BALITA DAN ANAK
11 Juni 2019

Mau Memberikan Camilan Untuk Si Kecil? Perhatikan Hal Berikut

Begini saran dokter dan ahli
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Ngemil dipandang sebagai sesuatu yang tidak penting bagi orang dewasa.

Tetapi untuk bayi, memakan camilan bergizi disela-sela waktu makan bisa memberikan banyak manfaat, salah salah satunya membantu bayi terbiasa untuk makan secara teratur.

Memilih snack untuk bayi tidak boleh sembarangan.

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, sebagaimana yang disebutkan dalam pembahasan di bawah ini.

DO: Memberikan Setelah Bayi Berusia di Atas 6 Bulan

Do's & Don't Memberikan Snack Untuk Si Kecil 1.jpg

foto: noshfood.com

Mengutip Romper.com, Lara Field, ahli diet terdaftar di Nurture Life, mengatakan bahwa pada usia 6 bulan bayi menerima sebagian besar nutrisinya dari ASI atau susu formula.

Ditambah dengan makanan padat sebagai pelengkap. Sehingga camilan lebih disarankan untuk bayi yang usianya lebih tua, di mana penting untuk memberikan tambahan nutrisi di antara waktu makan yang sudah terjadwal.

Adapun usia yang direkomendasikan adalah antara 7 hingga 9 bulan.

DON’T: Memberikan Snack Terlalu Sering

Do's & Don't Memberikan Snack Untuk Si Kecil 2.jpg

foto: abu.net.au

Snack untuk bayi yang mengandung banyak nutrisi memang bermanfaat bagi tubuh bayi.

Akan tetapi, Lara Field juga menyarankan agar snack tidak diberikan terlalu sering karena akan berdampak kurang baik bagi bayi.

“Terlalu sering memberikan camilan akan mengganggu kebiasaan makan, menyebabkan bayi terlalu kenyang dan tidak tertarik untuk makan makanan lainnya.”

Baca Juga : 5 Mitos dan Fakta Seputar Alergi Makanan Pada Anak

DO: Sayuran Potong yang Sudah Dimasak

Do's & Don't Memberikan Snack Untuk Si Kecil 3.jpg

foto: verywellfit.com

Mentimun, wortel, dan kacang panjang Perancis yang dikukus boleh diberikan kepada bayi sebagai camilan.

Kacang panjang Perancis adalah sumber protein yang sangat baik untuk pertumbuhan bayi.

Namun, jangan lupa untuk memantau kemungkinan reaksi alergi yang ditunjukkan oleh si kecil selama memakannya.

DON’T: Camilan Manis atau Mengandung Garam

Do's & Don't Memberikan Snack Untuk Si Kecil 4.jpg

foto: delish.com

“Menambahkan garam ke dalam makanan bayi bisa berbahaya bagi ginjalnya yang belum matang, yang mungkin belum mampu memproses kelebihan garam," Dr. Rallie McAllister, seperti dikutip dari Parents.com.

Menurutnya, mengasinkan makanan bayi juga bisa menyebabkan ketergantungan pada makanan asin seumur hidup yang tidak baik bagi kesehatan jangka panjang bayi di masa depan.

"Di mana makanan asin berkontribusi pada tekanan darah tinggi dan sejumlah masalah kesehatan serius lainnya,” kata Dr. McAllister.

Baca Juga : Yuk, Coba 5 Cemilan Sehat Untuk Perkembangan Otak Anak

Alih-alih memberikan snack yang mengandung gula dan/atau garam, Nhs.uk lebih merekomendasikan untuk memberikan beberapa camilan sehat seperti puding beras (tanpa gula dan garam), yoghurt tawar, dan kue beras tanpa tambahan pemanis.

DO: Buah-buahan Segar

Do's & Don't Memberikan Snack Untuk Si Kecil 5.jpg

foto: southernbite.com

Apel, anggur, persik, atau pisang memiliki tekstur yang mudah dimakan oleh bayi sehingga Moms bisa memberikannya sebagai camilan dalam potongan kecil.

“Tetapi hati-hati dengan buah jeruk. Rasa jeruk terkesan sedikit lebih tajam bagi bayi dan juga memiliki efek pencahar,” kata tenaga kesehatan Nicola Joseph, dilansir dari Motherandbaby.co.uk.

Nah, demikian beberapa hal penting yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika memberikan snack untuk bayi.

Apakah ada tips lain yang pernah Moms dengar atau ketahui?

(RGW/CAR)

Artikel Terkait