BALITA DAN ANAK
13 April 2020

Apa yang Dimaksud dengan PDD-NOS pada Anak? Ini Penjelasan Ahli!

Setiap anak bisa mengalami gejala yang beragam
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ketimbang austime, istilah PDD-NOS mungkin kurang populer. PDD-NOS merupakan singkatan dari Pervasive Developmental Disorder-Not Otherwise Specified. Ini merupakan salah satu dari beberapa subtipe dari kondisi autisme.

Seseorang didiagnosis PDD-NOS bila memiliki gangguan dalam keterampilan sosial, ketidakmampuan untuk berinteraksi dengan orang lain, masalah komunikasi verbal atau nonverbal.

Mengutip Research Autism, istilah ini digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang tidak cocok dengan salah satu jenis autisme tertentu, seperti kelainan autistik, sindrom Asperger, atau kelainan disintegratif masa kecil.

Ketahui lebih lanjut tentang gejala, penyebab, dan pencegahan terhadap kondisi PDD-NOS ini.

Baca Juga: Bagaimana Mendampingi Anak yang Mengidap Autisme?

Gejala PDD-NOS pada Anak

PDD-NOS-1

Foto: Orami Photo Stock

Menurut dr. Anggia Hapsari, Sp. KJ (K), Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Konsultan Psikiatri Anak & Remaja RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, gejala pada setiap anak dengan PDD-NOS tidak sama, karena ini merupakan gangguan spektrum.

"Tidak setiap anak dengan PDD-NOS menunjukkan tanda-tanda yang sama. Dua karakteristik utama dari gangguan ini adalah kesulitan dengan keterampilan interaksi sosial dan komunikasi," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa tanda-tanda gejalanya bisa sering terlihat sejak bayi, tetapi diagnosis biasanya baru dapat dibuat sampai anak berumur sekitar 4 tahun.

"Meskipun PDD-NOS dianggap lebih ringan dibandingkan jenis autisme yang khas, sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya selalu benar. Ada beberapa karakteristik mungkin lebih ringan, tetapi yang lain mungkin lebih parah," terang dr. Anggia

Baca Juga: Ini Dampak Gangguan Kesehatan Mental Jika Tidak Diatasi, Jangan Dianggap Enteng!

Penyebab PDD-NOS pada Anak

PDD-NOS-2

Foto: Orami Photo Stock

Hingga saat ini, penyebab pasti kelainan neurologi dan perkembangan dari autisme tidak diketahui. Sebagian besar ahli medis dan perkembangan anak meyakini bahwa kombinasi faktor genetik dan lingkungan dapat menyebabkan autisme.

Mengutip Journal of Autism and Developmental Disorders, dalam beberapa penelitian, anak-anak dengan PDD-NOS telah ditemukan memiliki perilaku yang kurang berulang dibandingkan anak-anak dengan autisme.

"Para ahli menemukan sejumlah gen yang mungkin berperan dalam kelainan ini. Pada tes pencitraan ditemukan bahwa pada kasus autisme memiliki perkembangan di beberapa area otak yang berbeda," kata dr. Anggia.

Gangguan pada perkembangan otak ini menyebabkan adanya masalah pada kinerja sel otak satu sama lain. Hal ini sudah ada sejak masa perkembangan janin dan diperburuk oleh faktor lingkungan.

Lebih lanjut, penggunaan gadget tidak ada hubungannya dengan faktor risiko yang menyebabkan autisme, termasuk PDD-NOS. Namun, setelah anak terdiagnosa autisme, sebaiknya mulai membatasi waktu penggunaan gadget atau menonton TV agar Si Kecil bisa lebih fokus pada kegiatan yang interaktif.

Baca Juga: Apa Saja Manfaat Terapi Okupasi Untuk Anak Autis?

Pencegahan PDD-NOS pada Anak

PDD-NOS-3

Foto: Orami Photo Stock

Meski belum diketahui apa yang menyebabkan PDD-NOS, ada beberapa tips untuk mengurangi risiko anak terlahir dengan autisme, antara lain:

  • Menjalani pola hidup sehat, misalnya dengan menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin, konsumsi makanan dengan nutrisi seimbang, dan rajin olahraga
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol dan merokok selama masa kehamilan
  • Sebisa mungkin hindari konsumsi obat dalam masa kehamilan. Bila tidak terhindarkan, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter
  • Pastikan sudah mendapatkan vaksin sebelum hamil, terutama vaksin rubella
  • Segera berobat dan ikuti saran dokter bila sakit, terutama jika didiagnosis menderita penyakit celiac atau fenilketonuria (PKU).

Selain itu, penting untuk melakukan pemeriksaan perkembangan sebagai bagian dari setiap pemeriksaan kesehatan rutin. Sehingga, jika anak memiliki gangguan PDD-NOS bisa langsung ditangani.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar semua anak diskrining khusus untuk autism spectrum disorder (ASD) di usia antara 18 dan 24 bulan.

Selama pemeriksaan ini, dokter akan bertanya kepada orang tua tentang perkembangan anak dan menilai bagaimana anak itu berkomunikasi, bergerak, dan berperilaku.

Artikel Terkait