PROGRAM HAMIL
30 Mei 2019

Jumlah Sperma Sedikit? Bisa Jadi Pertanda Adanya Penyakit

Cek kesuburan bisa jadi peluang untuk sekaligus cek kesehatan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Tahukah Moms? Masalah susah hamil tidak semata-mata disebabkan oleh gangguan kesuburan pada pihak perempuan.

Dikutip dari situs web Women’s and Children’s Health Network, penyebab pasangan kesulitan untuk hamil karena ada masalah kesuburan pada pria (sekitar 40 persen), pada perempuan (sekitar 40 persen), dan karena penyebabnya yang tidak jelas (sekitar 20 persen).

Salah satu jenis gangguan kesuburan pada pria adalah jumlah sperma sedikit.

Kendala Bagi Kehamilan

Jumlah sperma sedikit bisa jadi pertanda penyakit tertentu 1.jpg

Foto: meaww.com

Dikutip dari situs web BBC, jumlah sperma sedikit dan kualitas sperma yang kurang bagus merupakan kendala kehamilan yang dialami oleh satu dari tiga pasangan yang berusaha untuk hamil.

Dalam dunia medis, kondisi sperma sedikit atau rendah disebut oligospermia.

Tanda utamanya adalah jumlah sperma di bawah 15 juta per mililiter air mani.

Dalam situs web News Medical Life Sciences, Dr. Liji Thomas, M.D. mengatakan kondisi tersebut bisa terjadi karena beberapa kemungkinan: tidak ada atau tidak pekanya testosteron, gangguan obstruktif, toksisitas testis, dan faktor genetik.

Namun, kondisi sperma sedikit ternyata tidak hanya menandakan gangguan kesuburan yang mengurangi peluang terjadinya kehamilan.

Baca Juga : 6 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma

Berpengaruh pada Masalah Kesehatan Tubuh

Jumlah sperma sedikit bisa jadi pertanda penyakit tertentu 2.jpeg

Foto: cdn1.medicalnewstoday.com

Baru-baru ini, para ahli menemukan kondisi sperma sedikit kemungkinan terkait dengan sejumlah masalah kesehatan.

Dr. Alberto Farin, dosen di bidang endokrinologi di Universitas Brescia di Italia mengumumkan hasil studi yang menyimpulkan kondisi sperma sedikit berhubungan dengan perubahan metabolik, risiko penyakit jantung, dan massa tulang yang rendah.

Simpulan tersebut disampaikan dalam pertemuan tahunan Endocrine Society di Italia.

Dalam studi tersebut, tim peneliti mengamati hampir 5.200 pria Italia.

Hasilnya, mereka dengan kadar sperma sedikit mempunyai kemungkinan 12 kali lebih besar untuk memiliki lemak tubuh lebih banyak, tekanan darah lebih tinggi, kadar kolesterol buruk dan trigliserida lebih tinggi, dan kadar kolesterol baik lebih rendah.

Baca Juga : Kenali Ciri-Ciri Sperma yang Tidak Sehat

Peneliti juga mengatakan pria dengan sperma sedikit memiliki tingkat sindrom metabolik yang tinggi sehingga mereka pun menjadi berisiko mengalami penyakit sperma sedikit, seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke.

Risiko untuk mengalami diabetes makin tinggi pada pria dengan kadar sperma sedikit karena tingkat resistensi insulin mereka lebih tinggi daripada pria dengan kadar sperma normal.

“Pria dengan masalah infertilitas memang cenderung memiliki masalah kesehatan atau faktor-faktor risiko yang dapat mengganggu kualitas hidup dan mempersingkat usia hidup mereka,” terang Farin.

Ia menambahkan, melalui pemeriksaan kesuburan, dokter dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Dengan begitu, dokter dan Dads dapat melakukan sejumlah upaya untuk mencegah atau mengatasi penyakit sperma sedikit.

(AN/CAR)

Artikel Terkait