak usia 2 tahun ke bawah harus segera diperiksakan ke dokter ketika demam mencapai 38,9°C atau tidak turun setelah 24 jam.
  • Muntah berkali-kali atau sakit kepala.
  • Telah memiliki masalah pada sistem imun atau kondisi kesehatan lainnya.
  • Terus menerus menangis.

Mengatasi Infeksi Paru-paru pada Anak

Mengatasi Infeksi Paru-Paru pada Anak.jpg

Foto: freepik.com

Untuk mengatasi infeksi paru-paru pada anak, biasanya dokter akan mendiagnosa Si Kecil untuk menentukan pengobatan yang paling tepat.

  1. Jika infeksi paru-paru pada anak disebabkan oleh virus, Moms dapat mengajak Si Kecil untuk minum lebih banyak air putih, beristirahat yang banyak, dan meminum obat pereda panas untuk membantu menurunkan demam.
  2. Jika infeksi paru-paru pada anak disebabkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik untuk melawan infeksi.
  3. Perawatan di rumah sakit yang lebih intensif mungkin akan direkomendasikan bagi anak yang menderita gejala yang cukup berat, misalnya kesulitan bernapas dan kadar oksigen dalam darah rendah.

Baca Juga: 6 Sayur dan Buah yang Bantu Menjaga Kesehatan Paru-paru

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Moms dapat berusaha menghindarkan Si Kecil dari infeksi paru-paru dengan beberapa langkah pencegahan. Contoh usaha mencegah infeksi paru-paru pada anak kecil yaitu:

  • Membiasakan Si Kecil untuk mencuci tangan dengan sabun
  • Menjauhkan Si Kecil dari asap rokok
  • Vaksin PCV13 untuk membangun imunitas terhadap infeksi paru-paru pada anak usia 2 tahun ke bawah, serta vaksin Hib yang diwajibkan pemerintah untuk bayi
  • ASI eksklusif minimal 6 bulan untuk membangun sistem imun yang kuat pada Si Kecil
  • Gaya hidup sehat dalam keluarga untuk mencegah penularan dari orang dewasa ke anak-anak.

Baca Juga: Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Anak, Ini Semua Hal yang Perlu Moms Ketahui!

Nah, setelah mengetahui tentang infeksi paru-paru pada anak, semoga Moms tidak ragu lagi untuk membawa Si Kecil imunisasi dan melakukan langkah-langkah pencegahan.

Gaya hidup yang sehat seperti mencuci tangan dengan sabun juga dapat mencegah banyak penyakit lainnya. Semoga Si Kecil sehat selalu!

Artikel Terkait