3-5 TAHUN
10 Oktober 2019

Ternyata, Kata Sebentar Sulit Dipahami Balita. Apa Gantinya?

Kata yang Moms pikir bisa bikin balita sabar menunggu ini, ternyata perlu pengganti, lho!

Sumber: shutterstock

Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Prita Apresianti

Siapa yang sering bilang, “Sebentar saja, ya!” pada anaknya? Ternyata, kata-kata ini sangat tidak efektif.

Balita asyik naik ayunan atau meluncur di prosotan di taman bermain. Seolah ia tidak mau pulang! Sudah dipanggil berkali-kali, tetap tidak mau berhenti. Diingatkan kalau ia cuma boleh main sebentar lagi? Percuma, Moms!

Begitu juga kalau saat mau pergi ke kantor, si kecil minta ditemani main masak-masakan. Atau minta digendong, misalnya. Meski kita sudah bilang, “Tapi sebentar saja ya, Nak!” si kecil akan minta lagi dan lagi.

Atau saat membawa anak ke dokter gigi dan kita meminta anak membuka mulutnya untuk diperiksa. Kalimat “Sebentar ya Sayang, buka mulutnya sebentar saja!” tidak akan memberi apa yang kita harapkan. Alih-alih si kecil menangis dan menjerit, “Aku sudah lama buka mulutnya!”

Jangan kesal atau putus asa dulu, Moms. Anak usia balita memang belum bisa memahami konsep waktu ataupun kata “lama” dan “sebentar”.

Baca Juga : 4 Cara Mendidik Balita 2 Tahun Untuk Mengendalikan Diri

Ternyata kata sabar sulit dipahami balita alt 1

Sesuatu yang kita anggap sebentar, bisa jadi sangat lama untuknya. Sementara yang kita anggap sudah terlalu lama, terasa sebentar bagi balita. Yang sebentar itu seperti apa dan yang lama itu bagaimana, kan sulit untuk kita jelaskan? Waktu juga bukan sesuatu yang dapat mereka lihat, sentuh, rasakan dan eksplorasi.

Inilah yang membuat balita sering bertanya kapan ulang tahunnya datang meski kita sudah menjawabnya sejuta kali dengan menyebutkan tanggal atau bulan.

Jadi apa yang bisa dilakukan? Kalau hanya pasrah kan, repot juga? Bila balita minta digendong atau peluk sebelum kita meninggalkan rumah untuk berangkat kerja misalnya. Bila terus dituruti, bisa-bisa terlambat ke kantor, dong!

Sebagai gantinya, coba ajak berhitung! Sesuaikan saja dengan kemampuan anak atau biarkan ia mendengar kita berhitung untuknya.

Saat hendak berangkat ke kantor misalnya. Jangan tolak permintaan anak karena hanya akan membuatnya kecewa atau marah. Lebih baik katakan, “Oke, kita peluk-pelukan dulu sambil berhitung sampai 10 bersama-sama ya. Kalau sudah 10, pelukannya dilepas dan Mama akan berangkat bekerja.”

Baca Juga : Ingin Bayi Tidak Gampang Ngambek? Ajari Sabar dengan Cara Ini

Ternyata kata sabar sulit dipahami balita alt 2

Begitu juga saat minta anak membuka mulut di dokter gigi. Jelaskan bahwa ia perlu membuka mulutnya sampai ibu selesai berhitung dari 1 sampai 20. Lalu hitunglah perlahan.

Bila anak sudah mulai mengenal angka, kita juga bisa mengenalkan jam padanya. Meski belum betul-betul paham, di rentang usia balita anak biasanya sudah mulai mengenal angka 1 sampai 10 atau bahkan 20. Jadi Moms bisa bilang, “Kamu masih boleh main sampai jarum panjangnya ada di angka 6. Setelah itu kita pergi ke rumah Nenek.” Perhatikan, Moms, perlahan-lahan pemahaman anak tentang waktu meningkat dan ia pun secara bertahap akan siap dijelaskan tentang konsep waktu yang sesungguhnya.

(AND/ PAS)

Artikel Terkait