BALITA DAN ANAK
31 Juli 2020

Bahan-bahan MPASI Ini Bisa Meningkatkan Berat Badan Anak Lho, Moms!

Disimak dengan baik ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ninta
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Selain membuat bayi kenyang, tujuan pemberian MPASI adalah untuk menyempurnakan nutrisi di dalam tubuhnya dan mendukung pertumbuhan Si Kecil secara fisik. Tentu saja Moms berharap bayi akan bertumbuh besar dengan kenaikan berat badan yang seimbang.

Kalau itu memang impian Moms, maka cobalah untuk meningkatkan berat badan anak dengan MPASI dari bahan makanan yang berkualitas. Sebab susu maupun ASI tidaklah cukup.

"Setelah enam bulan, susu tidak akan memberi anak segala yang dibutuhkannya. Mereka membutuhkan zat besi serta nutrisi lainnya dan dia tidak bisa mendapatkannya dari susu," ujar Annabel Karmel, ahli gizi dan penulis buku best seller New Complete Baby and Toddler Meal Planner, dikutp dari Mirror.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan anak usia 6 bulan untuk mengonsumsi MPASI dengan jumlah sebagai berikut, 1-2 ons gandum, 1-2 ons protein, 2-4 ons sayuran, dan 2-4 ons buah per harinya. Seiring bertambahnya usia, jumlahnya bertambah sekitar 1-3 ons setiap tahun.

Baca Juga: Tambah Berat Badan Anak Lewat 5 Makanan Harian Ini

Bahan Makanan untuk Meningkatkan Berat Badan Anak

Apa saja bahan makanan yang tepat untuk meningkatkan berat badan anak dengan MPASI secara maksimal? Cek di bawah ini!

1. Ayam

meningkatkan berat badan anak dengan MPASI

Foto: The Simple Supper

Ayam merupakan bahan makanan yang mengandung zat besi yang baik atau disebut heme-iron.

Kandungan tersebut sangat mudah diserap oleh tubuh Si Kecil dan dibutuhkan bagi untuk tumbuh kembang tulangnya.

Bagian tubuh ayam yang mengandung zat ini ada di paha, jadi pilih bagian tersebut untuk olahan MPASI Si Kecil.

2. Daging Merah

meningkatkan berat badan anak dengan MPASI

Foto: usatoday.com

Moms sebaiknya mengolah daging merah hingga matang dan halus sebelum diberikan pada Si Kecil, terutama untuk MPASI awal 6 bulan ke atas.

Moms bisa mencampurnya dengan nasi tim atau dijadikan puree. Memasuki usia 9 bulan, Moms bisa menyajikannya dalam bentuk yang lebih besar, misalnya sup bola-bola daging.

Di dalam daging merah juga terdapat zat besi yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Tak hanya itu, ada pula terkandung zinc, protein, choline, selenium, phosphorus, vitamin B, hingga vitamin B 12.

Baca Juga: 5 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Saat Berhenti Makan Daging Merah

3. Pasta

meningkatkan berat badan anak dengan MPASI

Foto: Baby Foode

Pasta sangat bergizi dan sebagian besar pasta yang dijual diperkaya dengan vitamin dan mineral.

Untuk MPASI bayi, pilihlah pasta gandung yang terbuat dari semolina, gandum alami yang sehat, bergizi, dan mudah diolah tubuh, tidak seperti pasta biasa.

Pasta dari gandum utuh juga tidak di campur dengan tepung gandum dan kaya akan zat besi heme-iron.

4. Telur

meningkatkan berat badan anak dengan MPASI

Foto: The Happy Egg

Untuk meningkatkan berat badan anak dengan MPASI, coba berikan Si Kecil telur dan aneka olahannya. Moms bisa menghaluskannya, menjadikkan bahan puree atau bubur, hingga dijadikan telur orak arik.

Jangan takut Si Kecil alergi, ya, sebab ini juga salah satu cara untuk menghindarkannya dari alergi sejak dini menurut AAP.

"Di usia ini, kenalkan secara makanan yang memiliki potensi alergi, seperti kacang, kedelai, susu, gandum, telur, ikan, dan makanan laut, kecuali jika dokter si kecil menganjurkan sebaliknya," ujar Natalia Stasenko, ahli diet terdaftar dan pakar gizi anak dilansir dari Feeding Bites.

Baca Juga: Bolehkah Anak Makan Telur Setiap Hari?

5. Sayuran

meningkatkan berat badan anak dengan MPASI

Foto: Healthy Option

Tidak hanya kaya nutrisi dan vitamin, sayuran juga membuat bayi bersemangat untuk makan. Waktu yang tepat untuk memperkenalkan sayuran adalah di masa MPASI ini.

Untuk permulaan, Moms bisa mencoba memberikan lima jenis sayuran ini pada Si Kecil, yaitu labu kuning, labu madu, ubi jalar, kentang, dan wortel. Nantinya menyusul brokoli, bayam, serta sayuran hijau lainnya.

6. Buah

meningkatkan berat badan anak dengan MPASI

Foto: Parents

Cara meningkatkan berat badan anak dengan MPASI berikutnya bisa dilakukan dengan memberikan asupan buah-buahan. Contohnya adalah pisang yang kaya akan vitamin A, fosfor, asam folat, dan kalsium.

Selain itu ada juga jeruk yang kaya dengan vitamin C, kalsium, kalium, vitamin A, serat, dan asam folat. Semuanya merupakan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan Si Kecil dalam proses tumbuh kembangnya.

Jadi, Kapan Harus Meningkatkan Berat Badan Anak?

Kapan Anak Harus Menambah Berat Badan 01.jpg

Foto: pixabay.com

Melansir dari US National Library of Medicine National Institutes of Health, Moms perlu meningkatkan berat badan anak saat hasil pengukuran dari kalkulator BMI pada Si Kecil saatmenunjukkan angka 5 atau di bawah 5 percentile.

Sebelumnya, apa Moms sudah tahu apa itu BMI? BMI adalah singkatan dari Body Mass Index, yang digunakan untuk mengukur indeks massa, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Masih pada laman yang sama, Body Mass Index ini dapat mengukur tubuh Si Kecil saat ia kekurangan berat badan, kelebihan, ataupun sedang dalam kondisi yang ideal.

Adapun cara untuk menghitung BMI adalah berat ÷ (tinggi x tinggi) x 10.000. Untuk menghitung BMI ini, ini yang harus Moms lakukan:

  • Ukur berat badan Si Kecil dalam kilogram (bukan gram). Ini dapat dinyatakan dalam nilai desimal, seperti 12,7 kilogram.
  • Ukur tinggi anak dalam sentimeter (bukan meter). Ini akan dinyatakan, misalnya, sebagai 105 sentimeter dan bukan 1,05 meter.

Hitung BMI dengan membagi berat dengan tinggi kuadrat dan mengalikan total dengan 10.000.

Setelah Moms menetapkan BMI dan persentase Si Kecil, Moms kemudian dapat melihat secara tepat di mana ia berada dalam kisaran yang diharapkan. Jika tidak sesuai, barulah Moms bisa memikirkan untuk mulai meningkatkan berat badan anak.

BMI-untuk-usia berat kategori  didasarkan pada rekomendasi dari komite ahli yang diselenggarakan oleh American Medical Association (AMA), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dan Health Resources and Services Administration (HRSA) Amerika Serikat.

Baca Juga: 9 Tips Agar Berat Badan Tak Melonjak Naik Saat Hamil

Kategori Berat Badan Anak

Kapan Anak Harus Menambah Berat Badan 02.jpg

Foto: pixabay.com

Melansir dari The Centers for Disease Control and Prevention, kategori berat untuk anak-anak didefinisikan sebagai berikut:

  • Underweight adalah BMI kurang dari persentase ke-5.
  • Berat normal adalah BMI dari persentase ke-5 hingga ke bawah persentase ke-85.
  • Kelebihan berat badan adalah BMI di atas persentase ke-85 hingga di bawah persentase ke-95.
  • Obesitas adalah BMI lebih besar dari atau sama dengan persentase ke-95.

Nilai persentase sendiri bisa merupakan sebuah bandingan untuk mengategorikan BMI Si Kecil berdasarkan usia dan jenis kelamin.

Misalnya ketika mengukur BMI di dalam kelas, Si Kecil mendapatkan pengukuran persentase ke-54 dari seluruh siswa kelas dengan jenis kelamin yang sama.

Persentase ke-54 berarti bahwa Si Kecil tumbuh 75% lebih tinggi dibandingkan dengan teman-temannya yang berada di kelas yang sama.

Sistem klasifikasi persentase ini dipopulerkan pada tahun 1977 untuk mengategorikan perkembangan Si Kecil berdasarkan berat badan dinilai dari tingginya.

Persentase BMI Si Kecil dapat ditentukan dengan memplot BMI pada grafik BMI.

Nah, saat Si Kecil sudah menunjukkan BMI kurang dari persentase ke-5, maka itu saatnya Moms harus meningkatkan berat badannya.

Jadi, sekarang Moms sudah tahu kan, kapan harus meningkatkan berat badan anak?

Baca Juga: Ini Caranya Membuat Anak Suka Makan Sayur dan Buah

Mudah bukan mendapatkan bahan-bahannya? Pastikan Moms memberikan deretan bahan makanan di atas untuk meningkatkan berat badan anak.

Artikel Terkait